Gianyar — 80 Sekolah di Bali Ramaikan Ajang Kepramukaan PAYSCCO IV

Penyelenggaraan Payangan Scout Competition (PAYSCCO) IV tahun ini mencatatkan sejarah baru dalam dinamika kepramukaan di Provinsi Bali. Kegiatan yang diini

Sep 14, 2026 - 11:10
0 0
Gianyar — 80 Sekolah di Bali Ramaikan Ajang Kepramukaan PAYSCCO IV

Penyelenggaraan Payangan Scout Competition (PAYSCCO) IV tahun ini mencatatkan sejarah baru dalam dinamika kepramukaan di Provinsi Bali. Kegiatan yang diinisiasi oleh Ambalan Sahadewa-Goridewi Gugus Depan SMAN 1 Payangan tersebut berhasil menarik antusiasme luar biasa dari puluhan pangkalan pendidikan lintas jenjang di berbagai kabupaten.

Lonjakan kepesertaan ini menunjukkan kebangkitan minat generasi muda terhadap pendidikan kepanduan modern yang memadukan keterampilan teknis, literasi digital, dan nilai kearifan lokal dalam pembentukan karakter.

Evolusi Partisipasi: Lonjakan Signifikan dari Tahun Sebelumnya

Berdasarkan data panitia pelaksana, edisi keempat kompetisi kepramukaan ini membukukan rekor partisipasi tertinggi sejak pertama kali digelar. Pertumbuhan ini merefleksikan perluasan jejaring serta peningkatan reputasi PAYSCCO sebagai barometer kompetisi kepramukaan bergengsi di Bali.

  1. Fase Inisiasi (Tahun 1–3): PAYSCCO dirintis sebagai ajang kompetisi regional dengan cakupan terbatas, di mana tahun sebelumnya hanya diikuti sekitar 30 sekolah.
  2. Fase Ekspansi (PAYSCCO IV): Jumlah partisipan melonjak tajam hingga mencapai 80 pangkalan sekolah dengan total 439 peserta terdaftar.
  3. Cakupan Lintas Jenjang: Partisipasi meluas mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga tingkat SMA/SMK se-Bali.
"Kalau dari sekolah, tahun ini paling banyak. Ada sekitar 80 sekolah dan 439 peserta. Tahun sebelumnya itu sekitar 30 sekolah," ujar Ketua Gugus Depan SMAN 1 Payangan, I Made Nurjaya Putra Mahardika.

Integrasi Nilai Filosofi: Harmoni Lingkungan dan Kecakapan Hidup

Di tengah pesatnya modernisasi, PAYSCCO IV mengusung tema Aji Nyangkraning Rat. Konsep ini mengandung pesan filosofis mendalam mengenai kebijaksanaan manusia dalam menjaga, merawat, dan memelihara kelestarian bumi guna mewujudkan keharmonisan ekosistem kehidupan.

Ketua Sangga Kerja PAYSCCO IV, Ni Kadek Diah Kirani, menggarisbawahi bahwa kompetisi ini tidak semata-mata memperebutkan gelar juara, melainkan menjadi inkubator pembentukan karakter generasi muda.

  • Penguatan Life Skills: Mengasah kemandirian, kedisiplinan, dan ketahanan fisik peserta di alam terbuka.
  • Pengembangan Problem Solving: Mendorong daya nalar kritis peserta dalam menghadapi skenario tantangan kepanduan.
  • Apresiasi Inovasi Pangkalan: Melibatkan penganugerahan predikat Gugus Kreatif untuk memacu tata kelola gugus depan yang progresif.

Diversifikasi 16 Cabang Lomba: Dari Tradisi hingga Ranah Digital

Sebagai wujud adaptasi terhadap perkembangan zaman, panitia merancang 16 cabang perlombaan dengan format hybrid (luring dan daring). Pendekatan ini memfasilitasi integrasi antara kecakapan tradisional, seni budaya, riset ilmiah, dan literasi teknologi informasi.

Kategori yang dipertandingkan meliputi keterampilan klasik seperti pionering dan Lomba Cerdas Tangkas (LCT), cabang seni budaya seperti Tari Condong, mendongeng, dan cipta baca monolog, hingga ranah akademik lewat Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Young Educator Scout (YES). Di sektor digital, kompetisi menghadirkan cabang live vlog, diorama, serta lomba poster digital dan cipta baca puisi yang diselenggarakan secara daring.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User