Wamendagri Ribka Haluk Tinjau Pabrik Kakao di Papua Barat, Bukti Nyata Manfaat Dana Otsus
Beritainti.com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk turut serta dalam rombongan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka ke Provinsi Pap
Beritainti.com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk turut serta dalam rombongan kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka ke Provinsi Papua Barat. Kehadiran Wamendagri dalam agenda strategis ini bukan sekadar seremoni pendampingan, namun lebih kepada misi spesifik untuk memantau secara langsung efektivitas dan keberhasilan pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua di lapangan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, titik fokus pemantauan kali ini adalah pengembangan komoditas unggulan daerah, yaitu kakao. Pemerintah pusat ingin memastikan bahwa gelontoran Dana Otsus tidak sekadar terserap secara administratif, melainkan benar-benar bertransformasi menjadi kegiatan ekonomi produktif yang mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat asli Papua. Pabrik pengolahan kakao yang berlokasi di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, menjadi lokus utama yang dikunjungi pada Sabtu (20/6).
Dalam kunjungannya, Wamendagri Ribka Haluk memberikan apresiasi tinggi terhadap progres hilirisasi yang terjadi. Menurutnya, pengembangan komoditas kakao dari hulu ke hilir hingga menghasilkan produk bernilai tambah merupakan contoh konkret dan sempurna dari implementasi kebijakan afirmatif pemerintah. Ia menilai, langkah ini membuktikan bahwa Dana Otsus telah dikelola dengan tepat sasaran, profesional, serta berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan asli daerah.
"Ini adalah wujud nyata bahwa Dana Otonomi Khusus tidak hanya menjadi angka di atas kertas. Kami melihat langsung bagaimana dana tersebut dikapitalisasi menjadi mesin produksi yang memberikan nilai tambah ekonomi tinggi. Pengembangan kakao di Manokwari Selatan ini adalah model sukses yang harus direplikasi di wilayah lain di Tanah Papua," ujar Ribka Haluk di sela-sela peninjauan pabrik.
Kunjungan Wapres yang didampingi oleh jajaran kementerian ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mengawal pembangunan di Papua. Pemanfaatan Dana Otsus di sektor perkebunan dan industri pengolahan dinilai strategis karena mampu memutus rantai ketergantungan terhadap bahan mentah. Dengan adanya pabrik pengolahan di Ransiki, petani lokal mendapatkan kepastian pasar dan harga yang lebih stabil, sekaligus memutus dominasi tengkulak.
Pemerintah daerah setempat menyambut baik kunjungan kerja ini. Mereka mengklaim bahwa pembangunan pabrik kakao ini telah membuka ribuan lapangan pekerjaan baru bagi OAP dan mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor agribisnis modern. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan Dana Otsus yang volumenya cukup besar setiap tahunnya.
Melalui kunjungan ini, Wamendagri berharap agar pengelolaan Dana Otsus ke depan semakin fokus pada program-program ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Ribka menekankan bahwa pengawasan dan evaluasi akan terus diperketat guna memastikan tidak ada lagi program yang bersifat seremonial tanpa dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat Papua Barat.
Ke depan, pemerintah berencana mengembangkan infrastruktur pendukung seperti akses jalan produksi dan pelabuhan kecil di sekitar distrik untuk mempermudah distribusi hasil olahan kakao ke pasar nasional maupun internasional. Hal ini sejalan dengan visi besar menjadikan Papua sebagai lumbung industri pengolahan hasil bumi yang kompetitif di Indonesia Timur.
Comments (0)