Vietnam Pertahankan Gelar Piala AFF usai Taklukkan Thailand 4-2

Menit ke-61, Stadion My Dinh bergemuruh. Nguyen Quang Hai melepaskan tembakan first-time dari umpang Vu Van Thanh, dan bola meluncur deras ke pojok kiri gawang Patiwat Khammai. Skor akhir leg kedua 3-...

Aug 28, 2026 - 22:32
0 0
Vietnam Pertahankan Gelar Piala AFF usai Taklukkan Thailand 4-2

Menit ke-61, Stadion My Dinh bergemuruh. Nguyen Quang Hai melepaskan tembakan first-time dari umpang Vu Van Thanh, dan bola meluncur deras ke pojok kiri gawang Patiwat Khammai. Skor akhir leg kedua 3-1, agregat 4-2. Timnas Vietnam resmi mempertahankan gelar juara Piala AFF 2026 di hadapan 38.000 suporter tuan rumah, Rabu (26/8) malam. Ini trofi ketiga The Golden Stars sepanjang sejarah, sekaligus yang kedua beruntun setelah sukses di edisi 2024.

Kemenangan ini tidak datang tiba-tiba. Pada leg pertama di Rajamangala Stadium, Bangkok, skor akhir 1-1. Nguyen Tien Linh membuka angka pada menit ke-22 memanfaatkan assist Pham Tuan Hai, sebelum Teerasil Dangda menyamakan kedudukan pada menit ke-55 dengan umpang Chanathip Songkrasin. Hasil imbang itu memaksa laga di My Dinh menjadi duel penentu, dan Vietnam tampil penuh percaya diri di kandang sendiri dengan dukungan suporter yang luar biasa.

Babak Pertama: Formasi 3-4-3 dan Serangan dari Sayap

Kim Sang-sik berani mengubah formasi menjadi 3-4-3, dengan trio bek tengah Do Duy Manh, Bui Tien Dung, dan Nguyen Thanh Chung. Thailand, yang datang dengan skema 4-2-3-1, mencoba menguasai lini tengah, tetapi penguasaan bola Vietnam pada 45 menit pertama mencapai 61 persen. Menit ke-15, tuan rumah memecah kebuntuan. Nguyen Tien Linh lolos dari jebakan offside setelah menerima umpang terobosan Quang Hai, lalu menceploskan bola ke sisi kiri gawang. Skor 1-0, assist tercatat untuk Quang Hai.

Menit ke-28, drama VAR menghiasi laga. Sundulan Kritsada Kaman sempat membuat suporter Thailand bersorak, tetapi wasit memeriksa monitor dan mengumumkan gol dianulir karena offside. Momentum itu justru dimanfaatkan Vietnam. Menit ke-38, Pham Tuan Hai menggandakan keunggulan dengan sontekan jarak dekat menyambut crossing Vu Van Thanh dari sayap kanan. Assist kedua Vietnam tercatat, dan babak pertama ditutup dengan skor 2-0, agregat 3-1.

Babak Kedua: Quang Hai Menutup Pesta, Thailand Hanya Menipis

Thailand keluar dengan tempo lebih tinggi di babak kedua, tetapi pertahanan tiga bek Vietnam tetap solid. Kritsada Kaman dan Nicholas Mickelson masing-masing menerima kartu kuning karena frustrasi melakukan pelanggaran di lini tengah. Menit ke-61, pesta tuan rumah semakin lengkap. Quang Hai menuntaskan umpang Vu Van Thanh dengan tembakan keras dari tepi kotak penalti. Skor 3-0, agregat 4-1, dan praktis pertandingan berakhir di menit itu.

Thailand hanya mampu memperkecil kedudukan pada menit ke-73 lewat Supachok Sarachat yang memanfaatkan assist Chanathip Songkrasin. Namun itu hanya gol hiburan. Statistik akhir menunjukkan dominasi Vietnam: penguasaan bola 58-42 persen, shots on target 7-3, dan peluang emas 5-2. Thailand bahkan tercatat lebih sering terperangkap offside, empat kali, dua di antaranya dianulir lewat VAR.

Daftar Juara Piala AFF Sepanjang Sejarah

Dengan gelar ini, Vietnam kini mengoleksi tiga trofi dan naik ke posisi ketiga daftar juara sepanjang masa. Berikut daftar lengkap juara Piala AFF:

1996 Thailand; 1998 Singapura; 2000 Thailand; 2002 Thailand; 2004 Singapura; 2007 Singapura; 2008 Vietnam; 2010 Malaysia; 2012 Singapura; 2014 Thailand; 2016 Thailand; 2018 Vietnam; 2020 Thailand; 2022 Thailand; 2024 Vietnam; 2026 Vietnam.

Thailand tetap menjadi raja turnamen dengan tujuh gelar, disusul Singapura empat gelar, lalu Vietnam tiga gelar, dan Malaysia satu gelar. Menariknya, lima dari tujuh gelar Thailand diraih pada rentang 2014-2022, yang menandai era dominasi Gajah Perang sebelum Vietnam mengambil alih dalam dua edisi terakhir dengan starting XI rata-rata berusia 25 tahun.

Kutipan Pelatih dan Peta Persaingan Berikutnya

Kami bermain dengan disiplin taktik yang luar biasa. Para pemain menjalankan pressing sejak menit pertama dan tidak memberi ruang bagi Thailand untuk bernapas. Gelar ini untuk seluruh rakyat Vietnam,
ujar Kim Sang-sik dalam konferensi pers usai laga.

Di sisi lain, pelatih Thailand mengakui keunggulan lawan.

Vietnam pantas menang. Mereka lebih klinis di depan gawang dan menang dalam duel-duel penting. Kami harus mengevaluasi banyak hal,
tuturnya.

Gelar ini juga menjadi modal berharga jelang putaran kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kim Sang-sik berhasil memadukan pemain senior seperti Bui Tien Dung dengan generasi muda, dan Quang Hai diprediksi tetap menjadi otak permainan tim. Tidak berlebihan jika The Golden Stars kini dianggap sebagai tim terkuat Asia Tenggara. Agenda berikutnya adalah menjaga konsistensi di level Asia, sekaligus menyiapkan regenerasi untuk mempertahankan mahkota di edisi mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User