Gol Maguire Menit ke-72 dan Penepisan Onana Bawa MU Menang 1-0
Skor akhir 1-0 untuk Manchester United. Satu sundulan, satu penepisan penalti, dan Old Trafford kembali bernapas lega. Pada laga Grup A Liga Champions 2023/2024 yang berlangsung di Old Trafford, Manch...
Skor akhir 1-0 untuk Manchester United. Satu sundulan, satu penepisan penalti, dan Old Trafford kembali bernapas lega. Pada laga Grup A Liga Champions 2023/2024 yang berlangsung di Old Trafford, Manchester, Rabu (25/10/2023) dini hari WIB, Harry Maguire menjadi penentu kemenangan lewat gol menit ke-72, sebelum Andre Onana menyegel tiga poin dengan penepisan dramatis eksekusi penalti Jordan Larsson pada menit ke-90+7.
Kemenangan ini sekaligus clean sheet pertama Setan Merah di Liga Champions musim ini — sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil setelah kebobolan tujuh gol dalam dua laga pembuka fase grup. Lebih dari itu, hasil ini mengangkat Manchester United ke peringkat tiga klasemen Grup A dengan 3 poin, melompati FC Copenhagen yang tertahan di 1 poin.
Babak Pertama: Banjir Serangan, Nol Gol
Erik ten Hag menurunkan starting XI dengan formasi 4-2-3-1. Andre Onana berjaga di bawah mistar, dilindungi lini belakang Diogo Dalot, Raphael Varane, Harry Maguire, dan Victor Lindelof. Scott McTominay berduet dengan Christian Eriksen sebagai lini tengah bertahan, sementara tiga pemain di belakang penyerang Rasmus Hojlund adalah Marcus Rashford, Bruno Fernandes, dan Alejandro Garnacho.
Dari menit-menit awal, tuan rumah langsung menekan. Menit ke-9, Rashford melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti yang masih bisa diamankan Kamil Grabara. Menit ke-15, giliran Hojlund — yang menghadapi klub masa kecilnya — mencoba keberuntungan dari jarak dekat, namun kiper Copenhagen itu kembali tampil sebagai tembok. Penguasaan bola tuan rumah di babak pertama menyentuh angka 70%, tetapi papan skor tetap 0-0 saat jeda.
Copenhagen sengaja bermain compact dengan blok rendah, memampatkan ruang di antara lini pertahanan dan lini tengah. Strategi itu nyaris membuat frustasi lini serang tuan rumah yang gemar membangun serangan dari sayap. Masalahnya, setiap umpan silang yang masuk ke kotak penalti hampir selalu berakhir di tangan Grabara atau keluar melewati garis belakang.
Menit ke-72: Sundulan Penentu Sang Bek Tengah
Tekanan akhirnya membuahkan hasil setelah jeda. Sebelumnya, Garnacho sempat menggetarkan tribun lewat gol yang dibatalkan karena posisi offside — keputusan yang dikonfirmasi VAR. Namun pada menit ke-72, nasib laga berubah. Eriksen mengirim umpan matang dari sisi kiri, dan Maguire yang ikut naik ke kotak penalti menyambutnya dengan sundulan telak dari jarak dekat. Grabara tak berdaya. 1-0.
Gol tersebut menjadi momen penebusan yang sempurna bagi Maguire. Bek tengah yang sepanjang musim jadi sasaran kritik itu tampil sebagai salah satu pemain terbaik di laga ini, memimpin lini pertahanan dengan tegas sekaligus menyumbang gol penentu. Assist Eriksen pun menegaskan perannya sebagai pengatur tempo permainan di lini tengah.
Drama Menit ke-90+7: VAR Kembali Beraksi
Ketika semua orang menyangka laga selesai, VAR kembali menjadi pemeran utama. Di masa injury time, wasit menunjuk titik putih setelah meninjau ulang sentuhan tangan McTominay di kotak penalti. Jordan Larsson — putra legenda Manchester United, Henrik Larsson — maju sebagai eksekutor.
Menit ke-90+7, Larsson melepaskan tendangan penalti ke sisi kanan gawang. Onana membaca arah bola dengan sempurna dan menepisnya dengan satu tangan. Old Trafford meledak. Penepisan itu bukan sekadar save; itu momen yang menyelamatkan tiga poin sekaligus menutup malam dengan clean sheet.
"Harry Maguire tampil seperti yang kami inginkan — proaktif dan mengambil inisiatif. Andre Onana juga menjalankan tugasnya dengan luar biasa. Penepisan penalti itu sangat penting bagi kami," ujar Erik ten Hag usai laga.
Statistik Laga: Dominasi Mutlak Setan Merah
Catatan statistik mencatat dominasi mutlak tuan rumah. Penguasaan bola Manchester United mencapai 66% berbanding 34%, dengan total 8 shots on target dari 22 percobaan. Copenhagen hanya mencatat 2 shots on target sepanjang 90 menit, dan satu-satunya peluang emas mereka justru lahir dari titik penalti di penghujung laga.
Di sisi lain, kartu kuning turun untuk beberapa pemain Copenhagen yang berusaha memutus ritme serangan tuan rumah. Lini pertahanan tamu yang bermain disiplin tinggi akhirnya runtuh di menit ke-72 setelah hampir satu jam penuh menahan serbuan.
Hasil ini membuat Grup A semakin panas. Bayern Munich memimpin dengan poin penuh, disusul Galatasaray, lalu Manchester United di posisi tiga. Kemenangan 1-0 ini menjadi fondasi penting bagi misi ten Hag meloloskan timnya dari fase grup yang dijuluki sebagai "grup maut".
Bagi Maguire dan Onana, malam ini adalah jawaban atas semua kritik. Satu sundulan di menit ke-72, satu penepisan di menit ke-90+7. Dua momen, tiga poin, dan Old Trafford kembali percaya.
Comments (0)