Fajar/Fikri Taklukkan Korea, Rebut Gelar China Open 2026
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, mengukir sejarah manis dengan merebut gelar juara China Open 2026 usai menundukkan perlawanan sengit pasangan Korea Selatan, Seo Seung ...
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, mengukir sejarah manis dengan merebut gelar juara China Open 2026 usai menundukkan perlawanan sengit pasangan Korea Selatan, Seo Seung Jae/Kang Min Hyuk, dalam pertarungan dua gim langsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Minggu (15/11). Skor akhir 21-18, 22-20 menegaskan dominasi mereka sepanjang turnamen level Super 1000 ini.
Jalannya Pertandingan
Finals yang menyajikan duel dua ganda top dunia ini berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal. Fajar/Fikri, yang menempati unggulan ketiga, langsung tancap gas dengan pola permainan agresif. Pada gim pertama, mereka sempat tertinggal 6-8 setelah Seo/Kang melancarkan serangan balik cepat. Namun, momen krusial terjadi di menit ke-11 saat interval, Fajar/Fikri berhasil menyamakan kedudukan 11-11 melalui smash silang Fikri yang tak mampu dikembalikan. Selepas interval, mereka terus menekan dan akhirnya merebut gim pembuka dengan skor 21-18, ditutup dengan dropshot mematikan dari Fajar.
Gim kedua berlangsung lebih dramatis. Pasangan Korea bangkit dengan pertahanan rapat dan perubahan strategi ke permainan drive panjang. Keunggulan sempat berpindah-pindah. Hingga skor 20-20, ketegangan mencapai puncak. Beruntung, pengalaman dan ketenangan Fajar/Fikri teruji saat mereka memanfaatkan kesalahan lawan di net dan sebuah service fault fatal dari Kang Min Hyuk yang mengakhiri pertandingan dengan keunggulan tipis 22-20.
Statistik dan Analisis Performa
Secara keseluruhan, Fajar/Fikri tampil lebih efektif dalam penyelesaian akhir. Data menunjukkan mereka mencatat 38 smash winner berbanding 25 milik lawan. Total durasi pertandingan adalah 53 menit. Keunggulan terlihat dari side out percentage yang mencapai 67% untuk Fajar/Fikri, sementara Seo/Kang hanya 54%. Akurasi servis juga menjadi pembeda: Fajar/Fikri hanya melakukan dua kali service fault sepanjang laga, sedangkan lawan empat kali termasuk di poin kritis penentu.
Fikri, yang kerap menjadi motor serangan, menyumbang 18 dari total 21 winner dari forecourt, menunjukkan mobilitas luar biasa di depan net. Sementara Fajar, dengan jangkauan lapangan belakang yang solid, menghasilkan 8 block defense sukses yang mematahkan ritme serangan Korea. Kombinasi ini membuktikan chemistry pasangan anyar ini semakin matang.
Pernyataan Usai Pertandingan
Pelatih ganda putra Pelatnas, Aryono Miranat, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. "Mereka bermain sangat disiplin hari ini. Strategi menekan servis lawan dan memaksa Seo/Kang untuk bermain angkat bola memberikan hasil. Kunci kemenangan ada di service game dan net play yang konsisten," ujarnya.
Fajar sendiri mengaku lega bisa meraih gelar Super 1000 pertama sejak dipasangkan dengan Fikri. "Ini awal yang baik. Kami masih terus belajar membaca karakter masing-masing. Tapi komunikasi di lapangan sudah jauh lebih nyambung. Target kami adalah menjaga konsistensi untuk turnamen berikutnya," tuturnya.
Perjalanan ke Puncak Podium
Jalan Fajar/Fikri menuju juara tidak mudah. Di babak pertama, mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, melalui rubber game ketat 18-21, 21-15, 21-19. Babak kedua relatif lebih mudah dengan menyingkirkan wakil tuan rumah, He Ji Ting/Zhou Hao Dong, straight game 21-14, 21-12. Perempat final menghadirkan ujian sesungguhnya saat mereka bertemu unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Dalam duel sengit, Fajar/Fikri menang 21-19, 16-21, 21-18. Semifinal kembali melawan wakil Korea, Choi Sol Gyu/Kim Won Ho, yang mereka kalahkan dua gim langsung 21-17, 21-16, memastikan langkah ke final.
Kemenangan ini sekaligus menjadi gelar kedua Fajar/Fikri tahun ini setelah Malaysia Masters 2026, dan makin mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu andalan Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
China Open 2026 sendiri merupakan turnamen bulu tangkis level Super 1000 dengan total hadiah USD 1.450.000. Kemenangan ini membawa pulang hadiah uang tunai sebesar USD 103.500 serta tambahan poin ranking BWF yang signifikan.
Comments (0)