ASDP Siagakan Puluhan Armada Demi Lancarkan Arus di Pelabuhan Ketapang
Beritainti.com, Jakarta — Menghadapi situasi kepadatan kendaraan yang terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan strategi rekayasa lalu lin
Beritainti.com, Jakarta — Menghadapi situasi kepadatan kendaraan yang terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan strategi rekayasa lalu lintas secara terpadu. Berdasarkan laporan yang diterima media kami, perusahaan pelat merah tersebut mengerahkan sedikitnya 30 unit kapal untuk mengurai antrean panjang yang mengular di area pelabuhan.
Kebijakan ini tidak diambil secara sepihak. ASDP berkolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), jajaran Kepolisian, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh operator kapal yang beroperasi di jalur strategis ini. Sinergi lintas sektor tersebut dianggap krusial mengingat peran vital konektivitas Jawa-Bali sebagai urat nadi mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik nasional.
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa dan menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi. Sejak awal, seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama untuk memastikan layanan tetap berjalan aman, lancar, dan andal," ujar Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, melalui keterangan tertulis yang diterbitkan pada Senin (29/6/2026).
Heru Widodo menegaskan bahwa manajemen perusahaan terus berkoordinasi intensif untuk mengevaluasi dinamika di lapangan secara real-time. Pengerahan 30 kapal tersebut merupakan langkah optimalisasi yang diharapkan mampu memangkas waktu tunggu pengguna jasa secara signifikan, sekaligus memastikan tidak ada lagi stagnasi kendaraan yang terjadi dalam waktu berkepanjangan. Tidak hanya fokus pada volume kapal, rekayasa lalu lintas juga mencakup pengaturan ritme keberangkatan serta penyesuaian jadwal operasional berdasarkan tingkat urgensi dan kepadatan di titik-titik simpul pelabuhan.
Lintasan Ketapang-Gilimanuk sendiri merupakan gerbang utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Lonjakan arus kendaraan kerap terjadi, khususnya pada periode libur panjang, akhir pekan, atau musim angkutan barang tertentu. Menurut laporan yang dirangkum media kami, kebijakan terbaru ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk memecah konsentrasi kendaraan sekaligus menjaga stabilitas rantai pasok logistik antarwilayah. Seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk terus memonitor situasi dan tidak akan ragu menambah intervensi operasional apabila kepadatan kembali menunjukkan tren peningkatan di hari-hari mendatang.
Comments (0)