Menteri Garis Keras Israel Batal ke New York, Takut Ditangkap?

New York - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara mengejutkan membatalkan rencana kunjungannya ke New York, Amerika Serikat. Kunjungan yang semula dijadwalkan untuk menghadiri sebu

Jul 07, 2026 - 22:59
0 1
Menteri Garis Keras Israel Batal ke New York, Takut Ditangkap?

New York - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara mengejutkan membatalkan rencana kunjungannya ke New York, Amerika Serikat. Kunjungan yang semula dijadwalkan untuk menghadiri sebuah konferensi kepala kepolisian yang digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini batal di tengah meningkatnya desakan agar ia ditangkap. Desakan ini muncul terkait kebijakan kontroversialnya mengenai kondisi penjara di Israel serta dugaan kuat keterlibatannya dalam kejahatan perang di Jalur Gaza.

Informasi pembatalan kunjungan yang berpotensi memicu ketegangan diplomatik ini pertama kali mencuat melalui laporan media kami, yang dirilis pada Senin (6/7/2026). Laporan tersebut mengutip pemberitaan dari media-media lokal Israel, termasuk The Jerusalem Post dan Haaretz, pada akhir pekan lalu. Meski kabar ini telah tersebar luas, hingga saat ini kantor resmi Ben-Gvir masih bungkam dan belum memberikan konfirmasi atau bantahan resmi atas pembatalan tersebut.

Kontroversi Kebijakan Penjara

Sosok Itamar Ben-Gvir memang dikenal sebagai menteri garis keras yang kerap menuai kritik tajam, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional. Salah satu sorotan utama yang membayangi perjalanannya ke New York adalah kebijakannya yang memperketat kondisi penahanan bagi narapidana keamanan Palestina. Kebijakan ini dinilai oleh banyak organisasi hak asasi manusia sebagai bentuk penyiksaan sistematis. Laporan-laporan menyebutkan praktik penyekapan dalam sel gelap, pembatasan akses ke pengacara dan keluarga, serta pengurangan jatah makanan diterapkan di bawah instruksinya.

Para aktivis hak asasi manusia sejak awal mendesak agar Ben-Gvir diadili atas tindakan-tindakan yang mereka kategorikan sebagai pelanggaran konvensi internasional anti-penyiksaan. Kekhawatiran akan potensi penangkapan di yurisdiksi asing inilah yang diduga kuat menjadi alasan utama di balik pembatalan kunjungannya ke Amerika Serikat.

Tekanan Penangkapan dan Dugaan Kejahatan Perang

Selain isu penahanan, tekanan agar Ben-Gvir ditangkap juga berkaitan erat dengan dugaan keterlibatannya dalam kejahatan perang di Jalur Gaza. Sebagai menteri yang memiliki pengaruh signifikan dalam kabinet keamanan, dukungan vokalnya terhadap operasi militer dan retorika kerasnya terhadap warga Palestina membuatnya menjadi subjek pengaduan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC). LSM-LSM pro-HAM telah mengumpulkan bukti dan kesaksian, dengan klaim bahwa Ben-Gvir ikut bertanggung jawab atas serangan yang tidak proporsional dan menargetkan warga sipil.

"Kunjungan seorang menteri yang secara terbuka mendukung tindakan yang oleh banyak pihak dikategorikan sebagai kejahatan perang ke panggung PBB jelas merupakan sebuah kemunafikan," ujar seorang analis politik internasional dalam laporan media kami.

Pembatalan kunjungan ini mencerminkan babak baru dalam isolasi politik terhadap pejabat-pejabat Israel yang dianggap bertanggung jawab atas eskalasi kekerasan. Bagi para pengkritik Ben-Gvir, keputusan untuk tidak menginjakkan kaki di New York bukanlah sebuah pembatalan biasa, melainkan sebuah bukti bahwa retorika dan kebijakan garis kerasnya mulai menghadapi konsekuensi hukum global yang serius.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User