Pengusaha Kapal Minta Penerapan B50 Dilakukan Bertahap, Ini Alasannya
Jakarta – Beritainti.com — Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) meminta agar implementasi bahan bakar biodiesel 50% (B50) di sektor transportasi pelaya
Jakarta – Beritainti.com — Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) meminta agar implementasi bahan bakar biodiesel 50% (B50) di sektor transportasi pelayaran dilakukan secara bertahap. Seruan ini muncul menyusul kekhawatiran akan risiko teknis dan keselamatan yang berbeda antara kapal dengan kendaraan darat.
Ketua Umum DPP GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menegaskan bahwa karakteristik operasional kapal sangat berbeda dengan moda transportasi darat. Menurutnya, gangguan pada sistem bahan bakar saat kapal sedang berlayar dapat berakibat fatal, terutama mengingat kapal penyeberangan mengangkut jutaan penumpang, ribuan kendaraan, serta logistik penting antar pulau setiap tahunnya.
"Kapal penyeberangan mengangkut jutaan penumpang, kendaraan, dan logistik antarpulau setiap tahun. Karena itu, setiap perubahan spesifikasi bahan bakar harus dipastikan tidak menurunkan tingkat keselamatan, keandalan mesin, maupun kontinuitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Khoeri dalam keterangan tertulis yang diterima Beritainti.com, Jumat (3/7/2026).
Khoiri menambahkan, penerapan B50 pada kapal perlu melalui serangkaian uji coba ilmiah yang ketat dengan mengutamakan aspek keselamatan. Tanpa kajian mendalam, risiko penyumbatan filter, korosi, serta ketidakstabilan mesin dapat mengancam operasional kapal di tengah lautan.
Risiko Teknis Penerapan B50 pada Kapal
Berbeda dengan kendaraan darat yang dapat segera ditangani saat terjadi masalah, kapal yang mengalami gangguan di perairan lepas memiliki keterbatasan akses bantuan teknis. Penggunaan campuran biodiesel yang lebih tinggi diketahui berpotensi menyebabkan pengendapan, pembentukan gel, dan penyumbatan saluran bahan bakar. Hal ini dikhawatirkan akan meningkatkan frekuensi perawatan dan bahkan kegagalan mesin yang membahayakan keselamatan pelayaran.
Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah mendorong peningkatan campuran biodiesel sebagai bagian dari program mandatori biodiesel untuk mengurangi impor solar dan emisi karbon. Saat ini program mandatori B35 telah berjalan, dan uji coba B40 mulai dilakukan. Namun GAPASDAP menekankan agar sektor pelayaran tidak dipaksakan mengikuti jadwal yang sama tanpa penyesuaian teknis.
GAPASDAP berharap ada dialog intensif antara operator kapal, produsen mesin, dan pemerintah untuk merumuskan peta jalan implementasi B50 yang aman bagi transportasi perairan. Dengan demikian, kebijakan energi hijau dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan publik.
Comments (0)