Senat AS Sahkan Resolusi untuk Setop Perang dengan Iran
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Senat AS resmi meloloskan sebuah resolusi yang menyerukan diakhirinya konflik bersenjata dengan Iran. Trump s
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Senat AS resmi meloloskan sebuah resolusi yang menyerukan diakhirinya konflik bersenjata dengan Iran. Trump secara khusus mengecam sejumlah Senator dari Partai Republik yang bergabung dengan rekan-rekan mereka dari Partai Demokrat untuk mendukung langkah simbolis tersebut.
Menurut laporan yang dihimpun media kami pada Rabu (24/6/2025), Trump menyampaikan kecamannya melalui platform media sosial miliknya. Ia menilai resolusi itu disahkan pada momen yang sangat tidak tepat dan tidak memiliki arti substansial di tengah tekanan maksimum yang tengah ia terapkan terhadap Teheran.
"Jadi saya telah membuat Iran 'terpojok', siap untuk jatuh, bersedia memberikan kita hampir apa pun, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, sangat menghormati Amerika Serikat dan presidennya, SAYA, dan Senat AS memutuskan untuk mengadakan pemungutan suara UU Kekuatan Perang pada waktu yang tidak tepat dan tidak berarti," tulis Trump dalam pernyataannya yang pedas.
Resolusi Lolos dengan Selisih Tipis
Resolusi yang dikenal dengan nama "War Powers Act" atau UU Kekuatan Perang itu berhasil lolos di Senat dengan perolehan suara yang cukup tipis, yaitu 50 suara mendukung berbanding 48 suara menolak. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan sebagian Senator Republik yang memilih untuk berseberangan dengan keinginan presiden dari partainya sendiri.
Langkah Senat ini merupakan refleksi dari kekhawatiran yang berkembang di kalangan legislatif mengenai potensi eskalasi militer tanpa otorisasi kongres yang jelas. Meskipun resolusi ini lebih bersifat simbolis dan diperkirakan akan menghadapi veto dari Gedung Putih, pengesahannya menunjukkan adanya keretakan signifikan dalam tubuh Partai Republik terkait strategi konfrontasi pemerintahan Trump terhadap Iran.
Trump, yang dikenal sangat sensitif terhadap setiap bentuk penentangan terhadap kebijakan luar negerinya, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap anggota partainya sendiri yang dianggap tidak solid. Ia menekankan bahwa posisi tawarnya terhadap Iran sedang berada di puncak dan langkah Senat justru berpotensi melemahkan tekanan diplomatik dan ekonomi yang telah susah payah ia bangun. Pihak Gedung Putih menegaskan akan terus melanjutkan kampanye tekanan maksimum untuk memastikan Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir.
Comments (0)