10 Ribu Kontainer Tertahan di Priok, Bea Cukai: BYD dan Wuling Sengaja Lambat Keluarkan Barang

Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama angkat bicara terkait menumpuknya sekitar 10 ribu kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam penjelasannya, ia mene

Jul 08, 2026 - 00:51
0 1
10 Ribu Kontainer Tertahan di Priok, Bea Cukai: BYD dan Wuling Sengaja Lambat Keluarkan Barang

Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama angkat bicara terkait menumpuknya sekitar 10 ribu kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam penjelasannya, ia menepis anggapan bahwa birokrasi administrasi kepabeanan menjadi biang keladi dari penumpukan tersebut.

Menurut laporan yang diterima media kami, penumpukan justru terjadi karena para importir tidak segera mengeluarkan barang-barang mereka dari area pelabuhan setelah proses administrasi kepabeanan rampung. Kontainer-kontainer tersebut dibiarkan mengendap terlalu lama di terminal.

"Ketika kontainer-kontainer sudah mengalami pengeluaran barang, ini masih terjadi penumpukan karena para pelaku tidak dengan segera melakukan pengeluaran," tegas Djaka dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Importir Otomotif Jadi Sorotan

Djaka secara spesifik menyoroti perilaku sejumlah importir besar yang menjadikan area pelabuhan sebagai tempat penyimpanan jangka pendek. Ia mencontohkan pabrikan otomotif asal China, BYD dan Wuling, yang disebut sengaja memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk menampung barang impor mereka.

Dalam pemaparannya, Djaka mengungkapkan bahwa kedua perusahaan tersebut membiarkan kontainer milik mereka tidak bergerak keluar dari area pelabuhan setidaknya selama tiga hari. Praktik inilah yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap membeludaknya jumlah kontainer di lapangan penumpukan Tanjung Priok.

"Ini contoh, BYD dan Wuling barangnya dibiarkan di pelabuhan selama tiga hari. Mereka memanfaatkan pelabuhan sebagai gudang sementara tanpa biaya," beber Djaka di hadapan para anggota dewan.

Kondisi ini memicu pertanyaan dari berbagai pihak mengenai perlunya penegakan aturan yang lebih ketat agar area pelabuhan tidak disalahgunakan. Bea Cukai menegaskan bahwa secara regulasi, kewenangan pengawasan barang di area terbatas tersebut bukan sepenuhnya berada di tangan mereka begitu dokumen kepabeanan telah diselesaikan.

Ketika kontainer-kontainer sudah mengalami pengeluaran barang, ini masih terjadi penumpukan karena para pelaku tidak dengan segera melakukan pengeluaran

Pihak Bea Cukai berharap kesadaran para importir untuk segera menarik barang dari pelabuhan dapat meningkat, terutama bagi pemain besar di industri otomotif yang volume impornya sangat tinggi. Tanpa adanya pergerakan cepat dari pihak swasta, problem penumpukan di gerbang logistik nasional ini dikhawatirkan akan kembali berulang di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User