Potret Pemegang KJP Tertib Antre Sembako di Cilincing
Jakarta - Ratusan pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) terlihat mengantre dengan tertib di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (10/4/2025). Mereka menanti giliran untuk membeli paket sembako
Jakarta - Ratusan pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) terlihat mengantre dengan tertib di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (10/4/2025). Mereka menanti giliran untuk membeli paket sembako bersubsidi dalam program Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, antrean sudah mulai terbentuk sejak pukul 06.00 WIB dan terus bertambah hingga siang hari.
Antrean Tertib dan Protokol Kesehatan
Meski jumlah warga yang hadir cukup banyak, situasi di lokasi tetap kondusif. Para pemegang KJP tampak duduk rapi di kursi yang disediakan panitia sambil menunggu nomor antrean dipanggil. Beberapa di antaranya membawa anak-anak dan lansia. Petugas dari Dinas Sosial, Satpol PP, dan kelurahan setempat berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan antrean berjalan lancar.
Salah satu warga, Nurhayati (38), mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
"Harga kebutuhan pokok di pasar sekarang mahal, di sini bisa beli beras 5 kilogram cuma Rp 20 ribu, minyak goreng Rp 10 ribu, gula dan telur juga murah. Sangat membantu keluarga kami,"ujarnya kepada Beritainti.com.
Program Pasar Sembako Murah ini memang diadakan rutin di sejumlah titik di Jakarta. Khusus di Cilincing, kegiatan ini menyasar 500 pemegang KJP yang telah terdaftar. Setiap pemegang kartu dapat membeli satu paket sembako senilai Rp 50.000, yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, susu, dan telur. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran yang mencapai tiga kali lipat.
Dukungan Pemprov DKI
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi.
"Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran. KJP bukan hanya untuk pendidikan, tapi juga pintu akses bagi keluarga prasejahtera untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,"katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa warga juga disiplin menjaga jarak. Penggunaan masker masih terlihat meski tidak diwajibkan. Beberapa relawan dan kader PKK turut membantu mendistribusikan kupon dan mengarahkan alur antrean. Tidak ada kericuhan atau saling serobot yang terjadi.
Program sembako murah ini rencananya akan berlangsung selama dua hari, mulai 10 hingga 11 April 2025. Pemprov DKI berharap kegiatan ini bisa diperluas ke wilayah lain, terutama di kelurahan dengan jumlah pemegang KJP tinggi.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan agar kegiatan serupa bisa diadakan lebih sering,"imbuh pernyataan resmi dari Pemprov.
Sementara itu, salah satu petugas lokasi mengapresiasi kesabaran para pemegang KJP yang antre dengan tertib.
"Kami sangat mengapresiasi. Ini menunjukkan budaya antre masyarakat Jakarta semakin baik. Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang terbantu,"ujar seorang anggota Satpol PP yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan data Dinas Sosial, terdapat sekitar 850.000 pemegang KJP di Jakarta pada tahun 2025. Pemerintah provinsi terus berupaya menyalurkan berbagai bantuan sosial, termasuk sembako murah, guna meringankan beban ekonomi warga di tengah fluktuasi harga pangan. (Beritainti.com/vit)
Comments (0)