Cape Town Didesak Batalkan Suaka Babon yang Berujung Kepunahan

Rencana Pemerintah Kota Cape Town, Afrika Selatan, membangun suaka atau sanctuary bagi dua kelompok babon liar kembali menuai kontroversi. Fasilitas yang d

Oct 07, 2026 - 12:26
0 0
Cape Town Didesak Batalkan Suaka Babon yang Berujung Kepunahan

Rencana Pemerintah Kota Cape Town, Afrika Selatan, membangun suaka atau sanctuary bagi dua kelompok babon liar kembali menuai kontroversi. Fasilitas yang digadang-gadang sebagai solusi konflik manusia-satwa tersebut dinilai membawa "tanggal kedaluwarsa" bagi populasi babon setempat. Pasalnya, babon yang dipindahkan ke dalam kandang akan dijamin keamanannya, diberi makan, namun dikebiri atau dicegah berkembang biak — sehingga cepat atau lambat kelompok tersebut akan punah secara perlahan di balik pagar.

Kritik itu disampaikan sejumlah organisasi pemerhati satwa dan aktivis lingkungan yang menamakan diri wild lifers. Mereka menilai suaka tersebut bukanlah perlindungan jangka panjang, melainkan jalan pintas menuju kepunahan lokal dua pasukan babon (troop) yang selama ini hidup bebas di wilayah Semenanjung Cape. Menurut mereka, babon-babon itu akan "aman, diberi makan, dan tidak akan pernah memiliki bayi lagi. Pada akhirnya, tidak akan ada yang tersisa."

Kami tidak menolak keselamatan babon, tetapi suaka yang mematikan reproduksi bukanlah solusi. Itu hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Kronologi dan Latar Belakang Konflik

Perdebatan ini muncul setelah serangkaian insiden antara babon dan warga di kawasan pinggiran Cape Town. Berikut rangkaian peristiwa yang membentuk polemik tersebut:

  1. Meningkatnya konflik manusia-satwa. Babon liar kerap masuk permukiman untuk mencari makanan, memicu keluhan warga dan laporan kerusakan properti.
  2. Wacana suaka digulirkan. Pemerintah kota mengusulkan pembangunan fasilitas khusus sebagai tempat pengasingan dua kelompok babon, dengan alasan keamanan publik dan hewan.
  3. Munculnya penolakan. Aktivis menyoroti bahwa babon di suaka akan dicegah berkembang biak, sehingga populasi tidak berkelanjutan.
  4. Permintaan alternatif. Penentang mendesak agar metode lain — seperti pengelolaan sampah, pagar, edukasi warga, dan pengendalian perilaku non-invasif — diuji lebih dulu sebelum generasi terakhir babon dipagari.
  5. Desakan evaluasi. Mereka menuntut kajian independen atas dampak jangka panjang suaka sebelum keputusan final diambil.

Kekhawatiran Etis dan Ekologis

Poin utama keberatan bukan sekadar soal kesejahteraan fisik babon, melainkan soal hak mereka untuk bereproduksi dan mempertahankan keberadaan spesies. Bagi para penentang, memastikan babon "bebas dari kebebasan" (free of freedom) adalah ironi: hewan itu terbebas dari ancaman perburuan dan kelaparan, tetapi sekaligus kehilangan masa depan biologisnya. Dalam beberapa dekade, tanpa keturunan, kelompok tersebut akan hilang sama sekali.

Aktivis juga mempertanyakan efektivitas suaka sebagai solusi jangka panjang. Jika dua pasukan babon diisolasi, namun populasi liar lain di sekitarnya tidak ditangani secara sistemik, konflik yang sama berpotensi terulang. Mereka mendorong pendekatan berbasis ekosistem: mengelola sumber daya makanan, memperbaiki manajemen limbah, serta melibatkan warga dalam koeksistensi yang berkelanjutan.

Alternatif yang Diminta Diuji

Alih-alih langsung membangun suaka, para penentang meminta sejumlah opsi diuji lebih dulu:

  • Pengelolaan sampah dan pasokan makanan agar babon tidak tertarik masuk ke permukiman.
  • Penghalang fisik dan jalur koridor untuk memisahkan wilayah babon dan warga.
  • Edukasi publik tentang perilaku aman menghadapi babon.
  • Pemantauan populasi yang transparan dan berbasis data ilmiah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final mengenai pembangunan suaka. Namun tekanan publik terus menguat, menuntut agar "generasi terakhir" babon di balik pagar bukanlah akhir dari kisah mereka, melainkan titik balik koeksistensi yang lebih adil antara manusia dan satwa liar di Cape Town.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User