Kementan Ungkap Risiko di Balik Tren Paracetamol untuk Suburkan Cabai

Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan peringatan serius terkait maraknya praktik penggunaan paracetamol dan vitamin B complex sebagai pupuk alternatif pada tanaman cabai. Aksi sej

Jul 08, 2026 - 06:18
0 1
Kementan Ungkap Risiko di Balik Tren Paracetamol untuk Suburkan Cabai

Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan peringatan serius terkait maraknya praktik penggunaan paracetamol dan vitamin B complex sebagai pupuk alternatif pada tanaman cabai. Aksi sejumlah petani yang membagikan metode ini di media sosial memicu perhatian pemerintah karena dianggap berpotensi membawa dampak negatif bagi lingkungan dan keamanan pangan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menegaskan bahwa hingga kini belum tersedia satu pun kajian resmi di Indonesia yang membenarkan atau merekomendasikan paracetamol sebagai sarana produksi pertanian. Hal ini menjadikan tren yang viral tersebut sebagai praktik yang tidak memiliki dasar ilmiah kuat.

"Sebaliknya, penggunaan obat manusia pada tanaman yang dilakukan secara luas tanpa dasar ilmiah dan tanpa pengawasan, terdapat beberapa potensi risiko," ujar Agung menukil pernyataan yang diterima Beritainti.com.

Menurut laporan media kami, Kementan merinci setidaknya dua ancaman utama yang mengintai apabila praktik ini terus berlanjut dan menular ke petani lain. Potensi risiko pertama adalah munculnya residu senyawa farmasi yang mencemari lingkungan pertanian. Lebih mengkhawatirkan lagi, residu tersebut memiliki kemungkinan besar untuk masuk ke dalam rantai pangan, terutama jika aplikasi dilakukan secara berlebihan tanpa kontrol dosis yang jelas.

Selain risiko kontaminasi pada produk pangan yang dikonsumsi masyarakat, risiko kedua bersifat ekologis. Penggunaan senyawa kimia yang tidak diperuntukkan bagi tanaman dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan mikroorganisme di dalam tanah. Gangguan ini dapat merusak ekosistem pertanian secara keseluruhan dan berimbas pada penurunan kualitas lahan dalam jangka panjang.

Kementan mengingatkan agar petani mengikuti panduan budidaya yang telah teruji dan terverifikasi oleh lembaga resmi ketimbang bereksperimen dengan bahan berbahaya yang belum jelas manfaat dan keamanannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User