Yogyakarta — Kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri India Tarik Investasi Raksasa untuk Candi Prambanan

Langkah diplomatik Presiden Prabowo Subianto yang mendampingi Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan ke Candi Prambanan pada Rabu (8/7) membuk

Jul 09, 2026 - 11:34
0 1
Yogyakarta — Kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri India Tarik Investasi Raksasa untuk Candi Prambanan

Langkah diplomatik Presiden Prabowo Subianto yang mendampingi Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan ke Candi Prambanan pada Rabu (8/7) membuka lembaran baru bagi ekonomi pariwisata dan konservasi warisan budaya nasional. Di balik sesi foto dan ramah tamah, terdapat sinyal kuat penguatan kolaborasi ekonomi bilateral yang digerakkan oleh BUMN Holding Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. InJourney mengambil peran sentral sebagai katalisator yang menerjemahkan momentum politik tingkat tinggi ini menjadi kerja sama teknis dan investasi asing langsung (FDI) untuk menyelamatkan sekaligus mengkomersialkan kawasan Candi Prambanan.

Menghidupkan Warisan Dunia dengan Anggaran Triliunan Rupiah

Konservasi Candi Prambanan bukan sekadar proyek restorasi batu andesit biasa. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini memerlukan penanganan struktural berkelanjutan yang berbiaya tinggi. InJourney melalui anak usahanya, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, mengestimasi kebutuhan pendanaan konservasi dan revitalisasi kawasan selama lima tahun ke depan mencapai Rp1,2 triliun. Pendanaan masif ini tidak mungkin hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau kas internal perseroan.

Kehadiran delegasi India, negara dengan ikatan historis-religius kuat terhadap situs Hindu-Buddha di Jawa, dilihat InJourney sebagai pintu masuk menjaring komitmen dari Badan Survei Arkeologi India (ASI) dan investor swasta India. Sumber internal perusahaan menyebutkan bahwa InJourney membidik penggalangan dana pelestarian (conservation fund) berbasis hibah dan pinjaman lunak senilai USD 80 juta atau setara Rp1,3 triliun. Skema pendanaannya menggabungkan alokasi tanggung jawab sosial perusahaan India yang beroperasi di Indonesia dengan skema pembiayaan infrastruktur hijau.

Menelisik Dampak Berganda ke Perekonomian Lokal

Bagi InJourney, revitalisasi candi bukan cuma soal mempertahankan struktur batu kuno. Ini adalah strategi bisnis untuk menggenjot rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman). Data BPS menunjukkan bahwa rerata belanja wisman India di Indonesia mencapai USD 1.850 per kunjungan, lebih tinggi dibanding rata-rata wisman global yang sekitar USD 1.500. Dengan menjadikan Prambanan sebagai destinasi religi dan edukasi berstandar internasional pascarestorasi, InJourney memproyeksikan kunjungan wisman India yang saat ini masih dominan ke Bali dapat ditarik ke Yogyakarta dengan peningkatan volume hingga 30% year-on-year dalam dua tahun pertama.

Dampak ekonominya berjenjang. Peningkatan kunjungan wisman berkontribusi langsung pada pendapatan tiket, jasa pemandu, dan ekonomi kreatif. Berdasarkan hasil riset mandiri InJourney, setiap satu wisatawan mancanegara tambahan menciptakan efek pengganda pendapatan hingga 2,5 kali lipat bagi UMKM lokal, mulai dari perajin batik motif Prambanan, kuliner tradisional, hingga penyedia akomodasi. Oleh karena itu, kolaborasi ini diproyeksikan mendorong tambahan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sleman dan Klaten setidaknya Rp150 miliar per tahun.

Kronologi Inisiatif Strategis InJourney

Momentum kunjungan PM Modi bukanlah manuver tiba-tiba. Berikut adalah linimasa langkah taktis InJourney dalam mengawal kolaborasi konservasi ini:

  1. Januari 2026 – Penjajakan Awal: InJourney menginisiasi komunikasi dengan Kedutaan Besar India di Jakarta. Pembicaraan awal menyasar potensi pembiayaan konservasi berbasis pinjaman lunak melalui Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC).
  2. Maret 2026 – Nota Kesepahaman: PT Taman Wisata Candi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan National Culture Fund India. MoU ini menitikberatkan pada pertukaran teknologi restorasi anti-gempa untuk struktur batu kuno.
  3. Mei 2026 – Pendekatan Korps Bisnis: InJourney bersama Kementerian Investasi mengadakan sesi business matching dengan India Tourism Development Corporation (ITDC) dan grup konglomerasi India guna menawarkan paket investasi sektor perhotelan di zona otoritatif Prambanan.
  4. 8 Juli 2026 – Sinyal Presidensial: Presiden Prabowo mendampingi PM Narendra Modi langsung meninjau kompleks Candi Prambanan. Agendanya termasuk pemaparan cetak biru Prambanan Heritage Economic Zone oleh Direktur Utama InJourney.
  5. Agustus 2026 (Rencana) – Penandatanganan Kesepakatan Final: Dijadwalkan penandatanganan perjanjian kerja sama komprehensif yang mencakup komitmen investasi restorasi tahap awal sebesar USD 20 juta dan pembangunan pusat interpretasi budaya.

Analisis Pasar dan Prospek Keberlanjutan

Dari perspektif ekonomi makro, strategi InJourney ini adalah langkah cerdas diversifikasi basis investor. Rasio utang perusahaan tercatat sehat pada level debt-to-equity ratio (DER) 1,8 kali pada kuartal II-2026, namun proyeksi ekspansi agresifnya membutuhkan struktur permodalan yang solid tanpa membebani fiskal negara. Melibatkan modal asal India yang memiliki kedekatan emosional dengan warisan Hindu di Asia Tenggara menjadi strategi cultural financing yang unik. Pasar merespons positif rencana ini. Harga obligasi korporasi InJourney yang jatuh tempo 2029 mengalami kenaikan imbal hasil tipis sebagai indikasi kepercayaan investor terhadap manajemen risiko proyek ini.

Dengan terwujudnya konservasi ini, InJourney tidak hanya menyelamatkan aset bersejarah, tetapi juga mengukuhkan posisi neraca perusahaan dengan peningkatan aset tak berwujud berupa nilai warisan yang termonetisasi. Secara bisnis, candi yang berdiri kokoh selama 1.100 tahun ini kini memasuki babak baru sebagai pilar diplomasi ekonomi Indonesia.

FAQ Seputar Kolaborasi InJourney dan India

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User