PDIP: Klaim Jokowi Tak Tahu Ritual Injak Kepala Kerbau Hanya Dagelan Politik

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Deddy Sitorus secara terbuka meragukan pengakuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang disebut tidak mengetahui ada

Jul 06, 2026 - 13:05
0 0
PDIP: Klaim Jokowi Tak Tahu Ritual Injak Kepala Kerbau Hanya Dagelan Politik

Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Deddy Sitorus secara terbuka meragukan pengakuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang disebut tidak mengetahui adanya prosesi adat menginjak kepala kerbau saat melakukan safari politik di wilayah Lampung. Deddy menyebut klaim tersebut sebagai sesuatu yang sulit diterima akal sehat dan cenderung seperti dagelan.

Menurut Deddy, informasi yang beredar di lapangan justru bertolak belakang dengan narasi yang selama ini dibangun. Ia mendapatkan laporan bahwa Jokowi bahkan didapuk sebagai ketua panitia penyelenggara kegiatan adat kontroversial tersebut. Hal ini membuat pernyataan tidak tahu dari pihak terkait menjadi janggal dan tak berdasar.

"Jokowi mau injak kepala kerbau atau kepala ular ya silakan saja, itu tidak ada hubungan sama sekali dengan kami sebagai partai. Tapi yang lucu itu pengakuannya tidak tahu. Karena informasi yang kami dapatkan, Jokowi justru jadi ketua panitia kegiatan itu," ujar Deddy dengan nada skeptis saat ditemui awak media kami di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Kredibilitas Klaim Dipertanyakan

Pernyataan Deddy ini semakin menajamkan polemik seputar prosesi adat yang dinilai banyak pihak tidak lazim tersebut. Deddy secara spesifik menuding bahwa klarifikasi yang disampaikan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai pihak yang berada di garda depan pembelaan Jokowi, bisa jadi tidak sepenuhnya benar dan sangat sukar untuk dibuktikan kebenarannya di lapangan.

"Pernyataan yang dibuat PSI itu bisa saja tidak benar. Bisa saja itu hanya upaya untuk membersihkan nama. Dan kita semua tahu, sulit untuk membuktikannya sekarang. Tapi ya sudahlah, masyarakat sudah punya penilaian sendiri," lanjut Deddy.

Lebih jauh, Deddy menyinggung rekam jejak serta karakter politik Jokowi yang dinilainya sangat pragmatis. Politisi senior PDIP itu menyebut mantan Wali Kota Solo tersebut adalah figur yang serba bisa dan mampu melakukan manuver apa pun demi mengamankan target-target politiknya.

Manuver Politik Tanpa Batas

Jokowi itu kan tipe orang yang bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya. Jadi kalau sekarang ada drama begini, ya kita sudah tidak heran lagi. Ini cuma dagelan politik yang seharusnya tidak perlu ditanggapi serius.

Prosesi injak kepala kerbau yang terjadi di tengah rangkaian kunjungan politik itu sendiri telah memicu perdebatan luas. Selain soal nilai-nilai kemanusiaan terhadap hewan, sorotan publik juga tertuju pada simbolisme dan maksud terselubung di balik ritual yang dianggap asing bagi sebagian besar masyarakat urban modern.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang mengatasnamakan kedekatan dengan Jokowi masih belum memberikan bantahan resmi terhadap tudingan bahwa mantan presiden itu berperan sebagai ketua panitia. Media kami akan terus memantau perkembangan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User