Jose Mourinho Resmi Jadi Pelatih Baru Real Madrid

Skor akhir 2-0 untuk Inter Milan atas Bayern Munich pada final Liga Champions, 22 Mei 2010, resmi menjadi laga terakhir Jose Mourinho di Giuseppe Meazza. Hanya sembilan hari berselang, Santiago Bernab...

Aug 28, 2026 - 17:02
0 0
Jose Mourinho Resmi Jadi Pelatih Baru Real Madrid

Skor akhir 2-0 untuk Inter Milan atas Bayern Munich pada final Liga Champions, 22 Mei 2010, resmi menjadi laga terakhir Jose Mourinho di Giuseppe Meazza. Hanya sembilan hari berselang, Santiago Bernabéu menjadi panggung baru bagi "The Special One". Pada Senin, 31 Mei 2010, Real Madrid mengumumkan secara resmi penunjukan Mourinho sebagai pelatih kepala dengan kontrak berdurasi empat tahun, menggantikan Manuel Pellegrini yang didepak setelah Los Blancos finis sebagai runner-up La Liga dengan 96 poin.

Keputusan itu memutus spekulasi panjang yang berlangsung sepanjang akhir musim 2009/2010. Mourinho baru saja menyelesaikan musim sempurna bersama Nerazzurri: treble winner dengan menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Kini ia membawa misi berat ke ibu kota Spanyol — mengembalikan kejayaan Real Madrid yang enam musim beruntun tersingkir di babak 16 besar turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa.

Pernyataan Resmi: Kontrak Empat Tahun dan Standar Kemenangan

Dalam sesi perkenalan yang berlangsung di ruang konferensi pers Bernabéu, presiden klub Florentino Pérez memperkenalkan Mourinho di hadapan puluhan media dan ribuan suporter yang memadati stadion. Pelatih berusia 47 tahun itu tampil dengan setelan gelap dan langsung menegaskan target besarnya. "Saya tidak datang ke sini untuk menjadi yang kedua. Saya datang untuk membawa Real Madrid kembali ke puncak, dan itu bukan proses yang bisa ditawar," ujarnya dalam sambutan yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Antusiasme publik Madrid terhadap kedatangan pelatih yang dijuluki "Si Spesialis Trofi" itu nyaris tak terbendung. Namun di balik euforia, ada pekerjaan rumah besar yang menunggu: menghentikan dominasi Barcelona yang musim lalu mengumpulkan 99 poin dan menjadi juara La Liga, unggul tiga angka dari Real Madrid. Duel sengit di papan atas klasemen itu kelak menjadi bumbu utama musim 2010/2011.

Rekam Jejak: dari Porto, Chelsea, hingga Treble Inter

Statistik karier Mourinho sebelum datang ke Madrid sulit dibantah. Di Porto, ia mengantar timnya meraih dua gelar liga plus trofi UEFA Cup 2003 dan Liga Champions 2004. Di Chelsea, dua gelar Premier League berturut-turut (2004/2005 dan 2005/2006) dibukukan dengan catatan pertahanan terbaik: hanya 15 gol kebobolan pada musim pertamanya — mesin clean sheet sejati. Di Inter, puncaknya terjadi pada 2009/2010 ketika Nerazzurri menyapu bersih treble.

Salah satu laga yang mengukuhkan reputasinya adalah semifinal Liga Champions melawan Barcelona milik Pep Guardiola. Inter menang agregat 3-2 lewat kemenangan 3-1 di San Siro meski kalah 0-1 di Camp Nou. Pada laga di Giuseppe Meazza itu, strategi bertahan rapat dan serangan balik cepat ala Mourinho bekerja sempurna: penguasaan bola Inter hanya sekitar 30 persen, tetapi efektivitas serangannya jauh lebih tinggi, termasuk eksekusi bola mati yang mematikan.

"Sepak bola bukan sekadar memiliki bola. Sepak bola adalah tentang memenangkan pertandingan," kata Mourinho, merangkum filosofi yang kelak ia bawa ke Bernabéu.

Formasi dan Gaya Main: Menjinakkan Barcelona

Di Real Madrid, Mourinho diperkirakan memakai formasi 4-2-3-1 dengan dua gelandang bertahan untuk melindungi lini belakang serta serangan sayap berkecepatan tinggi. Gaya ini adalah jawaban atas superioritas penguasaan bola Barcelona, yang di dua El Clásico musim lalu mencatatkan penguasaan bola di atas 65 persen dan memenangkan kedua pertemuan: 1-0 di Camp Nou lewat gol Ibrahimović dan 2-0 di Bernabéu dengan dua gol Messi.

Rivalitas Mourinho kontra Guardiola — dua pelatih dengan karakter bertolak belakang — kelak menjadi salah satu narasi terpanas sepak bola dunia dan mewarnai setiap El Clásico. Starting XI Real Madrid musim 2010/2011 pun digadang-gadang dibangun ulang: ia membawa Mesut Özil dan Sami Khedira dari Bundesliga, serta mengubah peran Cristiano Ronaldo dari sayap menjadi mesin gol yang lebih bebas bergerak. Hasilnya, musim pertama Mourinho di Madrid mencatatkan 102 gol di La Liga dan rangkaian clean sheet beruntun di Bernabéu, meski gelar liga tetap jatuh ke tangan Barcelona.

Puncak balas dendam itu datang di final Copa del Rey 2011, ketika Real Madrid menaklukkan Barcelona 1-0. Menit ke-103, sundulan Cristiano Ronaldo memecah kebuntuan di laga yang ketat, dan Bernabéu akhirnya merayakan trofi pertama era Mourinho. Menariknya, seluruh pertarungan taktik itu berlangsung di era sebelum VAR, ketika keputusan offside dan kartu kuning sepenuhnya bergantung pada mata wasit. Justru di tengah keterbatasan itu, Mourinho membangun reputasi sebagai ahli memenangkan detail kecil: dari skema bola mati, manajemen menit-menit akhir, hingga tekanan psikologis pada lawan.

Musim 2010/2011 memang belum berakhir dengan gelar Liga Champions. Namun langkah Mourinho di Bernabéu membuktikan satu hal: Real Madrid akhirnya memiliki pelatih yang tidak takut berdiri di depan Guardiola dan menyatakan bahwa takhta harus direbut. Dengan skor akhir musim sebagai pengadil, para penggemar sepak bola Indonesia tinggal menantikan apakah "The Special One" mampu menepati janji pertamanya di Madrid.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User