Yankuba Minteh Masuk Daftar 5 Pembelian Termahal Brighton Sepanjang Sejarah
35 juta euro atau setara Rp602 miliar — angka itulah yang rela dikeluarkan Brighton and Hove Albion untuk mengamankan tanda tangan Yankuba Minteh dari Newcastle United di awal musim 2024/2025. Nilai...
35 juta euro atau setara Rp602 miliar — angka itulah yang rela dikeluarkan Brighton and Hove Albion untuk mengamankan tanda tangan Yankuba Minteh dari Newcastle United di awal musim 2024/2025. Nilai transfer tersebut langsung menempatkan pemain sayap kanan asal Gambia berusia 20 tahun itu ke dalam daftar lima pembelian termahal sepanjang sejarah klub berjuluk The Seagulls. Debutnya pun tidak buruk: satu assist dari dua laga pembuka Premier League 2024/2025, lengkap dengan kepercayaan penuh di starting XI.
Minteh, Sayap Kilat yang Langsung Menjawab Harga Mahal
Menit-menit pembuka musim 2024/2025 langsung menjadi panggung bagi Minteh. Pelatih Fabian Hürzeler menurunkannya sejak laga perdana dalam formasi 4-2-3-1, dan kepercayaan itu dibalas dengan kreativitas di sisi kanan serangan Brighton. Kecepatan eksplosif, dribel rendah yang menempel ke tanah, serta keberanian mengambil lawan satu lawan satu menjadi senjata utama winger kelahiran 2004 ini. Tekel-tekel keras dari bek lawan bahkan kerap berujung kartu kuning — bukti betul sulitnya membekukan pemain ini.
Sebelum tiba di Amex Stadium, Minteh mencatat 10 gol dan 5 assist di Eredivisie sepanjang masa pinjaman bersama Feyenoord pada 2023/2024. Statistik itu yang meyakinkan manajemen Brighton membayar mahal kepada Newcastle United — klub yang justru tak pernah sempat menurunkannya satu menit pun sejak membelinya dari Odense Boldklub setahun sebelumnya. Bagi The Seagulls, ini taruhan klasik: pemain muda berbakat, harga naik, risiko dihitung.
Kontribusi langsung itu penting bagi Brighton yang membuka musim dengan sempurna. Kemenangan 3-0 atas Everton di pekan pembuka — lengkap dengan clean sheet — disusul kemenangan 2-1 atas Manchester United di pekan kedua, laga ketika João Pedro menaklukkan André Onana di masa injury time setelah evaluasi VAR. Melawan Everton, penguasaan bola Brighton bahkan menembus 60 persen dengan deretan shots on target sejak babak pertama. Tekanan tinggi ala Hürzeler kerap dipicu dari sisi kanan, tepat di zona operasi Minteh.
Rutter dan João Pedro, Dua Rekornan di Lini Serang
Menariknya, Minteh bahkan bukan pembelian termahal Brighton pada bursa 2024/2025. Gelar itu dipegang Georginio Rutter, penyerang muda Prancis yang didatangkan dari Leeds United di akhir Agustus 2024 dengan nilai 40 juta poundsterling. Sebelumnya, rekor klub dipegang João Pedro, winger serang Brasil yang diboyong dari Watford pada 2023 dengan mahar 30 juta poundsterling. João Pedro langsung membuktikan kelasnya lewat 10 gol di seluruh kompetisi pada musim perdananya, sebelum melanjutkan tren positif di awal 2024/2025 bersama Rutter dan Minteh di lini serang.
Webster dan Maupay, Fondasi Era Emas Tony Bloom
Sebelum gelombang rekrutmen mahal ini, Brighton sesungguhnya sudah pernah membuka dompet dalam. Adam Webster, bek tengah Inggris, direkrut dari Bristol City pada Agustus 2019 dengan nilai 20 juta poundsterling — rekor klub saat itu. Di bulan yang sama, Neal Maupay tiba dari Brentford dengan harga serupa. Keduanya menjadi fondasi penting proyek jangka panjang klub milik Tony Bloom: Webster menjadi tulang punggung lini belakang, sementara Maupay menyumbang lebih dari dua puluh gol sebelum hijrah ke Everton pada 2022. Dari fondasi itulah Brighton naik kelas menjadi pesaing serius — promosi ke Premier League 2017, finis keenam 2022/2023, hingga tiket Eropa pertama dalam sejarah klub.
Formula Ajaib Seagulls: Beli Cerdas, Jual Mahal
Kebiasaan belanja besar ini sebenarnya sejalan dengan model bisnis khas Brighton. Data dan analitik menjadi raja: pemain dibeli dari liga sekunder Eropa, diasah, lalu dijual dengan margin fantastis. Moisés Caicedo dijual ke Chelsea seharga 115 juta poundsterling — rekor transfer termahal sejarah Inggris saat itu. Alexis Mac Allister hijrah ke Liverpool, Marc Cucurella mengantongi harga 60 juta poundsterling dari Chelsea, dan Leandro Trossard direkrut Arsenal. Uang hasil penjualan itu kini kembali berputar ke pasar, kali ini dalam bentuk Rutter dan Minteh.
"Kami tidak pernah takut memberi kepercayaan kepada pemain muda. Yankuba punya kualitas luar biasa, dan tugas kami membangunnya menjadi pemain top," ujar Hürzeler menanggapi perkembangan cepat sang winger Gambia.
Dengan lima nama besar itu — Rutter, João Pedro, Minteh, Webster, dan Maupay — Brighton membuktikan status tim pinggiran sudah lama tertinggal. Bursa transfer 2024/2025 menjadi babak baru: berani belanja besar, tetap dengan kalkulasi ketat. Dan selama pemain semuda Minteh terus menyumbang assist sejak menit-menit awal musim, Rp602 miliar itu terasa seperti investasi yang aman — bahkan mungkin, paling murah di antara semua taruhan besar The Seagulls.
Comments (0)