Peran Vital Dua Tersangka Jaringan Sabu Tailan-Aceh Terungkap: Penjemput Laut dan Pengendali Operasi Darat

Beritainti.com, Jakarta - Upaya besar aparat penegak hukum dalam membendung arus narkotika internasional kembali membuahkan hasil signifikan. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Baresk

Jul 06, 2026 - 13:33
0 1
Peran Vital Dua Tersangka Jaringan Sabu Tailan-Aceh Terungkap: Penjemput Laut dan Pengendali Operasi Darat

Beritainti.com, Jakarta - Upaya besar aparat penegak hukum dalam membendung arus narkotika internasional kembali membuahkan hasil signifikan. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dalam jumlah fantastis dan mengungkap peran krusial dua tersangka yang baru saja diringkus. Barang bukti seberat 325 kilogram sabu berhasil diamankan dari jaringan peredaran gelap yang menghubungkan Tailan dengan Indonesia melalui jalur laut.

Dalam operasi yang digelar oleh tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba dan Satgas NIC Bareskrim Polri, dua pria berinisial Jufri (29) dan Zulfahmi (29) tak berkutik saat ditangkap. Kombes Pol Handik Zusen dan Kombes Pol Kevin Leleury memimpin langsung operasi senyap ini. Dari hasil pemeriksaan intensif, terungkap bahwa keduanya mengemban misi yang berbeda namun saling terkait erat dalam rantai distribusi narkotika skala besar: satu bergerak di lautan sebagai penjemput, dan satu lagi berperan sebagai dalang di daratan.

Tugas Berbahaya di Tengah Laut dan Dalang di Balik Layar

Brigjen Pol. Eko Hadi, selaku Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, menjelaskan secara rinci peran kedua tersangka dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (28/6/2026). Tersangka Jufri diketahui bertindak sebagai tekong, atau pengemudi kapal, yang bertanggung jawab langsung menjemput paket sabu di tengah lautan.

"Jufri bertemu dengan MJ pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di sebuah warung kopi di Kampung Kuala Meuraksa untuk ditawari pekerjaan menjemput narkotika di 120 mil perbatasan laut Indonesia-Tailan," ujar Brigjen Pol. Eko Hadi dalam keterangannya kepada media kami.

Pertemuan di warung kopi sederhana itulah yang menjadi awal dari operasi yang nyaris sukses membawa masuk ratusan kilogram sabu ke Indonesia. Individu bernama MJ, yang kini berstatus buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), disebut-sebut sebagai perekrut yang menjembatani Jufri dengan jaringan besar ini. Tugas Jufri jelas sangat berisiko tinggi: mengarungi laut lepas menuju titik koordinat yang telah ditentukan di perbatasan untuk menerima muatan terlarang dari kapal lain.

Sementara itu, Zulfahmi (29) memainkan peran yang tidak kalah pentingnya sebagai pengendali operasi di darat. Ia bertanggung jawab untuk mengatur logistik, memastikan jalur distribusi aman, dan memberikan instruksi lebih lanjut setelah sabu berhasil dibawa masuk ke daratan Aceh. Koordinasi antara tekong di laut dan pengendali di darat inilah yang menjadi kunci utama keberhasilan jaringan internasional ini dalam menjalankan aksinya. Berdasarkan laporan yang dihimpun, penangkapan ini merupakan pukulan telak bagi sindikat narkotika yang telah lama menjadi target aparat.

Hingga berita ini diturunkan, Bareskrim Polri masih terus melakukan pengembangan untuk mengejar MJ dan anggota jaringan lainnya yang masih berkeliaran. Barang bukti 325 kilogram sabu yang berhasil disita kini diamankan sebagai barang bukti utama dalam proses hukum terhadap Jufri dan Zulfahmi. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User