Plt Sekjen MPR: LCC Empat Pilar Jadi Sarana Strategis Bangun Jejaring Antarpelajar

Beritainti.com, Denpasar - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menegaskan bahwa Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang kompetisi akademik. Lebih

Jul 07, 2026 - 23:00
0 1
Plt Sekjen MPR: LCC Empat Pilar Jadi Sarana Strategis Bangun Jejaring Antarpelajar

Beritainti.com, Denpasar - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menegaskan bahwa Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang kompetisi akademik. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis bagi pelajar dari berbagai daerah untuk membangun jejaring, menunjukkan prestasi, dan memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai fundamental kebangsaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Siti Fauziah dalam sambutannya pada sesi technical meeting dan simulasi LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Bali. Kegiatan yang berlangsung di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar, pada Jumat (3/7) ini dihadiri oleh Dosen Pascasarjana Universitas Warmadewa I Made Suniastha Amerta, tim dari Sekretariat Jenderal MPR RI, serta para guru dan pembina yang mendampingi peserta.

Mengasah Wawasan Kebangsaan Sejak Dini

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Beritainti.com, Senin (6/7/2026), Siti Fauziah menyampaikan harapannya agar para pelajar memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Ia menekankan bahwa penguasaan terhadap Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan bekal esensial untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa yang tangguh.

"LCC Empat Pilar MPR RI merupakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan pengetahuan dan wawasan kebangsaannya, sehingga dapat meraih juara di tingkat provinsi dan mewakili daerahnya pada grand final nasional di Jakarta," ujar Siti Fauziah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ajang ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan nasionalisme tinggi. Interaksi antarpeserta dari berbagai latar belakang sekolah di Bali dinilai menjadi modal penting dalam membangun jaringan persahabatan dan kolaborasi sejak dini.

Dengan berkompetisi secara sehat, para pelajar belajar tentang sportivitas, kerja sama tim, dan rasa percaya diri. Ini adalah soft skills yang sangat dibutuhkan untuk masa depan mereka.

Technical meeting dan simulasi ini menjadi tahapan krusial sebelum pelaksanaan lomba sesungguhnya. Para guru pendamping dan pembina mendapatkan pembekalan teknis terkait mekanisme perlombaan, sistem penilaian, serta materi-materi yang diujikan. Diharapkan, dengan persiapan matang ini, para peserta dapat tampil maksimal dan membawa nama baik sekolah serta daerahnya ke panggung nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User