Dolar AS Menguat ke Rp 17.871 pada Perdagangan Pagi Ini
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren penguatan terhadap rupiah pada awal sesi perdagangan hari ini. Berdasarkan pemantauan media kami terhadap pergerakan pasar, mata uang N
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren penguatan terhadap rupiah pada awal sesi perdagangan hari ini. Berdasarkan pemantauan media kami terhadap pergerakan pasar, mata uang Negeri Paman Sam berhasil menembus level psikologis baru di kisaran Rp 17.800-an, melanjutkan momentum positif yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan ini terjadi di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global yang masih menjadi sentimen dominan di pasar valuta asing.
Posisi Dolar AS di Pasar Spot
Data yang dihimpun Beritainti.com dari terminal perdagangan pada Selasa pagi (23/6/2026) menunjukkan pergerakan signifikan pada mata uang global tersebut. Tepat pada pukul 09.10 Waktu Indonesia Barat (WIB), dolar AS bertengger di level harga Rp 17.871. Posisi ini menunjukkan adanya penguatan sebesar 28 poin atau setara dengan 0,16% jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada hari sebelumnya. Pergerakan ini menandakan bahwa permintaan akan dolar AS masih cukup tinggi di pasar domestik, seiring dengan kebutuhan korporasi dan investor terhadap mata uang safe haven tersebut.
Dikutip dari data Bloomberg, Selasa (23/6/2026), sekitar pukul 09.10 WIB nilai tukar dolar AS berada di level Rp 17.871 atau menguat 28 poin (0,16%).
Pergerakan Dolar AS Terhadap Mata Uang Utama Lainnya
Sementara itu, jika diamati secara lebih luas, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya terpantau tidak seragam atau cenderung bervariasi. Laporan dari Beritainti.com mencatat bahwa indeks dolar AS bergerak mixed di hadapan mitra dagang utamanya. Di kawasan Asia, dolar AS berhasil membukukan penguatan terhadap yen Jepang, yang menunjukkan bahwa sentimen risk-on belum sepenuhnya mendominasi pasar regional. Penguatan serupa juga terlihat terhadap dolar Kanada dan dolar Hong Kong, menandakan bahwa mata uang AS masih menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Namun demikian, laju dolar AS tertahan dan justru mengalami pelemahan terhadap beberapa mata uang lainnya. Tercatat, dolar AS harus mengakui keunggulan franc Swiss yang dikenal sebagai aset lindung nilai tradisional. Selain itu, won Korea Selatan juga mampu mencuri keunggulan dari dolar AS pada sesi perdagangan kali ini. Pergerakan yang beragam ini mencerminkan bahwa pelaku pasar tengah mencermati rilis data ekonomi terbaru serta sinyal dari bank sentral masing-masing negara yang mempengaruhi volatilitas nilai tukar global.
Comments (0)