IHSG Sesi I Menguat 1,70% ke 5.792, Saham Konglomerasi-BUMN Ikut Melesat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan dengan performa gemilang pada Kamis (2/7). Berdasarkan laporan Beritainti.com, indeks acuan bursa saham Indonesia ini melesat hingg

Jul 08, 2026 - 00:25
0 0
IHSG Sesi I Menguat 1,70% ke 5.792, Saham Konglomerasi-BUMN Ikut Melesat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan dengan performa gemilang pada Kamis (2/7). Berdasarkan laporan Beritainti.com, indeks acuan bursa saham Indonesia ini melesat hingga level 5.792,16, mencerminkan optimisme investor yang masih tinggi terhadap prospek pasar modal domestik. Penguatan sebesar 1,70% ini menandai berlanjutnya momentum positif setelah beberapa hari sebelumnya bergerak fluktuatif, kali ini didorong oleh minat beli yang kuat pada saham-saham unggulan milik konglomerasi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Laju IHSG pada sesi pertama tidak hanya mantap di atas level psikologis 5.700, namun juga sempat menyentuh titik tertinggi hariannya di 5.806,71 pada awal perdagangan pagi. Sentuhan level tersebut menunjukkan adanya tekanan beli yang cukup agresif sesaat setelah pasar dibuka. Meskipun setelah itu indeks sedikit terkoreksi teknis, posisi penutupan sesi pertama tetap meninggalkan gap positif yang signifikan, memberikan harapan bagi pelaku pasar untuk kelanjutan reli di sesi kedua. Para pengamat pasar menilai, pergerakan ini menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja emiten besar masih menjadi bahan bakar utama bagi indeks.

Pendorong Utama: Saham Afiliasi Grup Besar dan BUMN

Media kami mencatat, kenaikan IHSG hari ini tidak terlepas dari pergerakan sejumlah saham yang terafiliasi dengan grup bisnis para konglomerat nasional. Saham-saham di sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan yang merupakan bagian dari ekosistem bisnis besar tampak mendominasi jajaran penggerak indeks (top movers). Selain itu, saham-saham pelat merah atau BUMN di bidang konstruksi dan energi juga ikut memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga laju IHSG tetap di zona hijau. Sirkulasi sentimen positif mengenai pemulihan ekonomi dan prospek proyek strategis nasional turut mendorong akumulasi pada saham-saham ini.

“Kenaikan yang didorong oleh saham-saham tertentu perlu dicermati, apakah didukung oleh perbaikan fundamental atau hanya euforia sesaat,” kata seorang analis yang dihubungi media kami, Kamis (2/7).

Aktivitas Perdagangan yang Solid

Ramainya apresiasi IHSG juga diiringi oleh volume dan nilai transaksi yang solid. Hingga jeda siang, bursa mencatat volume transaksi sebanyak 13,08 miliar lembar saham. Nilai transaksi yang berhasil dibukukan pun terpantau cukup tinggi, yaitu mencapai Rp 6,49 triliun dengan frekuensi perdagangan yang sangat masif, yakni sebanyak 925.909 kali. Angka ini menunjukkan bahwa likuiditas pasar sedang sangat dalam, di mana para investor, baik institusi maupun ritel, secara aktif melakukan transaksi jual-beli di tengah sentimen positif yang ada.

Dengan sisa sesi kedua yang masih berlangsung, pelaku pasar kini menaruh ekspektasi tinggi apakah IHSG mampu menutup perdagangan di atas level resisten terdekatnya atau justru terkena aksi profit taking. Hasil pantauan Beritainti.com di lapangan menunjukkan, mayoritas investor masih memilih untuk menahan posisinya (hold) sembari menanti rilis data ekonomi terbaru sebagai konfirmasi arah pasar selanjutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User