TANGERANG — Dewa United Resmi Akhiri Kontrak Jan Olde Riekerink, Valuasi Tim Diproyeksi Turun

Klub sepak bola Dewa United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jan Olde Riekerink per hari ini, menandai berakhirnya empat musim penu

Jul 09, 2026 - 11:54
0 0
TANGERANG — Dewa United Resmi Akhiri Kontrak Jan Olde Riekerink, Valuasi Tim Diproyeksi Turun

Klub sepak bola Dewa United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jan Olde Riekerink per hari ini, menandai berakhirnya empat musim penuh dinamika. Dari sudut pandang bisnis-ekonomi, perpisahan ini bukan sekadar pergantian figur di ruang ganti, melainkan peristiwa yang berpotensi menggerus nilai komersial dan daya tawar klub di hadapan investor serta sponsor. Pasalnya, selama di bawah arahan pelatih asal Belanda itu, Dewa United mencatat pertumbuhan pendapatan konsisten dua digit per tahun—terdorong peningkatan jumlah penonton, penjualan atribut resmi, serta kontrak sponsorship baru.

Kronologi Investasi dan Performa Klub Empat Musim Terakhir

  1. 2022 – Musim Perkenalan: Riekerink direkrut dengan kontrak dua tahun senilai Rp4,2 miliar per musim. Klub masih membangun fondasi bisnis dengan pendapatan total Rp28 miliar, didominasi hak siar (55%) dan sponsor utama.
  2. 2023 – Ekspansi Komersial: Nilai kontrak diperpanjang dengan kenaikan 20% menjadi Rp5,04 miliar. Pendapatan klub melonjak 35% menjadi Rp37,8 miliar, ditopang penjualan tiket yang naik 50% dan lima sponsor baru dari sektor ritel dan teknologi.
  3. 2024 – Puncak Valuasi: Dewa United berhasil menembus papan atas klasemen dan valuasi klub meningkat 40% menjadi Rp210 miliar (estimasi internal). Pendapatan hak siar naik 12%, sementara penjualan merchandise menyentuh Rp8 miliar—naik 78% dari tahun pertama Riekerink.
  4. 2025 – Kontrak Berakhir: Klub memutuskan tidak memperpanjang kontrak Riekerink pasca-evaluasi performa paruh musim yang menunjukkan stagnasi pendapatan (hanya tumbuh 4% YoY) serta penurunan rata-rata penonton kandang sebesar 15%. Total pendapatan tahun berjalan diproyeksikan Rp43 miliar, di bawah target awal Rp48 miliar.

Keputusan berpisah ini mempertimbangkan faktor cost-benefit; gaji Riekerink yang sudah setara 11,7% dari total belanja operasional klub dianggap memberatkan di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan penurunan minat penonton. Meski demikian, hilangnya sentuhan Riekerink dikhawatirkan memicu klausul evaluasi ulang dari sponsor utama—dua di antaranya menyematkan target performa eksplisit dalam kontrak. Jika Dewa United finis di luar lima besar musim depan, nilai sponsor bisa terpangkas hingga 25% atau sekitar Rp6 miliar per tahun.

Di sisi lain, biaya perpisahan (severance package) dipastikan tidak membebani laporan laba-rugi karena kontrak habis secara natural. Namun peluang pendapatan dari kiprah di kompetisi internasional—yang nyaris diraih musim lalu—kini meleset seiring transisi pelatih, menunda potensi tambahan minimal Rp12 miliar dari partisipasi turnamen Asia.

Dengan Riekerink hengkang, Dewa United kini berada di persimpangan strategis. Klub harus segera menunjuk arsitek baru dengan biaya kontrak ideal di bawah Rp3 miliar agar alokasi belanja pelatih kembali ke kisaran rasio sehat 7-8% dari operasional. Keputusan ini akan menjadi ujian bagi manajemen dalam menjaga momentum pertumbuhan neraca dan kepercayaan pasar.

Disclaimer: Data finansial dalam artikel ini merupakan estimasi berdasarkan pengumuman resmi klub dan riset pasar internal Beritainti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User