Polres Ketapang Kerahkan Kendaraan Pengolah Air Atasi Krisis di Pesisir

Krisis pemenuhan kebutuhan air bersih yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendorong langkah responsif dari aparat kepolisian

Sep 15, 2026 - 10:59
0 0
Polres Ketapang Kerahkan Kendaraan Pengolah Air Atasi Krisis di Pesisir

Krisis pemenuhan kebutuhan air bersih yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendorong langkah responsif dari aparat kepolisian. Guna mengantisipasi dampak buruk dari minimnya pasokan air layak konsumsi, Polres Ketapang mengerahkan armada berteknologi Mobile Water Treatment langsung ke titik-titik permukiman warga yang paling terdampak, khususnya di kawasan pesisir.

Langkah taktis ini diambil menyusul kondisi kritis yang dihadapi masyarakat pesisir akibat kombinasi faktor cuaca kemarau dan karakteristik air tanah yang payau hingga asin, sehingga tidak memungkinkan untuk dikonsumsi langsung tanpa rekayasa penyaringan mendalam.

Krisis Air Bersih Melanda Wilayah Pesisir Ketapang

Kondisi keterbatasan pasokan air bersih terpantau paling krusial terjadi di Desa Tanjung Baik Budi. Letak geografis desa yang berada di garis pantai menyebabkan cadangan air tawar sangat terbatas, sementara ketergantungan masyarakat terhadap air hujan tidak lagi mencukupi saat musim kering berkepanjangan.

“Desa Tanjung Baik Budi saat ini mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga perlu mendapatkan perhatian dan penanganan secara cepat,” tutur Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama saat memberikan keterangan resmi.

Ketiadaan akses sanitasi dasar yang aman berpotensi memicu risiko kesehatan masyarakat, mulai dari penyakit kulit hingga gangguan pencernaan, sehingga intervensi teknologi portabel dinilai menjadi solusi paling rasional dan cepat diaplikasikan.

Tahapan Pemurnian Melalui Mobile Water Treatment

Unit kendaraan pengolah air yang dioperasikan di lapangan bekerja melalui serangkaian rekayasa pemurnian berstandar modern. Teknologi ini dirancang adaptif untuk mengolah berbagai karakteristik air baku, mulai dari air asin pesisir hingga air permukaan seperti air parit atau rawa.

Secara sistematis, mekanisme purifikasi air tersebut berjalan melalui beberapa tahapan terpadu:

  1. Filtrasi Awal: Penyaringan partikel makro, sedimen lumpur, dan material padat tersuspensi yang terbawa dari sumber air mentah.
  2. Disinfeksi Sinar Ultraviolet (UV): Proses eliminasi mikroorganisme patogen, bakteri, dan virus berbahaya tanpa penggunaan bahan kimia berlebih.
  3. Purifikasi Membran Reverse Osmosis (RO): Penyerapan molekuler tingkat tinggi untuk menurunkan kadar mineral terlarut, salinitas tinggi, serta logam berat hingga mencapai batas aman konsumsi.

Efisiensi Kapasitas Produksi Berdasarkan Sumber Air Baku

Secara teknis, output volume pemurnian unit kendaraan sangat ditentukan oleh tingkat salinitas dan kekeruhan material air yang diproses. Karakteristik air asin menuntut beban kerja membran filtrasi yang lebih intensif dibandingkan air tawar permukaan.

  • Pengolahan Air Asin/Payau: Menghasilkan kapasitas debit bersih sekitar 400 liter per jam karena memerlukan tekanan osmosis balik yang lebih tinggi.
  • Pengolahan Air Tawar/Air Parit: Mampu memproduksi debit hingga 2.000 liter per jam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga skala luas.

AKBP Putra Pratama menegaskan bahwa kehadiran unit pengolah air berjalan ini merupakan wujud pelayanan langsung Polri terhadap kebutuhan mendasar masyarakat. Pemanfaatan teknologi tepat guna ini diharapkan mampu memitigasi kerentanan hidrometeorologi serta menjaga stabilitas sosial dan kesehatan publik di wilayah pelosok Kalimantan Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User