Belanja di Montenapoleone Tembus 2.379 Euro, Sewa Toko Ikut Naik
MILAN — Via Montenapoleone, jantung Quadrilatero della Moda Milan, kembali mencatatkan rekor baru di dunia ritel mewah. Berdasarkan data terbaru sektor kom
MILAN — Via Montenapoleone, jantung Quadrilatero della Moda Milan, kembali mencatatkan rekor baru di dunia ritel mewah. Berdasarkan data terbaru sektor komersial, rata-rata belanja per transaksi pelanggan di jalan ini melonjak hingga 2.379 euro, atau setara sekitar Rp41 juta. Capaian tersebut menegaskan Montenapoleone sebagai pusat belanja barang mewah paling bergengsi di Eropa.
Namun, kabar menggembirakan bagi peritel itu diiringi kabar lain yang tak kalah mencengangkan: harga sewa toko di Montenapoleone juga ikut meroket ke level termahal di dunia. Jalan sepanjang sekitar 350 meter di pusat kota Milan ini kini memegang dua rekor sekaligus, yaitu nilai belanja pelanggan tertinggi dan kanopi sewa termahal untuk ruang komersial. Kombinasi daya beli konsumen kelas atas dan kelangkaan ruang membuat kawasan ini menjadi magnet bagi rumah mode global seperti Prada, Gucci, Louis Vuitton, dan Versace.
Berita ini dirangkum dari laporan media ekonomi Italia yang menyoroti dinamika kawasan belanja mewah tersebut. Jalan Montenapoleone merupakan pusat dari Quadrilatero della Moda, distrik mode paling ikonik di Milan yang menjadi tujuan utama wisatawan dan pemburu barang mewah dari seluruh dunia.
Rekor Belanja yang Terus Bertumbuh
Angka 2.379 euro per transaksi bukan sekadar statistik. Angka itu mencerminkan pergeseran perilaku konsumen kelas atas yang semakin berani mengeluarkan uang untuk barang-barang bermerek. Sebagai perbandingan, rata-rata belanja per transaksi di pusat perbelanjaan biasa di Italia hanya berkisar puluhan hingga ratusan euro, jauh di bawah nominal yang tercatat di Montenapoleone.
- 2.379 euro — rata-rata belanja per transaksi di Montenapoleone
- Rp41 juta — perkiraan nilai belanja per transaksi dalam rupiah
- Nomor satu dunia — peringkat kanopi sewa ruang komersial Montenapoleone
Lonjakan belanja ini didorong oleh kembalinya wisatawan kaya, terutama dari Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Asia, yang menjadikan Milan salah satu destinasi belanja utama Eropa. Musim liburan dan pekan mode Milan (Milano Fashion Week) juga menjadi pemicu naiknya transaksi di butik-butik mewah sepanjang jalan tersebut.
Kronologi Kenaikan dari Pandemi hingga Rekor Baru
Perjalanan Montenapoleone menuju rekor ini berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, diwarnai pasang surut ekonomi global. Berikut urutan kronologisnya:
- 2020–2021 — Pandemi Covid-19 melumpuhkan sektor ritel global, termasuk Milan, dan arus wisatawan internasional nyaris berhenti total.
- 2022 — Pembukaan kembali perbatasan memicu gelombang revenge spending atau belanja balas dendam dari konsumen yang lama terkekang pembatasan.
- 2023 — Permintaan ruang komersial di Montenapoleone melonjak; sejumlah merek global berlomba mengamankan lokasi strategis.
- 2024 — Rata-rata belanja per transaksi menembus 2.379 euro, beriringan dengan kenaikan kanopi sewa ke posisi termahal dunia.
Menurut pelaku properti komersial, tren ini menunjukkan bahwa kawasan mewah Milan kini menjadi barometer utama kesehatan pasar ritel kelas atas di Eropa. Permintaan yang terus tumbuh dari merek global membuat setiap meter persegi di jalan ini bernilai sangat tinggi.
"Montenapoleone bukan lagi sekadar jalan belanja, melainkan indikator utama kekuatan pasar mewah global. Selama permintaan konsumen kaya tetap tinggi, rekor-rekor baru akan terus tercipta."
Sewa Termahal Dunia, Merek Tetap Rela Bayar
Di sisi lain, kenaikan kanopi sewa membuat Montenapoleone menggeser Upper Fifth Avenue di New York dan Tsim Sha Tsui di Hong Kong sebagai jalan termahal di dunia untuk menyewa toko. Meski biayanya fantastis, merek-merek besar tetap antre masuk karena lokasi ini dianggap sebagai panggung pamungkas citra merek mewah.
Fenomena ini menarik dicermati. Di tengah perlambatan ekonomi global dan suku bunga tinggi, sektor ritel mewah justru menunjukkan ketangguhan yang langka. Para analis menilai daya tahan ini ditopang konsumen super kaya yang relatif kebal terhadap gejolak ekonomi makro.
Dampak bagi Peta Ritel Global
Rekor Montenapoleone diprediksi berdampak pada pergerakan harga sewa di kawasan premium kota-kota besar lain, dari London, Paris, hingga Dubai. Pemilik gedung di kawasan mewah akan semakin berani menaikkan harga, sementara merek menengah akan kesulitan bersaing dan semakin terpinggir ke lokasi sekunder.
Bagi pengamat, Montenapoleone menjadi cermin bagaimana sektor ritel mewah justru menjadi pemenang di tengah ketidakpastian ekonomi. Selama permintaan konsumen kelas atas terus tumbuh, jalan ikonik di pusat Milan itu dipastikan akan mencatatkan rekor-rekor baru di masa mendatang.
[SOCIAL_TWEET]: Rata-rata belanja di Via Montenapoleone, Milan, tembus 2.379 euro per transaksi! Sewa toko di kawasan ini juga jadi termahal di dunia. #Montenapoleone #RitelMewah #Milan[SOCIAL_TG]: 🔥 Montenapoleone catat rekor baru: belanja rata-rata 2.379 euro per transaksi dan sewa toko termahal dunia. Baca berita lengkapnya di Beritainti.com.
Comments (0)