Wamendagri Harap IKAPTK Jadi Kekuatan Moral Birokrasi dan Penopang Ketahanan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyampaikan harapan besar agar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) mampu menjadi kekuatan moral birokrasi sekalig
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyampaikan harapan besar agar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) mampu menjadi kekuatan moral birokrasi sekaligus penopang ketahanan nasional. Dalam keterangannya, Wamendagri menekankan bahwa peran strategis para alumni pamong praja menjadi semakin krusial di tengah dinamika global yang terus bergerak cepat dan penuh ketidakpastian.
Soliditas yang dimiliki oleh para alumni pendidikan kepamongprajaan, menurut Wiyagus, merupakan modal sosial yang sangat berharga. Jaringan yang terbentuk dari pusat hingga ke pelosok daerah diyakini mampu memperkuat koordinasi pemerintahan, menjaga stabilitas politik, dan memastikan setiap kebijakan berjalan efektif di lapangan. "IKAPTK harus menjadi perekat yang menghubungkan berbagai level pemerintahan. Soliditas ini akan menjadi benteng kita dalam menghadapi berbagai tantangan," ujarnya dalam sebuah forum diskusi yang digelar di Jakarta, seperti dikutip oleh laporan media kami.
Tantangan Global dan Peran Birokrasi
Wamendagri menyoroti bahwa situasi global yang diwarnai meningkatnya rivalitas geopolitik, gangguan rantai pasok, dan tekanan ekonomi menuntut Indonesia memiliki tata kelola pemerintahan yang semakin kuat. Ia menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh hanya berfungsi administratif, melainkan harus mampu menjadi katalisator ketahanan negara. Para alumni kepamongprajaan, dengan bekal pemahaman mendalam tentang sistem pemerintahan, dinilai berada di posisi paling depan untuk mewujudkan hal tersebut.
"Meningkatnya rivalitas geopolitik, gangguan rantai pasok, dan ketidakpastian global menuntut Indonesia memiliki tata kelola pemerintahan yang semakin kuat. IKAPTK harus menjadi kekuatan moral yang tidak hanya menjalankan fungsi birokrasi, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai integritas dan pelayanan publik yang berkeadilan," tegas Wiyagus.
Pernyataan ini mencuat sejalan dengan makin kompleksnya persoalan yang dihadapi oleh birokrasi modern, mulai dari tuntutan transparansi, efisiensi pelayanan publik, hingga ancaman disinformasi yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat. Dalam konteks inilah peran IKAPTK sebagai wadah pemersatu alumni diharapkan mampu membangun birokrasi yang responsif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Wiyagus menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah yang dimotori oleh para alumni kepamongprajaan akan menjadi kunci dalam merespons krisis multidimensi. Dengan jejaring yang luas, IKAPTK dapat menjadi jembatan informasi dan koordinasi yang cepat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam, krisis pangan, atau ancaman keamanan. "Ketahanan nasional tidak bisa dibangun secara parsial, harus ada sinergi yang solid dari semua elemen, dan IKAPTK adalah salah satu pilar pentingnya," tambahnya.
Lebih lanjut, Wamendagri mengajak seluruh anggota IKAPTK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga etika pelayanan, dan menjadi teladan dalam setiap lini birokrasi. Dengan begitu, cita-cita menjadikan aparatur sipil negara sebagai kekuatan moral yang sejati dapat terwujud secara nyata. Laporan mengenai komitmen ini disampaikan langsung oleh tim Beritainti.com yang memantau jalannya diskusi.
Comments (0)