Presiden Prabowo Ungkap Kunci Kemajuan Bangsa, Soroti Perang Akibat Elite Terpecah

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai faktor krusial yang menentukan kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Dalam pidatonya di Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains,

Jul 07, 2026 - 23:40
0 0
Presiden Prabowo Ungkap Kunci Kemajuan Bangsa, Soroti Perang Akibat Elite Terpecah

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai faktor krusial yang menentukan kemajuan atau kemunduran suatu bangsa. Dalam pidatonya di Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC, Jakarta, Jumat (26/6/2026), kepala negara menekankan bahwa kemampuan para elite untuk bersatu dan bekerja sama adalah inti dari kebangkitan sebuah peradaban. Prabowo membandingkannya dengan negara-negara yang elitenya terpecah, yang menurutnya tidak akan bisa mencapai potensi maksimal. "Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya. Ini sejarah mengajarkan," ujar Prabowo dalam forum tersebut.

Dampak Elite Terpecah: Dari Konflik Internal Hingga Perang

Mengembangkan argumennya, Presiden menjelaskan bahwa perpecahan di kalangan elite seringkali berujung pada konsekuensi yang jauh lebih serius daripada sekadar stagnasi. Konflik berkepanjangan antar-elite, menurut laporan yang disampaikan dalam acara itu, dapat memicu terjadinya perang saudara atau bahkan perang antarnegara. Prabowo menyoroti bahwa krisis multidimensi yang melanda berbagai belahan dunia saat ini hampir selalu berpangkal pada kondisi geopolitik yang memanas akibat ketidakmampuan para pemimpin untuk menemukan titik temu. Lebih lanjut, ia memaparkan data terkini untuk menguatkan pernyataannya. "Sekarang ini masih terjadi perang. Tahun 2025 terjadi 59 perang besar dan kecil. Dunia mengeluarkan USD 2,3 triliun untuk perang pada 2024. Korban meninggal mencapai 300 ribu jiwa. Ini fakta-fakta yang tak bisa dibantah," tegas Kepala Negara dalam forum yang dihadiri para akademisi dan pelaku industri tersebut.

Indonesia Sebagai Kontras: Stabilitas di Tengah Ketegangan Global

Dalam konteks inilah Presiden Prabowo mengajak seluruh komponen bangsa untuk merefleksikan posisi Indonesia. Ia menekankan bahwa di saat banyak negara lain tengah bergulat dengan konflik internal, elite politik di Tanah Air mampu menjaga stabilitas dan mengarahkan energi nasional untuk pembangunan. "Tapi kita bersyukur saat ini elite di Indonesia akur semuanya," kata Prabowo, yang disambut aplaus peserta sarasehan. Menurut laporan media kami, pernyataan tersebut merujuk pada terbentuknya koalisi besar pemerintahan yang solid, yang dinilai menjadi fondasi kuat untuk menghadapi gejolak ekonomi dan keamanan global. Tanpa persatuan di tingkat pengambil kebijakan, kata Prabowo, Indonesia akan sulit mewujudkan cita-cita menjadi negara maju pada tahun 2045.

Presiden melanjutkan bahwa pembelajaran dari ketegangan global seharusnya menjadi cambuk bagi Indonesia untuk tidak hanya menjaga perdamaian, tetapi juga membangun daya tahan nasional yang kuat dan mandiri. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya investasi di sektor sains, teknologi, dan khususnya industri pertahanan. Menurutnya, kemajuan teknologi pertahanan adalah prasyarat mutlak untuk memastikan bahwa stabilitas yang dinikmati saat ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang, sehingga Indonesia tidak akan pernah menjadi korban dari perpecahan elite seperti yang terjadi di negara lain.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Editor Ekonomi. Editor ringkasan isu bisnis dalam poin inti.

Comments (0)

User