RI-India Pacu Proyek Bandara Antariksa, Pembangunan Dimulai 2027

Kerja sama strategis antara Indonesia dan India di bidang antariksa memasuki babak baru. Dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026), Presiden Prabowo Subianto dan Per

Jul 07, 2026 - 22:42
0 0
RI-India Pacu Proyek Bandara Antariksa, Pembangunan Dimulai 2027

Kerja sama strategis antara Indonesia dan India di bidang antariksa memasuki babak baru. Dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026), Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati percepatan proyek pembangunan bandara antariksa. Proyek ambisius ini ditargetkan memulai konstruksi pada tahun 2027, menandai lompatan besar bagi infrastruktur dan kapabilitas keantariksaan nasional.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian diskusi teknis yang telah berlangsung intensif antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan pihak India. Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan bahwa proyek ini didorong langsung oleh arahan Presiden setelah pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Lokasi Strategis di Biak Jadi Kandidat Utama

Arif Satria menjelaskan bahwa beberapa calon lokasi telah diidentifikasi untuk bandara antariksa ini, dengan Biak di Provinsi Papua menjadi kandidat terdepan. Keunggulan geografis Biak yang berada di dekat garis khatulistiwa menjadikannya lokasi ideal untuk peluncuran wahana antariksa. Posisi ini memungkinkan penghematan bahan bakar roket karena memanfaatkan kecepatan rotasi bumi secara maksimal.

"Kita sedang persiapkan untuk berkolaborasi dengan India untuk pembangunan bandara antariksa. Bandara Antariksa memang ada beberapa calon lokasi, salah satu calon lokasi adalah di Biak. Ini memang harus diperkuat, dan tadi saya sudah mendapat pesan untuk segera ditindaklanjuti. Memang kami sudah intensif melakukan pembicaraan dengan pihak India terkait dengan pembangunan Bandara Antariksa," ujar Arif Satria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Pemilihan Biak bukan tanpa pertimbangan matang. Kawasan ini telah lama dinilai potensial untuk menjadi pusat kegiatan antariksa, bahkan sejak era kebangkitan teknologi nusantara. Kini, kolaborasi dengan India yang telah memiliki kemajuan pesat dalam program luar angkasa, termasuk misi Chandrayaan dan Mars Orbiter Mission, diharapkan mempercepat realisasi proyek tersebut.

India sendiri dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri antariksa global. Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) telah membangun reputasi sebagai lembaga yang mampu menjalankan misi kompleks dengan biaya efisien. Transfer pengetahuan dan pengalaman dari ISRO akan menjadi katalis bagi pengembangan kompetensi dalam negeri, mulai dari pembangunan landasan, pusat kendali, hingga sumber daya manusia.

Selain aspek teknis, kerja sama ini juga menjadi fondasi bagi penguatan hubungan bilateral kedua negara di sektor sains dan teknologi. Proyek bandara antariksa ini diharapkan menjadi hub regional yang dapat digunakan oleh negara-negara tetangga, membuka peluang komersial dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta eksplorasi antariksa di kawasan Asia-Pasifik.

Pemerintah melalui BRIN menargetkan agar pembangunan fisik dimulai paling lambat tahun 2027, dengan tahap persiapan yang mencakup studi kelayakan final, pembebasan lahan, serta penyusunan rancangan rinci. Seluruh proses akan dipercepat tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat lokal. Masyarakat Biak diharapkan menjadi bagian integral dari ekosistem antariksa nasional, baik sebagai tenaga kerja maupun pelaku pendukung lainnya.

Dengan dimulainya proyek besar ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemain aktif dalam industri antariksa global. Kehadiran bandara antariksa di tanah air akan membuka jalan bagi misi peluncuran satelit, penelitian luar angkasa, dan bahkan cita-cita jangka panjang pengiriman astronot nasional. Semua bergerak menuju satu tujuan: menjadikan Indonesia sebagai kekuatan antariksa yang disegani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User