Berita Duka: Gajah Indro Tutup Usia di Taman Nasional Tesso Nilo

Dunia konservasi Indonesia tengah berduka. Seekor gajah sumatera jinak berjenis kelamin jantan yang bernama Indro dinyatakan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Ria

Jul 07, 2026 - 23:28
0 1
Berita Duka: Gajah Indro Tutup Usia di Taman Nasional Tesso Nilo

Dunia konservasi Indonesia tengah berduka. Seekor gajah sumatera jinak berjenis kelamin jantan yang bernama Indro dinyatakan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau. Gajah yang telah berusia 45 tahun ini menghembuskan napas terakhirnya pada dini hari tadi, menjadi pukulan berat bagi upaya pelestarian satwa dilindungi di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun Beritainti.com dari lapangan menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Indro beberapa waktu terakhir memang mengalami penurunan. Mamalia besar itu dilaporkan kehilangan nafsu makan secara signifikan. Tim medis dan perawat satwa dari pihak Balai TNTN telah berupaya maksimal memberikan perawatan intensif untuk memulihkan kondisi Indro. Namun, berbagai upaya pertolongan tersebut belum mampu menyelamatkan nyawanya.

Kepergian yang Mengejutkan di Waktu Subuh

Kabar duka ini menyebar dengan cepat di kalangan pegiat lingkungan. Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, memberikan konfirmasi resmi mengenai musibah ini. Menurut penuturannya, gajah Indro resmi dinyatakan mati sekitar pukul 03.45 WIB. Kematian terjadi begitu cepat meskipun petugas jaga telah berusaha melakukan pertolongan darurat begitu tanda-tanda vital satwa tersebut melemah.

Heru Sutmantoro dalam keterangannya kepada Beritainti.com mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya gajah pusat rehabilitasi tersebut.

"Kami tentu sangat kehilangan atas matinya gajah Indro ini. Kami ketahui mati dini hari tadi. Petugas coba berikan pertolongan, tapi sudah tidak bisa," ucapnya dengan nada berduka, Senin (29/6/2026).

Pihak Balai TNTN saat ini masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian satwa yang sudah didomestikasi sejak lama tersebut. Dugaan sementara mengarah pada komplikasi penyakit akibat penurunan nafsu makan yang berkepanjangan, namun tim medis belum dapat memastikan sebelum hasil nekropsi resmi keluar. Kehilangan ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi TNTN dalam menjaga populasi gajah sumatera yang semakin terancam punah, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi konservasi satwa liar di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User