Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina 2-1
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, 20 Juli 2026. Namun angka itu tak pernah cukup menggambarkan drama di ...
Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, 20 Juli 2026. Namun angka itu tak pernah cukup menggambarkan drama di lapangan: pada menit ke-88, insiden handball Marc Cucurella memicu keributan besar. Lionel Messi menunjuk ke arah bek bernomor punggung 24 itu, gelandang Argentina bernomor punggung 24, Enzo Fernandez, beradu argumen dengan wasit Slavko Vincic, hingga VAR akhirnya berbicara dan memutuskan tidak ada penalti. Keputusan itu sekaligus mengunci gelar Piala Dunia kedua bagi La Roja.
Babak Pertama: Superioritas Spanyol di Lini Tengah
Sejak peluit pertama, formasi 4-3-3 racikan Luis de la Fuente langsung mendominasi. Spanyol mencatatkan penguasaan bola 58 persen pada 45 menit pertama dengan umpan-umpan pendek khas tiki-taka, sementara Argentina memilih blok rendah berformasi 4-4-2 dan mengandalkan transisi cepat. Menit ke-23, Lamine Yamal menusuk dari sayap kanan, memotong ke dalam, lalu mengirim umpan terobosan untuk Nico Williams. Nicolas Tagliafico terlambat menutup ruang dan Williams melepaskan tendangan first-time ke tiang jauh. 1-0. Assist Yamal, gol kelima Williams sepanjang turnamen.
Argentina nyaris tidak punya jawaban pada babak pertama. Emiliano Martinez menjadi pemain tersibuk dengan tiga penyelamatan, termasuk menepis tembakan Pedri dari sudut sempit di menit ke-31. Spanyol akhirnya menggandakan keunggulan di menit ke-41 lewat sepakan jarak jauh Pedri yang memanfaatkan assist Fabian Ruiz setelah skema sepak pojok pendek. Shots on target babak pertama mencolok: 5-1 untuk Spanyol. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum dan Argentina harus mengubah banyak hal.
Babak Kedua: Kebangkitan Albiceleste dan Penalti Messi
Lionel Scaloni bereaksi cepat. Dua pergantian sekaligus di awal babak kedua menghadirkan Nicolas Gonzalez dan Leandro Paredes untuk menambah daya serang, sekaligus menggeser formasi menjadi 3-4-3. Tekanan langsung meningkat. Penguasaan bola Argentina naik hingga 55 persen di babak kedua, dan Messi mulai menemukan ruang di antara lini tengah dan pertahanan Spanyol.
Menit ke-67, De Paul menerima kartu kuning setelah menjegal Rodri dengan keras, sebuah sinyal frustrasi yang membayangi permainan. Empat menit kemudian Argentina mendapat peluang emas lewat sundulan Lautaro Martinez yang masih bisa dihalau Unai Simon. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-78: Lautaro dijatuhkan Rodri di dalam kotak penalti dan Slavko Vincic tanpa ragu menunjuk titik putih. Messi yang mengambil alih eksekusi menaklukkan Unai Simon dengan tendangan ke sisi kiri. 2-1, gol ke-14 Messi di Piala Dunia sepanjang kariernya. Stadion bergemuruh dan sisa waktu menjadi milik Argentina yang menekan tanpa henti.
Menit ke-88: Kontroversi Cucurella dan Momen Messi yang Panas
Drama terbesar justru datang menjelang akhir. Dari sepak pojok, bola hasil sundulan Otamendi membentur tangan kiri Marc Cucurella yang terangkat saat ia menjaga keseimbangan. Messi langsung menghampiri, menunjuk ke arah bek bernomor punggung 24 itu, sementara Enzo Fernandez ikut mendesak wasit. Slavko Vincic memeriksa lewat VAR selama hampir tiga menit, namun putusannya tegas: tidak ada penalti karena posisi tangan dinilai wajar dan bola datang dari jarak dekat. Messi dan kapten Spanyol, Rodri, sempat berdebat sengit hingga peluit panjang berbunyi.
"Kami tahu final akan berjalan seperti ini," ujar Luis de la Fuente. "Argentina adalah tim luar biasa dengan pemain terbaik sepanjang masa. Tapi tim ini bermain dengan hati, dan keputusan VAR berpihak pada aturan, bukan pada siapa pun."
Di sisi lain, Lionel Scaloni memilih legawa. "Kami kecewa, tentu saja. Tapi jika aturannya memang seperti itu, kami menerimanya. Anak-anak sudah berjuang hingga detik terakhir dan itu yang terpenting," ujarnya dalam konferensi pers.
Statistik Akhir dan Warisan Pertandingan
Statistik akhir menegaskan kualitas kedua tim: penguasaan bola 54-46 untuk Spanyol, shots on target 7-5, pelanggaran 12-16, serta tiga kartu kuning untuk Argentina dan satu untuk Spanyol. Tidak ada pemain yang diusir, namun intensitas pertandingan terasa seperti medan perang. Spanyol menuntaskan Piala Dunia 2026 dengan rekor sempurna, sementara Argentina harus menerima kenyataan pahit bahwa mimpi Messi mempertahankan gelar berakhir di ambang trofi.
Momen Messi menunjuk Cucurella akan menjadi salah satu gambar abadi turnamen ini. Bukan karena penalti yang tak kunjung datang, melainkan karena ia menegaskan dirinya masih menjadi pusat segalanya di usia senja kariernya. Skor akhir 2-1, Spanyol juara, Argentina runner-up, dan sejarah mencatat final Piala Dunia 2026 sebagai salah satu pertandingan paling dramatis yang pernah disaksikan di East Rutherford.
Comments (0)