Harga LNG Industri Dipangkas, Andi Gani Harap Perusahaan Komitmen Tak PHK

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memberikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang memangkas harga liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri. Presiden KSPSI Andi Gani

Jul 08, 2026 - 18:30
0 0
Harga LNG Industri Dipangkas, Andi Gani Harap Perusahaan Komitmen Tak PHK

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memberikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang memangkas harga liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan, penurunan harga dari USD 23 per MMBTU menjadi USD 13 per MMBTU merupakan langkah konkret yang meringankan beban operasional perusahaan. Namun, ia juga mengingatkan agar para pengusaha menunjukkan komitmen nyata dengan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah mendapatkan keringanan biaya energi tersebut.

Kebijakan pemangkasan ini menjadi angin segar bagi industri padat energi yang selama ini mengandalkan gas sebagai bahan bakar utama produksi. Selisih penghematan yang mencapai 9 dolar per MMBTU dinilai mampu menekan biaya produksi secara signifikan, sehingga diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha dan pada akhirnya melindungi para pekerja dari ancaman PHK.

"Harga gas yang per hari ini 23 dolar per MMBTU turun sampai 13 dolar. Artinya ada penghematan 9 dolar per MMBTU. Kami meyakini bahwa hal ini sangat menolong usaha, industri yang menggunakan gas industri. Pasti, karena dapat menghemat 9 dolar. Tentu kami harapkan perusahaan juga harus benar-benar menunjukkan komitmen," ujar Andi Gani di Kantor DPP KSPSI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (29/6/2026).

Andi Gani menekankan bahwa insentif berupa penurunan harga LNG ini harus disikapi oleh dunia usaha dengan menjaga kestabilan tenaga kerja. Ia berharap tidak ada lagi alasan perusahaan melakukan efisiensi melalui pemangkasan karyawan di tengah keringanan biaya produksi yang sudah diberikan pemerintah. Serikat pekerja akan terus memantau dan memastikan komitmen tersebut dijalankan dengan baik di lapangan.

Kebijakan penurunan harga LNG industri ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah mencegah gelombang PHK massal akibat tekanan biaya energi global. Sebelumnya, sejumlah sektor industri menyampaikan keluhan bahwa tingginya harga gas membuat mereka kesulitan menjaga operasional dan daya saing. Dengan tarif baru yang lebih rendah, diharapkan utilisasi gas bumi domestik untuk keperluan industri dapat kembali meningkat.

Pengamat ketenagakerjaan menilai sinergi antara stimulus energi dan perlindungan tenaga kerja menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global. Komitmen bersama antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja menjadi fondasi agar pemulihan sektor industri berjalan beriringan dengan kesejahteraan para buruh.

Laporan ini dirangkum oleh tim redaksi Beritainti.com dari berbagai sumber terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Editor Ekonomi. Editor ringkasan isu bisnis dalam poin inti.

Comments (0)

User