Terdampak Aksi Mahasiswa, Sopir Mobil Box Rehat di Tengah Penutupan Jalan Sudirman
Jakarta – Sejumlah sopir kendaraan niaga terpaksa menghentikan perjalanan dan beristirahat di badan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu siang (22/1). Penutupan ruas jalan protokol ter
Jakarta – Sejumlah sopir kendaraan niaga terpaksa menghentikan perjalanan dan beristirahat di badan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu siang (22/1). Penutupan ruas jalan protokol tersebut terjadi menyusul aksi unjuk rasa mahasiswa yang memblokade arus lalu lintas di kawasan Patung Kuda hingga Bundaran HI. Akibatnya, kendaraan dari arah Selatan menuju pusat kota tidak bisa melintas.
Berdasarkan pantauan media kami di lapangan, puluhan mobil box dan truk kecil tampak menepi di sisi kiri jalan. Beberapa sopir terlihat turun dari kendaraan, duduk di atas trotoar, bahkan ada yang membentangkan tikar untuk sekadar melepas lelah. Mereka mengaku sudah terjebak sejak pukul 10.00 WIB dan tidak mendapat kepastian kapan jalan akan kembali normal.
“Saya mau kirim barang ke Pasar Tanah Abang, tapi tiba-tiba jalan ditutup. Daripada mesin terus menyala dan boros solar, lebih baik saya parkir dulu sambil nunggu,” ujar Sunarto, seorang sopir mobil box pengangkut kue kering, kepada tim liputan kami.
Tidak Ada Sosialisasi Penutupan Jalan
Para sopir mengeluhkan tidak adanya informasi dini soal aksi massa tersebut. Mereka baru mengetahui penutupan jalan setelah terjebak kemacetan panjang yang tak biasa. Ardi, sopir ekspedisi yang membawa paket daring, mengaku sempat mencoba mencari jalur alternatif melalui Jalan Gatot Subroto, namun akses juga sudah ditutup petugas. “Saya putar-putar malah balik lagi ke sini. Akhirnya pasrah,” katanya.
Beberapa pengemudi memanfaatkan waktu istirahat untuk mengisi perut. Warung-warung kelontong di sekitar lokasi mendadak ramai pembeli. Seorang pedagang kopi keliling bernama Herman mengaku senang mendapat rezeki dadakan. “Biasanya sepi, sekarang banyak sopir yang beli kopi dan gorengan,” ujarnya sambil menyeduh air panas.
Dampak Meluas Hingga ke Distribusi Barang
Penutupan Jalan Sudirman tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu rantai pasok barang. Laporan yang dihimpun media kami dari para sopir menyebutkan bahwa mereka khawatir keterlambatan akan berakibat pada potongan upah atau komplain dari pemilik usaha. “Kalau telat, biasanya kami yang kena semprot. Padahal ini bukan salah kami,” keluh Dimas, sopir yang membawa muatan sayuran segar.
Hingga berita ini ditulis, arus lalu lintas di sekitar Jalan Sudirman masih belum sepenuhnya pulih. Petugas kepolisian tampak berupaya mengalihkan kendaraan ke sejumlah ruas jalan alternatif, namun volume kendaraan yang tinggi membuat kemacetan tak terelakkan. Sementara itu, massa aksi masih bertahan menyampaikan tuntutan mereka di depan Gedung DPR/MPR.
“Kami hanya ingin kondisi segera normal. Kasihan barang yang saya bawa, ada yang mudah basi. Kalau bisa, aparat cepat membuka jalan,” ujar Dimas penuh harap.
Para sopir berharap ada koordinasi yang lebih baik di masa depan antara pihak penyelenggara aksi, kepolisian, dan masyarakat pengguna jalan, agar aktivitas perekonomian tidak terlalu terganggu. Bagi mereka, Jalan Sudirman bukan sekadar lintasan utama, melainkan urat nadi pencarian nafkah sehari-hari.
Comments (0)