UM Surabaya Tanamkan Kepedulian Bencana NTT kepada Mahasiswa Baru

SURABAYA, BERITAINTI.COM — Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) memanfaatkan momentum Orientasi Mahasiswa Baru melalui ajang Mastama, Ordik, dan

Sep 14, 2026 - 18:56
0 0
UM Surabaya Tanamkan Kepedulian Bencana NTT kepada Mahasiswa Baru

SURABAYA, BERITAINTI.COM — Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) memanfaatkan momentum Orientasi Mahasiswa Baru melalui ajang Mastama, Ordik, dan UKM Expo (MOX) untuk mengasah kepekaan sosial peserta didik baru. Bertempat di kampus setempat pada Senin (14/9), ribuan mahasiswa baru diajak memberikan perhatian penuh terhadap penanganan dampak bencana alam yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah inovatif ini menegaskan pergeseran paradigma orientasi kampus dari sekadar pengenalan akademik formal menuju penguatan karakter kepedulian kemanusiaan yang konkret.

Pelaksanaan MOX kali ini tidak hanya berfokus pada pengenalan tata tertib serta fasilitas kampus, melainkan secara terencana mengintegrasikan aksi tanggap bencana ke dalam kurikulum orientasi. Manajemen kampus menilai bahwa penanaman empati sosial di awal masa perkuliahan merupakan fondasi krusial bagi pembentukan insan akademis yang tanggap terhadap persoalan bangsa.

Transformasi Orientasi Kampus Berbasis Humanisme

Dalam beberapa dekade terakhir, kegiatan orientasi studi kerap kali diwarnai kritik publik akibat praktik perpeloncoan yang kurang produktif. UM Surabaya mengikis stigma tersebut dengan menggantinya melalui program aksi kepedulian nasional. Kehadiran ribuan civitas akademika muda ini diarahkan untuk menggalang donasi, doa bersama, serta kampanye kesadaran bencana secara masif.

Rektor UM Surabaya menegaskan pentingnya pendidikan berbasis empati ini dalam sambutannya. "Mahasiswa tidak boleh terpaku pada menara gading akademis semata. Sejak hari pertama melangkah di kampus ini, mereka harus memahami bahwa ilmu pengetahuan yang dituntut memiliki kewajiban moral untuk meringankan beban sesama, terutama saudara kita di NTT yang sedang tertimpa musibah," ujarnya.

Inisiatif ini berhasil melibatkan lebih dari 3.500 mahasiswa baru serta mengumpulkan dana taktis tahap awal sebesar Rp 150 juta yang dialokasikan langsung melalui Lazismu dan tim relawan bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Kronologi dan Tahapan Aksi Empati MOX

Rangkaian kegiatan penumbuhan empati bencana NTT dalam ajang MOX dirancang secara terstruktur dan kronologis untuk memastikan pesan kemanusiaan tersampaikan dengan efektif:

  1. Sesi Orientasi Kebencanaan (Pukul 08.00 WIB): Pembekalan materi mengenai peta kerentanan bencana di Indonesia, dengan fokus khusus pada kondisi geografis dan krisis sosial-ekonomi yang dihadapi penyintas bencana di NTT.
  2. Aksi Penggalangan Dana Digital (Pukul 10.30 WIB): Mahasiswa baru secara serentak melakukan aksi penggalangan dana menggunakan platform digital terpadu serta pengumpulan barang kebutuhan pokok.
  3. Simulasi Mitigasi dan Pelepasan Relawan Kampus (Pukul 13.00 WIB): Demonstrasi dari UKM Mahasiswa Tanggap Bencana (Mahagana) yang dilanjutkan dengan pelepasan secara simbolis bantuan logistik menuju lokasi terdampak.

Analisis Perbandingan Model Orientasi Kampus

Pendekatan berorientasi kemanusiaan yang diterapkan UM Surabaya memberikan dampak signifikan jika dibandingkan dengan metode orientasi konvensional. Berikut adalah matriks perbandingan efektivitas kedua model tersebut:

Indikator Evaluasi Orientasi Konvensional MOX UM Surabaya (Berbasis Empati)
Fokus Utama Kepatuhan hierarki dan penugasan fisik Pendidikan karakter & kepedulian sosial
Dampak Sosial Terbatas pada internal kampus Memberikan manfaat nyata bagi penyintas bencana (NTT)
Tingkat Partisipasi Pasif dan cenderung tertekan Aktif, kolaboratif, dan inklusif (>95% partisipasi)

Prospek Pendidikan Karakter Berkelanjutan

"Integrasi aksi kemanusiaan dalam kultur kampus sejak dini terbukti mampu meningkatkan retensi nilai kepemimpinan sosial mahasiswa hingga jangka panjang."

Melalui MOX, UM Surabaya telah menetapkan standar baru dalam penyelenggaraan orientasi perguruan tinggi di Indonesia. Pengalaman langsung dalam aksi penggalangan bantuan untuk NTT ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan berkembang menjadi kesadaran kolektif yang mewarnai kiprah mahasiswa selama menempuh studi hingga lulus kelak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User