Judul Asli: FBI Selidiki Keuangan AFA, Desakan Investigasi terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino Menguat

--- FBI Usut Keuangan AFA, Tekanan Investigasi terhadap Infantino Semakin Kuat Washington, 8 Juli 2026 – Jantung sepak bola dunia kembali berdetak dalam

Jul 09, 2026 - 09:22
0 0
--- FBI Usut Keuangan AFA, Tekanan Investigasi terhadap Infantino Semakin Kuat

Washington, 8 Juli 2026 – Jantung sepak bola dunia kembali berdetak dalam irama yang tidak nyaman. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), bekerja sama dengan jaksa federal dari Distrik Timur New York, kini tengah membedah aliran dana Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) yang melintasi yurisdiksi Amerika. Fokus utamanya: transaksi senilai ratusan juta dolar AS yang diduga bergerak melalui koridor perbankan AS dengan pola yang, menurut para penyidik, mengandung jejak layering—teknik klasik dalam rantai pencucian uang.

Informasi ini pertama kali mencuat dari dokumen pengadilan yang dibuka sebagian ke publik pada Senin lalu. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa FBI telah mengantongi surat perintah penggeledahan untuk rekening-rekening yang terkait dengan entitas komersial di Miami dan New York yang diduga menjadi simpul penerima dana dari AFA. Pola transaksinya mencurigakan: dana masuk dalam jumlah besar melalui transfer dari luar negeri, kemudian dipecah ke puluhan rekening kecil sebelum akhirnya dikonversi ke aset properti dan surat berharga. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif; jika terbukti, ini adalah kejahatan keuangan serius dengan konsekuensi lintas negara.

Jejak Uang di Negeri Paman Sam

Menurut sumber yang dekat dengan investigasi, nilai transaksi mencurigakan ini diperkirakan mencapai lebih dari 400 juta dolar AS dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Dana tersebut diduga berasal dari hak siar pertandingan, sponsor, serta pembayaran dari konfederasi sepak bola regional. Para penyidik mencurigai bahwa sejumlah dana itu tidak sepenuhnya masuk ke kas AFA, melainkan dialirkan melalui perusahaan cangkang di Delaware dan Florida—dua negara bagian yang dikenal dengan regulasi pendirian perusahaan yang longgar.

Pola ini mengingatkan banyak pihak pada skandal FIFA 2015, ketika 14 pejabat tinggi sepak bola didakwa oleh Departemen Kehakiman AS atas tuduhan suap, pemerasan, dan pencucian uang. Namun kali ini, sorotan tajam mengarah pada satu nama yang sebelumnya selamat dari badai: Gianni Infantino, Presiden FIFA yang menjabat sejak 2016.

Bayang-bayang Infantino dan Tekanan Politik

Meski belum ada dakwaan resmi terhadap Infantino, desakan agar ia diselidiki secara terpisah semakin menguat. Senator AS dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, dalam surat terbukanya kepada Departemen Kehakiman pekan ini, menulis:

“Jika pimpinan tertinggi FIFA kembali terlibat dalam pusaran pencucian uang yang memanfaatkan sistem keuangan Amerika, maka kita telah gagal total dalam menegakkan supremasi hukum. Rakyat Amerika berhak tahu apakah uang kotor dari sepak bola global mengalir di bawah hidung regulator kita.”

Warren merujuk pada laporan internal FIFA tahun 2024 yang menyebut adanya governance gap dalam pengawasan keuangan AFA. Laporan itu, yang tidak dipublikasikan secara luas, mencatat ketidakmampuan auditor independen melacak aliran dana dari beberapa mitra komersial AFA yang berdomisili di luar Argentina.

Sementara itu, juru bicara Infantino menyatakan bahwa Presiden FIFA “sepenuhnya kooperatif” dan “tidak memiliki keterlibatan operasional dalam urusan keuangan AFA.” Namun pernyataan ini tidak banyak meredakan skeptisisme publik. Sebab, dalam struktur FIFA yang sangat sentralistis, sulit membayangkan transaksi sebesar itu lolos tanpa sepengetahuan petinggi di Zürich.

Dampak Ekonomi dan Risiko Reputasi

Dari sudut pandang ekonomi, penyelidikan ini membawa risiko signifikan. Pasar sponsor olahraga global yang nilainya mencapai 65 miliar dolar AS per tahun sangat sensitif terhadap skandal integritas. Beberapa sponsor utama FIFA—termasuk raksasa teknologi dan minuman berkarbonasi—dikabarkan mulai mengkaji ulang kontrak mereka. Seorang analis risiko dari sebuah firma konsultan global yang enggan disebut namanya mengatakan:

“Ini adalah momen krusial. Jika penyelidikan FBI mengarah pada dakwaan terhadap pejabat senior FIFA, kita bisa melihat gelombang pemutusan kontrak sponsor yang lebih besar daripada yang terjadi pasca-skandal 2015. Efek domino-nya bisa mencapai miliaran dolar.”

Bursa saham tidak secara langsung terpengaruh karena FIFA bukan entitas publik. Namun saham-saham perusahaan media dan periklanan yang memiliki eksposur besar ke hak siar Piala Dunia, seperti Fox Corporation dan Paramount Global, mengalami volatilitas ringan dalam dua hari perdagangan terakhir.

Investor kini mencermati satu hal: apakah ini hanya kebakaran kecil di cabang regional, ataukah api besar yang akan merambat ke jantung FIFA? Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tinggal beberapa pekan lagi. Waktunya tidak bisa lebih buruk.

AFA dan Respons Pemerintah Argentina

Presiden AFA, Claudio Tapia, belum memberikan pernyataan resmi. Namun Kementerian Kehakiman Argentina, melalui siaran pers singkat, menyatakan akan “memantau perkembangan” dan “tidak menutup kemungkinan melakukan investigasi paralel.” Sikap ini kontras dengan respons defensif pemerintah Argentina dalam kasus-kasus sebelumnya, yang bisa jadi mencerminkan kecemasan serius Buenos Aires terhadap potensi sanksi dari Washington.

Bagi publik Argentina, berita ini menjadi pukulan ganda. Di tengah krisis ekonomi dengan inflasi tahunan yang masih di atas 80%, prestasi tim nasional yang memenangkan Piala Dunia 2022 dan 2024 menjadi salah satu dari sedikit sumber kebanggaan nasional. Kini, kebanggaan itu ternoda oleh dugaan skandal finansial yang melibatkan federasi sepak bola mereka sendiri.

Penyelidikan FBI ini masih dalam tahap awal. Belum ada dakwaan yang diajukan. Namun pesan yang dikirimkan jaksa federal New York sudah jelas: tidak ada lembaga, bahkan yang paling dicintai publik sekalipun, yang kebal terhadap hukum Amerika Serikat jika mereka memanfaatkan sistem keuangannya.

Babak baru dalam saga tata kelola sepak bola dunia telah dimulai. Dan seperti biasa, panggung utamanya ada di ruang sidang federal Amerika.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User