Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT Kasus Suap Proyek

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengamankan Bupati Langkat Syah Afandin atau yang akrab disapa Ondim dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap pengadaan proyek di wi

Jul 06, 2026 - 13:05
0 1
Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT Kasus Suap Proyek

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengamankan Bupati Langkat Syah Afandin atau yang akrab disapa Ondim dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap pengadaan proyek di wilayahnya. Berdasarkan pantauan media kami di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Syah Afandin tiba pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 14.22 WIB.

Bupati yang mengenakan pakaian dinas tersebut langsung dibawa masuk ke dalam gedung menggunakan mobil operasional KPK tanpa memberikan sepatah kata pun kepada awak media yang telah menunggu kedatangannya. Raut wajahnya tampak tegang saat petugas mengawalnya menuju ruang pemeriksaan di lantai dalam gedung antirasuah tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Bupati Langkat merupakan salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, OTT ini berkaitan dengan dugaan suap proyek-proyek strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

"Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih, sekitar pukul 14.30 WIB," ujar Budi Prasetyo dalam keterangannya kepada wartawan.

Selain Bupati Langkat, tim penyidik KPK juga dilaporkan mengamankan sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam pusaran kasus suap ini. Rincian identitas dan jumlah total pihak yang diamankan masih dalam proses pendalaman oleh tim penyidik. Barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah signifikan turut disita dalam operasi senyap yang berlangsung sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari tersebut.

KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang telah diamankan. Publik kini menantikan langkah selanjutnya dari lembaga antirasuah ini, termasuk akan diumumkannya secara resmi konstruksi perkara serta penetapan tersangka dalam kasus yang kembali mencoreng wajah tata kelola pemerintahan daerah ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User