Wali Kota Manchester Janji Bereskan Gangguan Sehari-hari Warga

MANCHESTER — Wali Kota Manchester, Andy Burnham, kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan janji politik yang terdengar sederhana namun menyentuh

Aug 24, 2026 - 17:39
0 0
Wali Kota Manchester Janji Bereskan Gangguan Sehari-hari Warga

MANCHESTER — Wali Kota Manchester, Andy Burnham, kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan janji politik yang terdengar sederhana namun menyentuh keseharian jutaan warga: membereskan gangguan-gangguan kecil yang selama ini menggerogoti kesabaran sekaligus kantong masyarakat. Janji itu langsung memicu perdebatan hangat di media sosial di tengah menguatnya fenomena yang oleh Business Insider disebut sebagai "annoyance economy" atau ekonomi kejengkelan.

Istilah tersebut merujuk pada sederet frustrasi harian yang membuat warga semakin miskin atau perlahan-lahan gila karena kesal: kerumitan membatalkan langganan layanan digital, biaya tersembunyi, harga yang berubah hanya karena jejak cookie, toilet umum yang nyaris tak pernah ditemukan, hingga lubang jalan yang tak kunjung ditambal. Istilah ini pertama kali diperkenalkan melalui laporan Business Insider pada Maret 2026 dan langsung menjadi bahan perbincangan luas, termasuk di kalangan pemimpin kota di berbagai negara.

Janji Burnham dan Politik Lubang Jalan

Burnham, yang dikenal sebagai tokoh oposisi yang vokal terhadap kebijakan pemerintah pusat Inggris, tampaknya mengadopsi strategi baru: jika masalah-masalah besar sulit diselesaikan dalam waktu dekat, maka masalah-masalah kecil bisa dijadikan panggung pembuktian. Para pengamat menyebut pendekatan ini sebagai "pothole politics" atau politik lubang jalan, yaitu cara memenangkan hati pemilih dengan menangani keluhan-keluhan remeh yang setiap hari mereka hadapi.

Kolumnis The Guardian, Emma Beddington, dalam tulisannya yang terbit pada akhir pekan lalu, mengaku belum sepenuhnya terpikat oleh gaya politik semacam itu. Namun, ia mengakui bahwa banyak perubahan kecil yang justru paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, jauh lebih nyata dibandingkan janji-janji besar yang kerap menguap begitu pemilu usai.

"Politik lubang jalan belum berhasil memikat saya, tetapi saya tahu sejumlah perubahan yang bisa mengubah segalanya," tulis Beddington dalam kolomnya.

Kronologi Menguatnya Gerakan Melawan Ekonomi Kejengkelan

Fenomena perlawanan terhadap gangguan-gangguan sehari-hari ini tidak muncul dalam semalam. Berikut urutan peristiwa yang menandai menguatnya gerakan tersebut:

  1. Maret 2026 — Business Insider menerbitkan laporan khusus yang memperkenalkan istilah "annoyance economy" dan menyoroti praktik bisnis yang sengaja mempersulit pelanggan demi menjaga keuntungan.
  2. Sepanjang tahun 2026 — Wali Kota New York, Zohran Mamdani, memulai kampanye melawan berbagai gangguan harian dan merespons langsung unggahan warga yang menandai dirinya dengan tagar "Mamdani, fix this".
  3. Pertengahan 2026 — Popularitas Mamdani merambah Inggris; warganet Inggris bahkan mulai bercanda meminta wali kota New York itu menangani masalah-masalah mereka sehari-hari.
  4. Akhir Agustus 2026 — Burnham menanggapi gelombang sentimen tersebut dengan janji resmi membereskan gangguan sehari-hari warga Manchester.

Lima Gangguan yang Paling Sering Dikeluhkan

Dari berbagai keluhan yang mengalir di media sosial dan forum warga, setidaknya ada lima gangguan yang paling sering disebut dan paling terasa dampaknya:

  • Kerumitan membatalkan langganan — banyak perusahaan sengaja membuat proses pembatalan berbelit-belit agar pelanggan menyerah dan terus membayar.
  • Biaya tersembunyi — harga yang terpampang di etalase kerap berbeda dengan jumlah yang harus dibayar di kasir atau saat checkout.
  • Diskriminasi harga berbasis cookie — konsumen yang baru saja mencari suatu produk bisa dikenai harga lebih tinggi saat kembali mengunjungi situs yang sama.
  • Toilet umum yang langka — sulitnya menemukan fasilitas publik menjadi keluhan klasik di berbagai kota besar di dunia.
  • Lubang jalan — jalan berlubang tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Fenomena Global, Termasuk Indonesia

Menariknya, fenomena ini tidak hanya terjadi di Inggris atau Amerika Serikat. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, keluhan serupa kerap menjadi bahan perbincangan warganet, mulai dari aplikasi berlangganan yang sulit dihentikan, layanan pelanggan yang sulit dihubungi, hingga infrastruktur jalan yang memprihatinkan. Perbedaannya, di banyak kota di Indonesia, keluhan-keluhan ini belum sampai melahirkan gerakan politik terorganisir seperti yang dilakukan Mamdani di New York.

Para ekonom berpendapat bahwa praktik semacam ini adalah hasil dari desain industri yang menempatkan keuntungan jangka pendek di atas kenyamanan konsumen. Ketika pelanggan kesulitan keluar dari suatu layanan, pendapatan perusahaan justru dianggap lebih stabil. Karena itu, sebagian perusahaan tidak memiliki insentif untuk mempermudah proses pembatalan atau menghapus biaya-biaya tersembunyi.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Pertanyaan besarnya kini: apakah janji Burnham akan benar-benar dieksekusi, atau sekadar strategi pencitraan menjelang kontestasi politik berikutnya? Sejarah menunjukkan bahwa janji-janji kecil sering kali lebih mudah diucapkan daripada direalisasikan. Namun, tekanan publik yang meluas bisa menjadi pendorong nyata bagi pemerintah kota untuk bertindak, terutama karena keluhan-keluhan tersebut kini terekam secara terbuka di media sosial.

Beddington sendiri menutup tulisannya dengan nada setengah bercanda. Ia menyebut keyakinannya yang tidak rasional bahwa Mamdani tengah "mengurus" anaknya yang tinggal di New York. Jika seorang pemimpin kota di seberang Atlantik bisa merespons keluhan warganya satu per satu hingga viral di Inggris, mengapa pemimpin lokal di Inggris tidak bisa melakukan hal yang sama?

[SOCIAL_TWEET]: Wali Kota Manchester janji bereskan gangguan sehari-hari warga: lubang jalan, biaya tersembunyi, hingga langganan yang sulit dibatalkan. Ini 'annoyance economy' yang sedang ramai diperbincangkan! #Manchester #KebijakanPublik[SOCIAL_TG]: 🗞️ Politik lubang jalan: Wali Kota Manchester berjanji bereskan gangguan sehari-hari warga. Simak fenomena 'annoyance economy' yang viral di media sosial.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User