Stok Batu Bara PLN Aman, ESDM Kembali Buka Keran Ekspor
Jakarta, Beritainti.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya bagi pembangkit listrik milik PT
Jakarta, Beritainti.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya bagi pembangkit listrik milik PT PLN (Persero), kini dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan setelah kementerian sebelumnya menerapkan kebijakan penundaan sementara kegiatan ekspor batu bara guna mengamankan stok nasional.
Kebijakan penahanan ekspor yang sempat berlangsung beberapa waktu lalu menuai perhatian pasar global. Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap potensi krisis pasokan yang dapat mengganggu operasional pembangkit listrik nasional. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa volume ekspor yang ditahan disesuaikan dengan spesifikasi nilai kalori yang disyaratkan oleh PLN serta kebutuhan operasional perusahaan listrik negara tersebut.
Hingga akhir pekan ini, laporan yang dihimpun Beritainti.com menunjukkan bahwa sekitar 141 juta metrik ton (MT) batu bara telah berhasil diamankan dari total kebutuhan tahunan yang mencapai 154 juta MT. Angka ini mencerminkan tingkat pemenuhan yang sudah sangat mendekati target, sehingga kekhawatiran akan kekurangan pasokan dapat diredam.
"Langkah ini diambil sebagai bagian dari fungsi pengawasan Kementerian ESDM sebagai regulator. Seiring dengan membaiknya kondisi pasokan dalam negeri, kegiatan ekspor batu bara kini telah berjalan kembali secara normal," ujar Anggi dalam keterangan tertulis pada Sabtu (27/6/2026).
Ekspor Kembali Normal
Dengan tercapainya stok yang mendekati target tahunan, kementerian secara resmi kembali melonggarkan keran ekspor batu bara. Keputusan ini diharapkan mampu menstabilkan kembali rantai pasok internasional yang sempat terganggu, sekaligus mengamankan pendapatan negara dari sektor non-migas. Normalisasi kegiatan ekspor ini menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha tambang yang sebelumnya harus menyesuaikan jadwal pengapalan mereka.
Media kami mencatat bahwa mekanisme pengawasan domestic market obligation (DMO) akan terus diperketat. Pemerintah tidak ingin mengalami kejadian serupa di masa mendatang, di mana kepentingan dalam negeri nyaris terkorbankan oleh tingginya permintaan ekspor. Keseimbangan antara pemenuhan energi nasional dan keuntungan perdagangan internasional kini menjadi titik fokus utama Kementerian ESDM.
Dengan beroperasinya kembali ekspor secara normal, para penambang kini memiliki keleluasaan untuk memenuhi kontrak-kontrak dagang yang sebelumnya tertunda. Sementara itu, PLN dipastikan memiliki cadangan yang cukup untuk menjaga keandalan listrik di seluruh pelosok tanah air.
Comments (0)