Untag Surabaya Kembangkan Konsep Zero Waste Menuju World Class University

SURABAYA — Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam tata kelola perguruan tinggi melalui pengembangan k

Sep 14, 2026 - 16:29
0 0
Untag Surabaya Kembangkan Konsep Zero Waste Menuju World Class University

SURABAYA — Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam tata kelola perguruan tinggi melalui pengembangan konsep Zero Waste. Inisiatif strategis ini dirancang untuk menanggulangi persoalan akumulasi sampah di lingkungan akademis sekaligus memperkuat akselerasi Untag Surabaya menuju status World Class University (WCU). Langkah ini tidak sekadar berfokus pada reduksi limbah harian, tetapi juga mentransformasi sampah organik menjadi produk bernilai tambah seperti pupuk kompos dan pakan ternak.

Dalam lanskap pendidikan tinggi modern, standar keberlanjutan lingkungan kini menjadi tolok ukur krusial. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam aspek riset dan pengajaran, tetapi juga wajib menunjukkan tanggung jawab ekologis. Kampus dengan populasi belasan ribu mahasiswa menghasilkan volume sampah yang signifikan per hari, yang jika tidak dikelola dengan sistematis, akan memperberat beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah metropolitan Surabaya.

Transformasi Tata Kelola Sampah Berbasis Kompos dan Pakan

Pendekatan yang diadopsi Untag Surabaya berpusat pada penanganan limbah dari hulu ke hilir. Sampah yang dihasilkan dari kantin, aktivitas perkantoran kampus, serta pemeliharaan taman dipilah secara ketat. Sampah organik diproses menggunakan teknologi pengomposan berbasis mikroorganisme serta budidaya maggot (Black Soldier Fly) untuk menghasilkan pakan ternak tinggi protein. Sementara itu, limbah anorganik disalurkan ke jaringan bank sampah dan mitra daur ulang.

Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan fasilitas kampus. "Pengelolaan limbah berbasis zero waste bukan sekadar program kebersihan, melainkan manifestasi dari komitmen akademik kami untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Sampah yang dahulu menjadi beban operasional kini dikonversi menjadi aset yang mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat," ungkapnya.

Indikator Pembanding Sistem Konvensional Kampus Sistem Zero Waste Untag Surabaya
Muara Akhir Limbah Dibuang langsung ke TPA (80-90%) Terdaur ulang & terolah (0% ke TPA target)
Hasil Pengolahan Organik Membusuk / Emisi Gas Metana Pupuk Kompos & Pakan Ternak (Maggot)
Nilai Ekonomis & Riset Biaya retribusi pengangkutan tinggi Nilai tambah produk & bahan riset mahasiswa
Dampak Karbon Tinggi akibat jejak transportasi sampah Rendah berkat pemrosesan mandiri di hulu

Akselerasi Reputasi Global Melalui Standar Eco Campus

Pengembangan eco campus berkolaborasi langsung dengan penilaian indikator global seperti UI GreenMetric dan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. Kriteria pengelolaan limbah (waste management) menyumbang bobot signifikan sekitar 18% hingga 20% dalam penilaian kampus hijau secara internasional. Strategi Untag Surabaya ini memposisikan universitas dalam jajaran lembaga yang siap bersaing secara global dengan standar keberlanjutan yang terukur.

Secara analitis, transisi menuju sistem Zero Waste menuntut investasi awal pada infrastruktur pemilahan dan pengolahan limbah. Namun, dalam jangka panjang, efisiensi operasional dapat ditingkatkan secara drastis. Biaya pengangkutan sampah keluar area kampus dapat dipangkas hingga 75%, sementara hasil komposting dan pakan dapat dimanfaatkan secara internal untuk pemeliharaan ruang terbuka hijau kampus maupun kegiatan pengabdian masyarakat.

"Keberhasilan program eco campus sangat bergantung pada konsistensi regulasi internal dan partisipasi aktif seluruh civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga jajaran pimpinan." — Analisis Keberlanjutan Lingkungan Pendidikan Tinggi

Tahapan Implementasi Program Zero Waste Untag Surabaya

Untuk memastikan efektivitas implementasi di seluruh fakultas dan unit kerja, Untag Surabaya menerapkan skema eksekusi bertahap sebagai berikut:

  1. Pemilahan Terpusat di Sumber Sampah: Penyediaan fasilitas tempat sampah terpisah (organik, anorganik, B3) di setiap gedung dan area kantin kampus.
  2. Pengolahan Organik Terpadu: Pengoperasian unit komposting dan rumah budidaya larva lalat tentara hitam (maggot BSF) di area laboratorium lingkungan.
  3. Kemitraan Daur Anorganik: Kerjasama dengan bank sampah Kota Surabaya untuk pengolahan sampah plastik dan kertas berdaur ulang tinggi.
  4. Edukasi dan Kampanye Civitas: Integrasi kesadaran lingkungan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru serta kurikulum berbasis proyek riset keberlanjutan.

Melalui langkah konkrit ini, Untag Surabaya tidak hanya berupaya meraih predikat kampus hijau secara formal, tetapi juga memberikan preseden positif bagi perguruan tinggi lain di Jawa Timur. Pengolahan limbah mandiri terbukti menjadi solusi ganda: mengurangi dampak kerusakan lingkungan urban sekaligus meningkatkan daya saing akademik di tingkat internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User