Usaha Turunan, Bakso Malang Ini Bertahan 20 Tahun hingga Punya 6 Gerobak
Setiap harinya, Raditya Prasetyo terlihat sibuk mempersiapkan gerobak dagangannya sebelum akhirnya membawanya ke lokasi langganan, yakni kawasan Kompleks Brimob Kalibata, Jakarta Selatan. Sejak setah
Setiap harinya, Raditya Prasetyo terlihat sibuk mempersiapkan gerobak dagangannya sebelum akhirnya membawanya ke lokasi langganan, yakni kawasan Kompleks Brimob Kalibata, Jakarta Selatan. Sejak setahun terakhir, pemuda ini mulai turut membantu usaha bakso Malang yang merupakan warisan berharga dari almarhum ayahnya, Wiji. Meski terbilang baru terjun langsung ke dunia kuliner, Raditya atau yang akrab disapa Radit menyadari bahwa bisnis yang kini digelutinya memiliki sejarah panjang dan penuh dengan lika-liku perjuangan. Dari modal dan peralatan sederhana, usaha ini telah berdiri kokoh selama lebih dari dua dekade, sebuah pencapaian luar biasa yang tidak terjadi begitu saja melainkan melalui proses panjang yang penuh dedikasi.
Menurut laporan yang dihimpun Beritainti.com, kisah perjalanan usaha bakso Malang tersebut bermula dari langkah tegas sang ayah yang memutuskan merantau dari Jombang, Jawa Timur, menuju ibu kota dengan impian meraih kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya. Dengan semangat pantang menyerah dan etos kerja tinggi, almarhum Wiji memulai segalanya dari satu gerobak kecil yang ia dorong sendiri untuk berkeliling mencari rezeki di berbagai sudut kota. Hingga kini, usaha tersebut telah berkembang pesat dan memiliki enam gerobak yang beroperasi setiap harinya. Konsistensi dalam menjaga cita rasa khas Malang serta pelayanan yang ramah kepada pelanggan menjadi kunci utama keluarga ini dalam bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat dan dinamis di Jakarta.
"Bapak ini latar belakangnya emang pekerja keras banget, di kampung apa aja dikerjain," ujar Radit saat ditemui tim media kami, Selasa (30/6/2026).
Dari cerita Radit, sosok ayahnya bukanlah orang yang mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Semangat juang dan ketekunan sang ayah dalam menjalankan usaha menjadi inspirasi besar baginya untuk terus melanjutkan dan mengembangkan usaha turunan tersebut. Radit berkomitmen untuk tidak sekadar mempertahankan apa yang sudah dibangun, tetapi juga membawa bisnis bakso Malang keluarganya ke level yang lebih baik lagi di masa mendatang. Kehadirannya di tengah persaingan usaha kuliner Ibu Kota menjadi bukti nyata bahwa warisan keluarga yang dipadukan dengan kerja keras tetap menjadi fondasi kuat dalam membangun kesuksesan yang berkelanjutan, bahkan di era modern yang serba cepat ini.
Comments (0)