Aksi Garang Mourinho Warnai Kemenangan Real Madrid atas Espanyol

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Real Madrid atas Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 di RCDE Stadium, Sabtu malam WIB. Namun malam itu bukan sekadar milik tiga gol, melainkan juga milik Jose Mo...

Aug 28, 2026 - 17:03
0 0
Aksi Garang Mourinho Warnai Kemenangan Real Madrid atas Espanyol

Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Real Madrid atas Espanyol pada pekan ke-2 La Liga 2026/2027 di RCDE Stadium, Sabtu malam WIB. Namun malam itu bukan sekadar milik tiga gol, melainkan juga milik Jose Mourinho, sosok paling banyak dibicarakan di Barcelona. Pelatih asal Portugal itu hampir menerima kartu kuning kedua dari wasit setelah protes keras menyusul keputusan offside yang membatalkan gol kedua Los Blancos. Panitia penyelenggara mencatat Mourinho berdiri di area teknis selama lebih dari 70 menit dari total 90 menit pertandingan, rekor pribadinya musim ini.

Babak Pertama: Formasi dan Dominasi Real Madrid

Mourinho turun dengan formasi 4-3-3, menempatkan starting XI terbaiknya dengan gelandang bertahan yang bertugas memutus aliran bola Espanyol. Strategi itu langsung membuahkan hasil pada menit ke-17 ketika Vinicius Junior memecah kebuntuan lewat tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Gol itu lahir dari assist terukur Jude Bellingham yang melepaskan umpang terobosan menembus garis pertahanan tuan rumah. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola 61 persen untuk Real Madrid, berbanding 39 persen milik Espanyol. Shots on target pun timpang: 4 banding 1. Espanyol nyaris tidak keluar dari tekanan, hanya mengandalkan serangan balik cepat yang gagal menembus disiplin lini belakang tamu.

Menit ke-23, gelandang Espanyol melepaskan tendangan jarak jauh yang masih melambung di atas mistar. Dua menit kemudian, giliran Rodrygo yang menguji kiper tuan rumah dengan tembakan mendatar, tetapi masih bisa ditepis. Tekanan Real Madrid sempat berbuah gol kedua pada menit ke-38, namun VAR membatalkannya setelah menandai posisi offside penyerang Los Blancos saat menerima umpan. Keputusan inilah yang memicu kemarahan Mourinho. Ia berjalan ke sisi lapangan sambil bertepuk tangan sinis ke arah asisten wasit, gestur yang terekam kamera dan menjadi bahan perbincangan di media sosial hingga larut malam.

Babak Kedua: Perlawanan Espanyol dan Klimaks di Menit Akhir

Memasuki babak kedua, pelatih Espanyol mengubah formasi menjadi 4-4-2 dengan dua penyerang sekaligus demi menekan pertahanan Real Madrid. Hasilnya terlihat pada menit ke-71 ketika Javi Puado menyamakan kedudukan. Gol itu berawal dari sepak pojok yang dimenangi pemain tuan rumah di udara, menjadikan skor imbang 1-1 dan membuat suasana RCDE Stadium memanas. Sayangnya euforia itu hanya bertahan sekitar sepuluh menit. Real Madrid kembali mengambil inisiatif, dan pada menit ke-88 Kylian Mbappe mencetak gol penentu setelah menerima assist dari Vinicius yang melewati dua bek lawan di sisi kiri. Gol itu menjadi contoh transisi cepat yang sempurna: dari sapuan pemain bertahan hingga bola masuk gawang hanya butuh 9,2 detik.

Menit-menit akhir diwarnai kartu kuning untuk dua pemain Espanyol akibat protes berlebihan. Secara keseluruhan wasit mengeluarkan empat kartu kuning, tanpa kartu merah, dan tidak ada clean sheet bagi kedua kiper. Statistik akhir pertandingan mencatat penguasaan bola Real Madrid 58 persen, shots on target 7 banding 3, serta 12 pelanggaran untuk tuan rumah dan 9 untuk tim tamu. Total tembakan Los Blancos mencapai 17 kali, sementara Espanyol hanya melepaskan 8 percobaan.

Mourinho: Pemenang Taktik di Pinggir Lapangan

Jika pertandingan ini dinilai dari sisi taktik, Mourinho adalah bintangnya. Pergantian pemain di menit ke-60 dengan memasukkan pemain sayap murni mengubah ritme serangan Real Madrid, yang sebelumnya terlalu sering memotong ke tengah. Keputusan itu terbukti efektif: dari 9 tembakan Los Blancos di babak kedua, 6 di antaranya dilepaskan dari sisi kanan pertahanan Espanyol. Mourinho juga terlihat aktif berdiskusi dengan staf analisnya di sela pertandingan, sesuatu yang jarang terekam kamera pada musim-musim sebelumnya.

Setelah laga, suasana ruang ganti disebut jauh lebih tenang dari dugaan. Mourinho bahkan sempat berjabat tangan hangat dengan pemain Espanyol yang menyarankan agar ia menahan emosi di pertandingan berikutnya. Respons khas pelatih berusia 63 tahun itu: senyum lebar dan tepukan di pundak lawan bicaranya. Dengan kemenangan ini, Real Madrid mengoleksi enam poin dari dua laga dan memuncaki klasemen sementara La Liga 2026/2027. Sementara itu, Espanyol harus puas di peringkat kesembilan dengan tiga poin. Pekan depan, Los Blancos akan menjamu Sevilla di Santiago Bernabeu, dan satu hal yang pasti: kamera akan kembali mengarah ke area teknis untuk menangkap aksi berikutnya dari Jose Mourinho.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User