Perampokan Terjadi di Museum Prancis, Perhiasan Rp 82 Miliar Raib Dicuri

Paris – Sebuah aksi perampokan yang berani mengguncang dunia seni dan perhiasan Prancis pada Senin dini hari (6/7/2026). Museum Lalique, yang memamerkan karya-karya kaca mewah dan perhiasan ikonik

Jul 06, 2026 - 06:48
0 0
Perampokan Terjadi di Museum Prancis, Perhiasan Rp 82 Miliar Raib Dicuri

Paris – Sebuah aksi perampokan yang berani mengguncang dunia seni dan perhiasan Prancis pada Senin dini hari (6/7/2026). Museum Lalique, yang memamerkan karya-karya kaca mewah dan perhiasan ikonik dari seorang maestro seni dekoratif ternama, menjadi sasaran komplotan perampok. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, para pelaku berhasil membawa kabur harta karun berupa perhiasan bernilai fantastis, dengan total kerugian ditaksir mencapai 4 juta euro atau setara dengan sekitar Rp 82,28 miliar.

Sasaran Tepat di Ruang Perhiasan

Insiden tersebut terjadi di Wingen-sur-Moder, sebuah kota kecil yang tenang di kawasan timur laut Prancis. Sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat, ketika suasana masih lengang dan keamanan mungkin belum sepenuhnya siaga, para perampok diduga masuk ke dalam gedung museum. Seorang sumber yang dekat dengan jalannya investigasi mengungkapkan kepada tim liputan kami bahwa para pelaku tampaknya telah memetakan target mereka dengan sangat presisi.

"Mereka langsung menuju ruang perhiasan," ujar sumber tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan mengingat sensitivitas penyelidikan.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa aksi nekat tersebut bukanlah pencurian acak, melainkan sebuah operasi yang telah direncanakan secara matang. Museum Lalique dikenal menyimpan koleksi perhiasan langka dan bersejarah, termasuk mahakarya dari pendiri merek tersebut, René Lalique, yang tenar dengan desain Art Nouveau dan Art Deco-nya. Hingga kini, belum ada perincian lebih lanjut mengenai jumlah pasti benda yang hilang atau jenis perhiasan yang diambil, namun nilai 4 juta euro menunjukkan bahwa setidaknya beberapa koleksi utama telah raib.

Investigasi Maraton dan Perburuan Pelaku

Pihak kepolisian setempat segera tiba di lokasi kejadian hanya beberapa menit setelah laporan pertama diterima. Area museum langsung dipasang garis polisi dan tim forensik dikerahkan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang mungkin ditinggalkan, seperti sidik jari, DNA, atau rekaman kamera pengawas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penangkapan yang dilakukan, dan pihak berwenang masih memburu para perampok. Juru bicara kepolisian setempat menyatakan bahwa semua jalur pelarian potensial sedang diperiksa, dan kerja sama dengan kepolisian negara tetangga serta Interpol tidak menutup kemungkinan diaktifkan jika ditemukan indikasi mobilitas lintas batas para pelaku.

Para pakar kriminologi yang dihubungi media kami menilai bahwa perampokan museum dengan target koleksi seni dan perhiasan bernilai tinggi biasanya melibatkan jaringan spesialis yang telah lama mengincar pasar gelap internasional untuk menjual kembali barang curian. Meskipun perhiasan seringkali lebih sulit dipindahkan karena mudah diidentifikasi oleh dunia lelang dan kolektor, namun permintaan untuk batu mulia lepas tetap tinggi di pasar ilegal. Museum Lalique sendiri saat ini telah menutup sementara seluruh akses pengunjung sambil menunggu proses investigasi rampung dan inventarisasi penuh terhadap koleksi yang tersisa.

Aksi perampokan ini menjadi pukulan telak bagi komunitas seni dan pariwisata lokal. Museum yang berlokasi di Wingen-sur-Moder ini merupakan salah satu daya tarik budaya utama di wilayah Bas-Rhin, yang selama ini dikenal dengan lanskap pedesaan dan kebun anggurnya. Pihak asuransi museum diperkirakan akan segera turun tangan untuk menilai kerugian secara menyeluruh, sementara pengelola berharap tidak ada kerusakan permanen pada bangunan bersejarah yang turut menjadi saksi bisu peristiwa tersebut. Media kami akan terus memantau perkembangan investigasi dan memberikan kabar terbaru kepada pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User