Pameran Arsip Ali Sadikin Hadirkan Warisan Gubernur Legendaris Jakarta
Sebuah pameran arsip bertajuk “Bang Ali: Mencetak Jakarta Modern” resmi dibuka di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta P
Sebuah pameran arsip bertajuk “Bang Ali: Mencetak Jakarta Modern” resmi dibuka di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2026). Pameran yang akan berlangsung hingga 15 Agustus 2026 ini menyuguhkan lebih dari 200 dokumen asli, foto, peta perencanaan, dan surat-surat pribadi milik Ali Sadikin, gubernur Jakarta periode 1966–1977 yang akrab disapa Bang Ali. Hadirnya pameran ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal sosok yang dinilai paling berani mengubah wajah ibu kota.
Koleksi dan Tata Ruang Pameran
- Zona Kehidupan Awal – Menampilkan foto masa kecil di Sumedang, ijazah Akademi Militer Laut, dan seragam dinasnya sebagai perwira TNI AL. Ada pula surat cinta kepada sang istri, Nani Sadikin, yang baru pertama kali dipublikasikan.
- Zona Pembangunan Jakarta – Fokus pada cetak biru proyek-proyek monumental: perencanaan Taman Ismail Marzuki, pembangunan flyover Semanggi, trotoar Lebak Bulus, rumah susun Tanah Abang, hingga normalisasi Kali Ciliwung tahap awal. Dokumen termasuk notula rapat dengan konsultan asing dan sketsa tangan arsitek.
- Zona Kontroversi dan Surat-surat Terbuka – Menampilkan kumpulan surat pembaca serta tanggapan Bang Ali yang tajam dan langsung, menegaskan gaya kepemimpinannya yang tanpa basa-basi. Potongan koran tentang penutupan lokalisasi Kramat Tunggak juga dipajang.
- Zona Warisan dan Memori – Rekaman video wawancara dengan kolega dan warga Jakarta, serta surat-surat dari tokoh nasional tentang pengaruh kebijakan Bang Ali.
Pesan dari Kurator dan Keluarga
Kurator pameran, sejarawan publik Henny Rachmawati, mengungkapkan bahwa butuh waktu hampir dua tahun untuk mengumpulkan arsip dari berbagai sumber.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat Bang Ali sebagai gubernur yang membangun, tetapi juga sebagai manusia yang penuh dilema. Arsip-arsip ini adalah bukti bahwa perencanaan kota Jakarta modern lahir dari keberanian mengambil risiko. Sangat relevan untuk perbincangan kota hari ini,”ujarnya saat pembukaan.
Sementara itu, Wanda Sadikin, putri almarhum yang hadir mewakili keluarga, menyampaikan rasa harunya.
“Banyak dokumen yang bahkan kami baru lihat saat kurator menemukannya. Memori tentang ayah bukan hanya milik keluarga, tapi milik seluruh warga Jakarta. Pameran ini ibarat surat cinta untuk kota yang dicintainya,”tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Antusiasme Publik dan Agenda Pendukung
Pada hari pertama, panitia mencatat lebih dari 500 pengunjung, didominasi oleh pelajar dan mahasiswa. Demi memperkaya pengalaman, diselenggarakan pula tur kuratorial setiap pukul 11.00 dan 15.00 WIB, diskusi panel mingguan, serta lokakarya menulis memoar berbasis arsip pribadi. Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan pameran ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499.
Dosen sejarah Universitas Indonesia, Prof. Agus Surono, menilai bahwa pameran arsip semacam ini menjadi penawar di tengah minimnya pengetahuan generasi milenial dan Gen Z tentang proses pembentukan Jakarta.
“Ini adalah literasi visual yang kuat. Ketika seseorang melihat langsung coretan tangan Bang Ali di peta, dia akan mengerti bahwa setiap jengkal trotoar yang kita pijak punya sejarah dan pergulatan,”katanya.
Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI akan memindahkan sebagian koleksi permanen ke gedung arsip baru di kawasan Kota Tua. Pameran ini gratis dan terbuka untuk umum, dengan syarat registrasi daring melalui laman resmi TIM untuk menghindari penumpukan pengunjung.
[TAGS]: Ali Sadikin, pameran arsip, Taman Ismail Marzuki, sejarah Jakarta, Bang Ali[SOCIAL_TWEET]: “Bang Ali: Mencetak Jakarta Modern” hadir di TIM hingga 15 Agustus! Lebih dari 200 arsip langka, dari surat cinta sampai cetak biru flyover Semanggi, akhirnya dibuka untuk publik. Generasi baru perlu tahu siapa dalang di balik wajah Jakarta. #AliSadikin #PameranArsip #Jakarta[SOCIAL_FB]: Hanya dua bulan, arsip-arsip pribadi Bang Ali Sadikin dipamerkan untuk publik. Dari sketsa tangan flyover hingga surat kontroversial penutupan lokalisasi—ini bukan sekadar nostalgia, tapi pelajaran membangun kota dengan nyali. Registrasi gratis, ayo jadwalkan kunjungan Anda sekarang![SOCIAL_TG]: 📚 Pameran arsip “Bang Ali: Mencetak Jakarta Modern” di Taman Ismail Marzuki, 11 Juli–15 Agustus 2026. Gratis! Lihat 200+ dokumen asli, surat cinta, peta perencanaan kota. Registrasi daring di laman TIM. Jangan lewatkan jejak sang gubernur legendaris. 🔗[SOCIAL_THREADS]: Nggak nyangka ya, surat cinta Bang Ali ternyata gemes banget. Dokumen-dokumen di pameran ini bikin PR banget buat kita yang ngaku anak Jakarta tapi nggak tahu siapa yang bikin jalan layang pertama. Aku kemarin merinding liat coretan tangannya. Kalian wajib datang sebelum tutup Agustus.
Comments (0)