Trump Klaim Iran Setuju Tinggalkan Program Senjata Nuklir, Teheran Bantah

Washington DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan tegas bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir. Dalam keterangannya kepada awak media di Ruang Oval Gedu

Jul 06, 2026 - 13:23
0 2
Trump Klaim Iran Setuju Tinggalkan Program Senjata Nuklir, Teheran Bantah

Washington DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan tegas bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir. Dalam keterangannya kepada awak media di Ruang Oval Gedung Putih, Trump secara sepihak mengklaim bahwa Teheran telah menyetujui proses denuklirisasi. Klaim ini diungkapkan pada Senin (29/6) waktu setempat, menjelang pembicaraan yang rencananya digelar di Doha, Qatar.

Optimisme Trump di Tengah Persiapan Diplomasi

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Trump tampak optimistis saat membahas agenda pertemuan tingkat tinggi antara delegasi Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS itu menekankan bahwa fokus utama dialog di Doha tidak lain adalah program nuklir Iran. Ia bahkan menyiratkan bahwa kesepakatan damai sedang dalam proses perumusan.

"Kami akan mengadakan pembicaraan penting besok di Doha. Fokusnya pada denuklirisasi dan memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Saya dapat mengatakan bahwa mereka setuju dengan hal itu," ujar Trump, seperti dikutip dari sumber Gedung Putih.

Pernyataan ini sontak memicu spekulasi mengenai potensi terobosan diplomatik baru antara dua negara yang telah lama bersitegang. Namun, di saat yang sama, skeptisisme muncul mengingat belum adanya konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai jadwal pertemuan tersebut.

Sikap Kontras Teheran

Berbanding terbalik dengan klaim Trump, otoritas Iran dengan cepat memberikan respons yang mendinginkan ekspektasi. Teheran membantah adanya kesepakatan atau rencana pertemuan dengan Washington dalam waktu dekat, khususnya di Qatar. Pihak Iran menegaskan bahwa posisi mereka terkait program nuklir yang damai telah jelas di mata hukum internasional.

Sumber diplomatik yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa komunikasi antara kedua negara memang intensif belakangan ini, namun belum mencapai tahap konkret yang bisa diumumkan sebagai putaran resmi. Pernyataan Trump dinilai sebagai bagian dari strategi tekanan publik untuk memaksa Teheran duduk di meja perundingan dengan syarat-syarat dari Amerika Serikat. Di sisi lain, pengamat menilai bantahan Iran adalah langkah menjaga kesan kuat di hadapan sekutu dan domestiknya yang kritis terhadap poros Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User