Tertibkan Trotoar UNHCR, Puluhan WNA Pengungsi Akan Ditempatkan di Penampungan

Beritainti.com, Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengambil tindakan tegas terhadap sekelompok warga negara asing (WNA) yang mendirikan tenda dan bermukim di area trotoar depan

Jul 07, 2026 - 23:10
0 0
Tertibkan Trotoar UNHCR, Puluhan WNA Pengungsi Akan Ditempatkan di Penampungan

Beritainti.com, Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengambil tindakan tegas terhadap sekelompok warga negara asing (WNA) yang mendirikan tenda dan bermukim di area trotoar depan kantor Komisioner Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) di Jalan Setiabudi Selatan, Kuningan, Setiabudi. Langkah penertiban ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga terkait aktivitas para pengungsi yang dinilai mengganggu ketertiban umum serta mempersempit akses bagi pejalan kaki.

Penertiban untuk Kembalikan Fungsi Fasilitas Umum

Operasi penertiban tersebut dipimpin langsung oleh pihak Kecamatan Setiabudi. Wakil Camat Setiabudi, Rizky Noviana Purnama, dalam keterangannya yang dikutip dari laporan media kami pada Kamis (2/7/2026), menyatakan bahwa ini bukan kali pertama pihaknya melakukan penindakan. Sebelumnya, petugas telah membubarkan para pengungsi dari lokasi tersebut, namun mereka kembali lagi dan memicu keresahan di tengah masyarakat. "Banyak warga yang mengeluhkan aktivitas mereka karena mengganggu ketertiban umum," ujar Rizky. Ia menegaskan bahwa upaya penertiban ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu penegakan ketertiban umum, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas yang seharusnya digunakan untuk keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para WNA tersebut telah menjadikan trotoar sebagai tempat tinggal sementara dengan mendirikan tenda-tenda darurat. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan pemandangan kumuh, tetapi juga berpotensi menimbulkan gesekan sosial dengan lingkungan sekitar. Pihak kecamatan menegaskan bahwa trotoar adalah ruang publik yang harus bebas dari hambatan permanen maupun semi-permanen. Selain mengganggu estetika kota, keberadaan tenda-tenda di atas trotoar mempersempit jalur pejalan kaki sehingga membahayakan warga yang melintas, terutama anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, penertiban dengan pendekatan persuasif hingga paksa diterapkan untuk memastikan area tersebut kembali steril.

Lebih lanjut, Rizky menjelaskan bahwa proses pendataan dan penertiban ini merupakan bagian dari upaya mencari solusi komprehensif yang dapat mengakomodir aspirasi para pengungsi. Pemerintah setempat tidak hanya ingin memindahkan mereka secara paksa, tetapi juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan hak-hak dasar kemanusiaan mereka tetap terpenuhi selama proses relokasi. Dalam operasi ini, petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan Dinas Sosial juga diterjunkan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama proses evakuasi berlangsung.

"Mereka kembali lagi dan banyak warga yang mengeluhkan aktivitas mereka karena mengganggu ketertiban umum." — Wakil Camat Setiabudi, Rizky Noviana Purnama

Setelah dilakukan penertiban, rencananya para WNA tersebut akan direlokasi ke tempat penampungan yang lebih layak. Saat ini, pemerintah bersama UNHCR tengah menyiapkan lokasi alternatif agar para pengungsi tidak kembali ke jalanan. Proses relokasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pencari suaka sembari menjaga stabilitas sosial di wilayah Jakarta Selatan. Hingga berita ini diturunkan, tim di lapangan masih melakukan pembersihan dan pemulihan trotoar agar dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Editor Ekonomi. Editor ringkasan isu bisnis dalam poin inti.

Comments (0)

User