Pesona Budaya Dunia Warnai CFD Jakarta, 7 Negara Tampil Memukau
Suasana Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu pagi berubah menjadi panggung megah budaya internasional. Ribuan warga yang biasanya berolahraga atau sekadar bersantai, k
Suasana Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu pagi berubah menjadi panggung megah budaya internasional. Ribuan warga yang biasanya berolahraga atau sekadar bersantai, kali ini disuguhi Festival Folklore Nusantara dan Dunia yang menampilkan pertunjukan dari tujuh negara. Acara ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, sekaligus menandai langkah menuju 500 tahun usia ibu kota.
Berdasarkan laporan Beritainti.com di lokasi, parade dan panggung utama dipenuhi penari dan musisi dari berbagai belahan dunia. Ketujuh negara yang berpartisipasi antara lain Indonesia, Korea Selatan, Jepang, India, Meksiko, Rusia, dan Nigeria. Masing-masing kontingen membawakan tarian tradisional, kostum etnik yang semarak, serta alunan musik khas yang langsung memikat para pengunjung.
Harmoni Warna dan Gerak dari 7 Negara
Korea Selatan membuka penampilan dengan Tarian Buchaechum, tarian kipas yang anggun, diikuti Jepang yang menampilkan Yosakoi, tarian dinamis dengan kostum cerah. Kontingen India menyuguhkan tarian Kathak dengan gerakan tangan dan kaki yang rumit, sementara Meksiko menghidupkan suasana dengan Mariachi dan tarian Jarabe Tapatío yang penuh energi. Rusia menampilkan tarian rakyat Kalinka dengan balutan kostum merah dan emas, dan Nigeria memukau dengan tarian Batuque Afrika yang penuh semangat.
Indonesia sebagai tuan rumah pun tak ketinggalan. Ratusan penari dari sanggar-sanggar seni lokal membawakan tarian tradisional dari berbagai daerah, seperti Tari Saman dari Aceh, Tari Piring dari Sumatera Barat, dan Tari Kecak dari Bali. Penampilan ini menjadi pembuka sekaligus penutup rangkaian festival.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa festival ini menjadi simbol semangat persatuan dan keberagaman menuju Jakarta Emas di usia 500 tahun.
"Kami ingin menegaskan bahwa Jakarta adalah kota global yang ramah budaya. Melalui Festival Folklore ini, warga bisa melihat sendiri betapa kayanya khazanah budaya dunia. Ini adalah hadiah spesial dari tujuh negara sahabat untuk ulang tahun Jakarta," ucapnya.
Ribuan warga yang memadati kawasan Bundaran HI tampak tak bosan mengabadikan momen. Lusinan smartphone teracung sepanjang pertunjukan, mengambil foto dan video yang kemudian viral di media sosial. Seorang pengunjung asal Tangerang mengaku takjub bisa menyaksikan pertunjukan kelas dunia secara gratis.
"Luar biasa, ini pertama kalinya saya lihat langsung tarian dari Rusia dan Meksiko. Anak-anak juga sangat senang. Semoga acara seperti ini rutin diadakan," ujarnya saat ditemui Beritainti.com.
Selain panggung utama, festival juga menghadirkan stan-stan kuliner dan kerajinan tangan dari masing-masing negara. Warga dapat mencicipi kimchi, sushi, samosa, taco, hingga blini, serta membeli cendera mata khas seperti fan, matryoshka, dan batik. Area pameran budaya ini pun dipadati antrean panjang.
Dengan suksesnya Festival Folklore ini, diharapkan perayaan menuju setengah milenium Jakarta bisa terus mempromosikan keindahan budaya Nusantara dan dunia. Puncak peringatan HUT Jakarta sendiri akan digelar pada Juni mendatang dengan serangkaian acara lain yang tak kalah spektakuler.
Comments (0)