JAKARTA — BPOM Peringatkan Vape Beraroma Buah Mulai Sasar Anak

Perkembangan tren gaya hidup digital dewasa ini membawa ancaman tersembunyi bagi generasi muda. Di balik warna-warni kemasan yang memikat dan aroma manis y

Sep 15, 2026 - 11:00
0 0
JAKARTA — BPOM Peringatkan Vape Beraroma Buah Mulai Sasar Anak

Perkembangan tren gaya hidup digital dewasa ini membawa ancaman tersembunyi bagi generasi muda. Di balik warna-warni kemasan yang memikat dan aroma manis yang menyegarkan, industri rokok elektronik atau vape disinyalir mulai melancarkan strategi pemasaran agresif yang menyasar kelompok usia anak-anak dan remaja. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara tegas memberikan peringatan keras terkait maraknya peredaran rokok elektronik dengan varian rasa buah yang dijual bebas di pasaran ritel.

Langkah pengawasan ketat yang dilakukan oleh pihak otoritas mengungkapkan fakta mengkhawatirkan. Produk-produk inhalan ini tidak lagi sekadar dipasarkan kepada perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional, melainkan dirancang secara spesifik untuk memikat konsumen berusia muda yang belum memiliki kesadaran penuh akan bahaya paparan zat adiktif.

Dominasi Rasa Buah dan Strategi Kamuflase Produk

Berdasarkan data pilot project pengawasan tingkat ritel yang digelar oleh BPOM, mayoritas produk cair e-liquid yang beredar di pasaran memanfaatkan perisa makanan yang sangat akrab di lidah anak-anak. Angka temuan ini menunjukkan penetrasi pasar yang sangat masif dan terstruktur.

"Jadi, sebagian besar di atas 50 persen, yaitu 61,06 persen memiliki aroma buah dan buah dingin yang sangat disukai oleh anak-anak maupun remaja, seperti rasa stroberi dan mangga," ujar Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, Nova Emelda, dalam forum diskusi media di Jakarta.

Analisis mendalam BPOM memetakan bahwa penggunaan perisa manis merupakan pintu masuk utama (gateway) yang sengaja diciptakan untuk mengikis persepsi bahaya dari rokok elektronik. Berikut ringkasan temuan pengawasan ritel BPOM terhadap peredaran rokok elektronik:

Kategori Temuan Persentase / Bentuk Dampak pada Lingkungan
Varian Perisa Buah/Dingin 61,06% Menarik minat konsumsi anak-anak dan remaja
Desain Deseptif (Kamuflase) Menyerupai Pulpen dan Spidol Menyamarkan bentuk asli dari pengawasan guru & orang tua

Ancaman Nyata di Lingkungan Sekolah

Tidak hanya berhenti pada manipulasi rasa, produsen rokok elektronik juga disinyalir menerapkan strategi desain fisik yang deceptif atau menyesatkan. Bentuk fisik perangkat vape generasi terbaru telah bertransformasi sedemikian rupa sehingga menyerupai benda-benda komersial dan peralatan sekolah yang lazim digunakan dalam aktivitas harian pelajar.

"Ada yang bentuknya menyerupai pulpen, bahkan ada yang seperti spidol. Jika dibawa ke lingkungan sekolah, guru maupun orang tua di rumah tidak akan menyadari bahwa benda tersebut adalah sebuah perangkat rokok elektronik," lanjut Nova memperingatkan.

Kondisi ini menciptakan celah pengawasan yang sangat krusial di ranah domestik maupun pendidikan. Ketika sebuah perangkat penghasil uap bernikotin tinggi dapat dengan mudah disimpan di dalam tempat pensil tanpa menimbulkan kecurigaan, risiko kecanduan nikotin dini pada pelajar meningkat secara drastis. Fenomena ini menciptakan tantangan baru bagi otoritas kesehatan dan pendidik yang harus berhadapan dengan taktik pemasaran yang kian terselubung.

Urgensi Pengetatan Regulasi dan Pengawasan Berkelanjutan

Melihat ancaman yang makin nyata terhadap kesehatan masyarakat usia muda, BPOM terus memperkuat koridor regulasi serta pengawasan lapangan. Upaya pembatasan aksesibilitas rokok elektronik bagi anak di bawah umur kini menjadi prioritas nasional guna mencegah lonjakan jumlah perokok pemula di Indonesia.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa paparan nikotin pada otak remaja yang sedang berkembang dapat memicu gangguan kognitif, ketergantungan jangka panjang, serta perubahan perilaku. Oleh karena itu, pengawasan yang hanya mengandalkan regulasi pemerintah dianggap tidak cukup. Sinergi antara otoritas pengawas, pengelola sekolah, dan peran aktif orang tua di rumah menjadi benteng pertahanan terakhir untuk melindungi generasi penerus dari ancaman laten rokok elektronik berkedok alat tulis ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User