TPA Jatiwaringin Masih Terbakar di Hari ke-8, Ratusan Jiwa Mengungsi

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, hingga Selasa (7/7/2026) masih belum sepenuhnya padam. Proses pemadaman kini telah memasuki h

Jul 07, 2026 - 22:51
0 0
TPA Jatiwaringin Masih Terbakar di Hari ke-8, Ratusan Jiwa Mengungsi

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, hingga Selasa (7/7/2026) masih belum sepenuhnya padam. Proses pemadaman kini telah memasuki hari kedelapan, sementara dampak asap tebal memaksa sejumlah warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan laporan yang dirangkum media kami, jejaring posko pengungsian telah mendata para warga terdampak yang berasal dari dua desa di sekitar area TPA. Dua desa tersebut adalah Tanjakan Mekar dan Rajeg Mulya, yang lokasinya cukup dekat dengan pusat kebakaran sehingga menerima dampak paling signifikan dari sebaran asap pekat yang mengganggu pernapasan.

Ratusan Warga Dievakuasi

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran, Ruli Riatno, menyampaikan data terkini mengenai jumlah pengungsi. Menurutnya, pendataan per papan posko pada hari Selasa menunjukkan ada total 158 jiwa yang harus dievakuasi dari tempat tinggalnya.

"Data pengungsian per papan posko, Selasa, 7 Juli. Desa Tanjakan Mekar: 44 KK atau 144 jiwa. Desa Rajeg Mulya: 7 KK atau 14 jiwa. Total 51 KK atau 158 jiwa," kata Ruli.

Laporan dari posko menunjukkan bahwa Desa Tanjakan Mekar menyumbang jumlah pengungsi terbesar, yakni mencapai 44 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 144 individu. Sementara itu, sebanyak 7 KK atau 14 jiwa dari Desa Rajeg Mulya juga turut diungsikan. Meskipun jumlah pengungsi sudah tercatat dengan rinci, petugas di lapangan masih terus bersiaga mengingat situasi kebakaran belum sepenuhnya terkendali.

Proses pemadaman di lahan TPA ini bukanlah tugas yang mudah. Petugas pemadam kebakaran menghadapi medan yang sulit serta tumpukan sampah yang tebal. Material sampah yang terbakar di area seluas beberapa hektare ini menghasilkan bara api yang menyala di bagian dalam tumpukan, sehingga air dari atas hanya mampu memadamkan permukaannya saja. Kondisi ini membuat api kerap kali menyala kembali setelah beberapa saat.

Media kami memantau bahwa upaya penanganan terus dilakukan dengan mengerahkan armada pemadam dari berbagai instansi. Selain itu, pemerintah daerah setempat juga fokus pada penanganan dampak kesehatan para pengungsi, mengingat paparan asap kebakaran sampah berpotensi mengandung zat berbahaya. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di sekitar pusat kebakaran masih dalam penanganan intensif dan warga diimbau untuk tidak mendekati area inti kebakaran demi keselamatan bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User