PSSI Masih Nantikan Izin Klub Justin Hubner untuk Piala AFF 2026

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) saat ini masih berada dalam jalur komunikasi intensif dengan manajemen Wolverhampton Wanderers. Topik utama pembicaraan itu menyangkut masa depan Justin Hubner, be...

Jul 28, 2026 - 06:40
0 0
PSSI Masih Nantikan Izin Klub Justin Hubner untuk Piala AFF 2026

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) saat ini masih berada dalam jalur komunikasi intensif dengan manajemen Wolverhampton Wanderers. Topik utama pembicaraan itu menyangkut masa depan Justin Hubner, bek tengah berpaspor Indonesia yang diharapkan bisa memperkuat Skuad Garuda pada perhelatan ASEAN Hyundai Cup 2026. Turnamen dua tahunan yang dulu dikenal sebagai Piala AFF itu dijadwalkan bergulir pada pengujung tahun 2026 dan Indonesia membidik gelar juara untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kehadiran pemain berusia 22 tahun itu dianggap begitu krusial sehingga PSSI bahkan sudah mengirim surat resmi permohonan izin sejak beberapa pekan lalu. Namun hingga kini, jawaban dari pihak klub yang bermarkas di Molineux Stadium tersebut belum juga diterima. Ketua Umum PSSI menyatakan bahwa pihaknya tetap menghormati segala kebijakan Wolves, tetapi optimisme masih menyala karena Hubner sendiri disebut sangat antusias membela negara leluhur ibundanya kembali.

Perjalanan Justin Hubner Meraih Kepingan Identitas Merah Putih

Justin Hubner lahir di ‘s-Hertogenbosch, Belanda, pada 14 September 2003 dari seorang ibu asal Jakarta. Bakatnya di posisi bek tengah membuat akademi sepak bola Wolverhampton Wanderers merekrutnya sejak usia remaja. PSSI pertama kali menjajaki proses naturalisasi Hubner pada 2022 dan akhirnya resmi menjadikannya Warga Negara Indonesia pada Desember 2023, bersamaan dengan beberapa pemain diaspora lain seperti Rafael Struick dan Ivar Jenner. Sejak saat itu, ia telah mencatatkan tiga penampilan untuk tim nasional senior, dua di antaranya dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Rata-rata ia mencatat 2,1 tekel sukses dan 3,4 sapuan per laga, angka yang menempatkannya di jajaran bek terproduktif di skuad Garuda. Keberadaannya langsung mengerek persentase clean sheet tim menjadi 67% dalam tiga laga tersebut, berbanding 20% tanpa dirinya. Selain kekuatan duel udara yang dominan, Hubner juga menawarkan distribusi bola rapi—akurasi umpan mencapai 84%—sehingga ia menjadi titik awal pembangunan serangan dari lini belakang. Oleh karena itu, Shin Tae-yong selaku pelatih kepala tak segan menyebutnya sebagai “investasi jangka panjang” yang harus terus diasah.

Medan Laga ASEAN Hyundai Cup 2026 dan Target Juara Perdana

Hyundai menggantikan Suzuki sebagai sponsor utama dan gelaran ini akan menggunakan nama ASEAN Hyundai Cup mulai edisi 2026. Sepuluh negara Asia Tenggara akan bersaing dalam format grup dan sistem gugur dengan partai puncak menggunakan dua leg. Indonesia sendiri belum pernah sekalipun meraih trofi, meski enam kali lolos ke partai final. Target juara kali ini bukan sekadar wacana: federasi telah menyusun peta jalan sejak 2024 dengan memproyeksikan pemanggilan seluruh pilar terbaik, termasuk pemain abroad di Eropa dan Asia. Jadwal yang padat—kemungkinan enam hingga delapan laga dalam 25 hari—menuntut kedalaman skuad mutlak. Di sinilah sosok Hubner menjadi vital. Kemampuannya bermain di dua formasi berbeda, tiga bek sejajar maupun empat bek, memberi fleksibilitas taktis. Dengan kehadiran Hubner, Shin Tae-yong bisa menduetkannya bersama Jordi Amat yang kaya pengalaman atau dengan Elkan Baggott yang unggul dalam postur. Opsi rotasi pun terbuka lebar tanpa menurunkan kualitas lini belakang. Data menunjukkan bahwa saat Hubner dan Amat bermain bersama, Indonesia mencatat rata-rata penguasaan bola 52% dan hanya kebobolan 0,5 gol per laga—jauh di bawah rata-rata kebobolan 1,4 gol ketika kombinasi itu terpecah.

Kendala Izin Klub dan Dinamika Negosiasi dengan Wolverhampton

Tantangan terbesar PSSI justru terletak pada regulasi FIFA. Piala AFF maupun ASEAN Hyundai Cup tidak masuk dalam kalender pertandingan internasional resmi, sehingga klub tidak memiliki kewajiban melepas pemain. Faktor ini pernah menggagalkan pemanggilan sejumlah pemain abroad pada edisi sebelumnya. Wolverhampton Wanderers, yang saat ini menempatkan Hubner di skuad U-21 sekaligus beberapa kali memberinya menit di tim utama pada ajang Piala FA dan EFL Cup, diyakini sedang menimbang benturan jadwal. Liga Inggris 2026/2027 akan berjalan bersamaan dengan turnamen, dan Wolves mungkin membutuhkan Hubner sebagai pelapis di tengah padatnya kompetisi domestik. Meskipun begitu, PSSI terus menjalin lobi melalui jalur agen pemain maupun komunikasi langsung dengan direktur teknik klub. Sekjen PSSI menyebutkan bahwa rancangan pemanggilan hanya akan memakan waktu maksimal tiga pekan, tepat setelah fase grup selesai, sehingga Hubner tidak akan absen terlalu lama. “Kami optimistis Wolves akan mempertimbangkan hubungan baik yang sudah terjalin, apalagi ini menyangkut kebanggaan pemain membela negara ibundanya,” ujar sumber internal federasi. Bila izin tak kunjung didapat, PSSI sudah menyiapkan nama alternatif seperti Muhammad Ferrari atau Rizky Ridho yang memang rutin mendapat panggilan. Namun dari sudut pandang teknis, ketiadaan Hubner jelas mengurangi dimensi fisik dan ketenangan yang ia bawa di kotak penalti.

Dukungan Suporter dan Hitung Mundur Menuju Kepastian

Gelombang dukungan dari pendukung Timnas Indonesia di media sosial terus mengalir. Tagar #WeNeedHubner sempat trending di platform X pada awal pekan ini, mencerminkan besarnya ekspektasi publik terhadap pemain yang dianggap bisa menjadi solusi atas kerapuhan lini belakang yang kadang kambuh di laga krusial. PSSI sendiri menargetkan pengumuman daftar awal pemain paling lambat dua bulan sebelum kick-off, sehingga masih tersedia waktu sekitar empat bulan bagi Wolves untuk memberi keputusan. Sementara itu, Justin Hubner dikabarkan terus menjaga kondisi fisik dengan intensif di bawah program latihan individu yang terpantau oleh staf pelatih timnas. “Dia sangat profesional dan selalu menyatakan siap jika sewaktu-waktu dipanggil,” ujar seorang anggota staf kepelatihan. Kini, seluruh mata tertuju ke meja negosiasi antara PSSI dan Wolverhampton Wanderers. Apabila lampu hijau menyala, Indonesia akan tampil sebagai salah satu kekuatan paling disegani di Asia Tenggara dengan skuad yang nyaris sempurna. Jika tidak, Skuad Garuda tetap harus membuktikan bahwa gelar juara bisa direbut dengan kolektivitas, bukan sekadar nama besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User