Wagub Erwan Dorong Pemerintah Kabupaten dan Kota Kembangkan Wisata Ramah Muslim
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memperkuat komitmen dalam mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan syariah dengan menyelenggarakan Smiling
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memperkuat komitmen dalam mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan syariah dengan menyelenggarakan Smiling West Java – Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026. Ajang penghargaan yang digelar di Depok ini bertujuan mendorong pemerintah kabupaten/kota serta pelaku usaha di Jabar untuk segera mengadopsi standardisasi wisata ramah Muslim, menjadikan provinsi tersebut sebagai destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengutamakan nilai-nilai Islam.
Latar Belakang dan Tujuan SWJ-MFT Award 2026
Gerakan SWJ-MFT bermula dari meningkatnya permintaan pasar terhadap wisata halal global. Data Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan wisatawan Muslim tertinggi di dunia, sementara Jawa Barat memiliki potensi alam, budaya, dan religi yang melimpah. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pemicu transformasi tata kelola destinasi.
“Kami ingin kabupaten dan kota tidak hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga menyiapkan ekosistem yang benar-benar nyaman bagi wisatawan Muslim. Mulai dari ketersediaan tempat ibadah yang layak, makanan halal, hingga pelayanan yang memahami kebutuhan syariah,” ujar Wagub Erwan di sela peluncuran SWJ-MFT Award 2026.
Standar dan Kriteria Penilaian
Penilaian SWJ-MFT Award merujuk pada pedoman Indonesian Muslim Travel Index (IMTI) dan fatwa DSN-MUI terkait pariwisata syariah. Beberapa indikator utama yang menjadi tolok ukur antara lain:
- Aksesibilitas Ibadah: Ketersediaan masjid atau mushala dengan air wudhu bersih, petunjuk arah kiblat, serta area khusus bagi Muslimah.
- Jaminan Halal: Minimal 80% restoran, kafe, dan hotel di destinasi telah mengantongi sertifikat halal resmi.
- Layanan Ramah Muslim: Pemandu wisata paham kebutuhan ibadah, tersedia paket tur yang menghindari aktivitas nonhalal, dan toilet dengan fasilitas cebok.
- Komunikasi Pemasaran: Promosi destinasi secara eksplisit mencantumkan label Muslim-friendly dan informasi layanan halal.
Setiap pemerintah daerah peserta diwajibkan mengirimkan portofolio digital berisi bukti penerapan standar tersebut. Tim juri independen akan melakukan verifikasi lapangan ke sejumlah titik yang dilaporkan.
Respon Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha
Antusiasme daerah sangat tinggi. Beberapa kabupaten seperti Garut, Cianjur, dan Pangandaran telah menyatakan kesiapan mengikuti kompetisi. Para pelaku hotel dan restoran pun mulai mengurus sertifikasi halal secara massal. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar menyatakan bahwa target akhir tahun 2026 adalah 75% destinasi unggulan di Jabar telah memenuhi klasifikasi ramah Muslim.
“Kami sadar, wisata ramah Muslim bukan hanya untuk tamu dari Timur Tengah. Wisatawan Nusantara yang Muslim juga semakin selektif memilih destinasi yang memudahkan ibadah,” kata perwakilan pengusaha hotel di kawasan Puncak.
Harapan Wagub Erwan dan Keberlanjutan Program
Wagub Erwan menargetkan penghargaan ini menjadi agenda tahunan yang menyatu dengan kalender pariwisata Jabar. Ia juga meminta agar kriteria SWJ-MFT diadopsi ke dalam peraturan daerah sehingga berkelanjutan meski kepemimpinan berganti.
“Kita bukan hanya mengejar piala. Ada nilai ekonomi yang besar. Jika Jabar dikenal nyaman untuk Muslim, wisatawan akan datang lebih lama, belanja lebih banyak, dan kembali lagi,” tegasnya.
Di akhir acara, pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada triwulan keempat 2026 dalam sebuah ekspo pariwisata internasional yang diselenggarakan di Bandung. Harapannya, pemenang SWJ-MFT Award dapat menjadi model nasional bagi pengembangan wisata halal di Indonesia.
Comments (0)