Titiek Soeharto Telepon Amran Dengar Keluhan Peternak Ayam

Ketua Komisi IV DPR-RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto, mengambil langkah cepat setelah menampung langsung aspirasi para peternak

Oct 08, 2026 - 02:36
0 0
Titiek Soeharto Telepon Amran Dengar Keluhan Peternak Ayam

Ketua Komisi IV DPR-RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto, mengambil langkah cepat setelah menampung langsung aspirasi para peternak ayam petelur. Dalam pertemuan dengan sejumlah perwakilan peternak, keluhan utama yang mengemuka adalah sulitnya akses jagung untuk pakan serta kenaikan harga kedelai yang terus menekan biaya produksi. Mendengar keluhan tersebut, Titiek Soeharto tidak hanya mencatat, melainkan langsung menghubungi Menteri Perdagangan Amran Sulaiman melalui sambungan telepon untuk menyampaikan persoalan tersebut.

Keluhan Peternak Muncul di Rapat Kerja

Kejadian bermula saat Titiek Soeharto memimpin rapat kerja bersama sejumlah pihak terkait di gedung DPR-RI, Jakarta. Dalam forum tersebut, perwakilan peternak ayam petelur menyampaikan keluhan ekonomi yang kian mendesak. Mereka mengeluhkan langkanya jagung di sejumlah daerah, sementara harga kedelai di pasaran terus merangkak naik. Kedua komponen pakan tersebut merupakan pos biaya terbesar dalam operasional peternakan ayam petelur, sehingga ketersediaan dan stabilitas harganya menentukan kelangsungan usaha mereka.

Para peternak menegaskan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada skala produksi. Sebagian peternak terpaksa mengurangi jumlah populasi ayam karena biaya pakan yang membengkak, sementara yang lain mengeluhkan sulitnya menjaga margin penjualan telur di tengah biaya produksi yang terus naik. Harga jagung yang melonjak dan langkanya pasokan menjadi persoalan paling krusial yang disampaikan dalam pertemuan itu.

Respons Cepat Titiek Soeharto

Menanggapi paparan para peternak, Titiek Soeharto memberikan respons yang terbilang sigap. Alih-alih menunggu proses birokrasi atau mekanisme resmi Komisi IV, ia langsung mengambil ponselnya dan menelepon Menteri Perdagangan Amran Sulaiman. Langkah ini dilakukan sebagai upaya agar keluhan peternak sampai ke meja pengambil kebijakan tanpa penundaan.

"Saya langsung telepon Pak Amran untuk menyampaikan apa yang saya dengar dari peternak. Ini soal kelangsungan usaha mereka," ujar Titiek Soeharto.

Dalam percakapan tersebut, Titiek diduga menyampaikan tiga hal pokok: pertama, permintaan agar pemerintah memastikan ketersediaan jagung nasional; kedua, upaya menstabilkan harga kedelai impor; serta ketiga, perlunya pengawasan distribusi pakan agar tidak terjadi penimbunan di tingkat distributor. Permintaan agar pemerintah turun tangan langsung menjadi inti dari komunikasi tersebut.

Dampak Kenaikan Harga Pakan terekam dalam Data

Untuk memperjelas bobot persoalan, berikut ringkasan perbandingan kondisi yang dikeluhkan peternak:

KomponenKondisi SebelumnyaKondisi TerkiniDampak
Jagung pakanStabil dan mudah diaksesLangka di sejumlah daerahProduksi pakan terganggu
Harga kedelaiRamah diaku peternakNaik terusBiaya produksi membengkak
Populasi ayamSkala normalBanyak dikurangiStok telur berpotensi menurun

Bila dua bahan baku pakan utama terus bergejolak, dampaknya tidak berhenti di peternak. Perlu diingat bahwa keluhan peternak ini bukan soal sepele, melainkan persoalan rantai pasok pangan nasional — telur merupakan salah satu sumber protein utama masyarakat, sehingga gangguan di hulu otomatis akan berujung pada harga pangan di tingkat konsumen.

Langkah Selanjutnya yang Diperkirakan Berjalan

  1. Koordinasi lintas kementerian antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk memastikan pasokan jagung.
  2. Pengawasan harga kedelai impor agar tidak diambil keuntungan oleh pihak tengkulak.
  3. Evaluasi di Komisi IV DPR terkait kebijakan pakan ternak dalam rapat-rapat berikutnya.
  4. Pemantauan harga telur di pasar untuk mencegah gejolak lanjutan pada konsumen.

Titiek Soeharto sendiri diperkirakan akan kembali mengawal persoalan ini dalam agenda Komisi IV ke depan. Langkah telepon langsung ke Menteri Amran tersebut mencerminkan tren baru di kalangan legislator: respons cepat tanpa menunggu kanal resmi, demi menjawab tekanan yang dirasakan konstituen di lapangan.

Kesimpulan Analisis

Kasus ini memperlihatkan betapa rapuhnya rantai pasok pakan ternak di Indonesia saat ini. Ketika jagung langka dan kedelai mahal, peternak kecil adalah pihak pertama yang terjepit. Dukungan kebijakan pemerintah menjadi kunci utama agar sektor perunggasan tidak mengalami gangguan serius dalam beberapa bulan ke depan. Apakah telepon Titiek Soeharto ke Amran Sulaiman akan membuahkan hasil nyata, publik tentu menanti perkembangannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User