Ruben Onsu vs Jordi Onsu, Bisnis Keluarga di Ambang Disrupsi

JAKARTA — Publik tengah menyaksikan retaknya hubungan dua bersaudara kenamaan, Ruben Onsu dan Jordi Onsu, yang kini bereskalasi menjadi saling sindir di me

Jul 08, 2026 - 21:50
0 0

JAKARTA — Publik tengah menyaksikan retaknya hubungan dua bersaudara kenamaan, Ruben Onsu dan Jordi Onsu, yang kini bereskalasi menjadi saling sindir di media sosial. Di balik drama personal ini, tersimpan potensi gejolak pada portfolio bisnis keluarga yang selama ini dikelola secara terpisah namun saling terikat oleh citra publik.

Perseteruan bermula dari kerenggangan hubungan yang kian terasa pasca Ruben menghadapi konflik rumah tangga dengan sang istri, Sarwendah. Jordi, yang sebelumnya dikenal sebagai adik sekaligus rekan satu manajemen, justru beberapa kali menyuarakan pendapat yang dinilai Ruben sebagai bentuk intervensi tak diinginkan. Hal ini memicu ketegangan yang kemudian meledak ketika Jordi mengunggah video yang diduga akan membongkar "rahasia" keluarga.

Kronologi Perselisihan dan Dampak Reputasional

Secara kronologis, sejumlah media mencatat tiga fase eskalasi:

  • Fase 1: Jeda Komunikasi. Ruben dan Jordi mulai jarang tampil bersama. Sinyal kerenggangan ini terdeteksi oleh netizen yang kemudian membandingkan interaksi mereka di media sosial.
  • Fase 2: Saling Sindir Terbuka. Jordi disebut-sebut memberikan komentar terkait masalah Sarwendah, yang kemudian direspons Ruben dengan pernyataan tegas agar sang adik “tidak ikut campur”. Ruben bahkan menyebut Jordi "sok hebat" dalam unggahan yang viral.
  • Fase 3: Ancaman Pembongkaran Rahasia. Pihak Ruben memberikan peringatan (wanti-wanti) ketika Jordi mengunggah video teaser berisi klaim akan membuka tabir rahasia keluarga.

Dari perspektif ekonomi reputasional, eskalasi ini dapat menurunkan brand trust yang selama ini menjadi fondasi bisnis kedua figur publik tersebut. Ruben Onsu memiliki sejumlah lini usaha—seperti restoran cepat saji, produk perawatan tubuh, hingga rumah produksi—yang sangat bergantung pada citra positif dan kedekatan dengan keluarga. Sementara Jordi Onsu juga mengelola bisnis kuliner yang menyasar segmen serupa.

Valuasi Tak Kasatmata: Ketika "Family Premium" Terkikis

Bisnis yang dibangun oleh figur publik seringkali mengandung apa yang di pasar disebut "family premium"—nilai tambah yang muncul dari narasi harmoni, loyalitas, dan keterikatan emosional. Dalam kasus Ruben Onsu, banyak kolaborasi bisnisnya yang melibatkan citra keluarga, termasuk Sarwendah dan anak-anak, yang memperkuat emotional engagement konsumen.

Dengan terbukanya konflik ini, premium tersebut berpotensi mengalami diskon signifikan. Data dari beberapa platform social listening menunjukkan lonjakan sentimen negatif terhadap kedua figur dalam sepekan terakhir, dengan peningkatan volume pembicaraan hingga 320% dibandingkan rata-rata bulanan. Bagi investor atau mitra bisnis, situasi ini dapat memicu peninjauan ulang kontrak kerja sama, terutama jika salah satu pihak dinilai menciptakan risiko reputasi.

“Dalam ekonomi perhatian, konflik keluarga publik figur setara dengan pengumuman risiko material. Mitra bisnis biasanya memasukkan klausul moral yang bisa terpicu oleh skandal atau pertikaian terbuka,” ujar seorang konsultan manajemen reputasi yang enggan disebut namanya.

Segmentasi Pasar: Memisahkan Aset Emosional dan Komersial

Langkah terbaru dari kubu Ruben yang meminta Jordi "berhenti ikut campur" dapat dibaca sebagai upaya pemisahan aset emosional dan komersial. Secara bisnis, ini bisa menjadi sinyal bahwa Ruben ingin membatasi potensi kerugian dengan menegaskan independensi merek pribadinya. Namun, bagi penggemar yang selama ini menyukai kolaborasi "Onsu Bersaudara", perpecahan ini justru menciptakan disonansi yang dapat menurunkan loyalitas merek.

Di sisi lain, Jordi Onsu justru bisa mendapatkan short-term spike atensi dari kontroversi ini—sebuah fenomena yang kerap disebut outrage economy. Namun, jika tidak dikelola dengan hati-hati, peningkatan traffic ini bisa bersifat destruktif dan mempersulit dirinya mendapatkan kepercayaan dari mitra komersial jangka panjang.

Para analis industri hiburan menilai bahwa kedua belah pihak perlu segera mengelola narasi secara lebih tertutup untuk meminimalkan dampak pada ekosistem bisnis yang telah dibangun. Sebab, dalam matriks risiko reputasi, pertikaian keluarga berpotensi menular ke brand yang di-endorse, mengurangi daya tawar di hadapan klien, dan menggerus nilai kontrak iklan yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User